728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 September 2017

    #Warta : Benar dan tepat, Oknum Budha Ekstrimis Myanmar adalah FPI Di Sini

    Judul di atas bukan semata-mata karena melihat cara FPI merespon kondisi Rohingya, yang hanya mendasarkan pada kesamaan iman saja, tanpa perhitungan yang matang. Apalagi mau menelusuri dan kemudian mendasarkan realitas masa lalu Rohingya, kemudian mau mengaitkannya dengan pemerintahan Myanmar sekarang.

    Judul di atas hanya bentuk kesepahaman penulis dengan tuwit Neng Alissa Wahid “Kita boleh menolak Ma Ba Tha, kelp ekstrimis Buddhis di Myanmar. Tapi Buddhis2 lain tidak seperti mereka. Spt sebagian besar kita bukan FPI”. Ya hanya itu!

    Meskipun jelas dan benar apa yang dikatakannya, ternyata masih ada yang menggaruk luka kering, yang kini menjadi berdarah lagi, luka itu adalah: “Gusdur itu buta mata, juga buta hatinya” maqola Rizieq Shihab.

    Yaa komentar atas tuwit putri Gusdur tersebut penulis ambil dari beritaislamterbaru.org “Sebenarnya putri Gusdur ini buta apa rabun sih” begitu penggalan kalimat terakhir berita yang ditulisnya.

    Portal-portal media online semacam itulah yang mengacak-ngacak karya jurnalistik bercampur dengan opini suatu golongan. Jelas portal itu menyebut dirinya sebagai media berita, tapi isinya semacam itu. Kalau itu media opini, bisa jadi penulis tidak tersulut.

    Siapa sih tidak tahu FPI! Penulis meyakini, mayoritas pendapat anak bangsa ini jika ditanyain, apa yang anda ketahui tentang FPI? Maka 3 jawaban teratasnya adalah; 1. Habib Rizieq. 2. Anarkisme 3. Aksi 212 (yang pyur persoalan politik DKI Jakarta dengan bungkus bela Islam).

    Penulis sebenarnya masih berpegang dengan pengetahuan dan pemahaman yang diberikan oleh para kiai, khusus ketika menghadapi orang-orang seperti FPI, bahwa untuk menyikapi mereka kita harus menahan diri, bersabar, amar ma’ruf bil ma’ruf.

    Tapi bagaimana jika realitas yang ada, mereka memaksa kita untuk tidak hanya sekedar bertahan saja. Kita bertahan terus-terusan ya hancur, wajah Islam Indonesia bukan lagi ramah tapi marah, bukan lagi toleran tapi tawuran. Untuk kesalahannya sepuluh kali kita beri kesabaran dua puluh kali, tapi berbuat lagi kesalahan tiga puluh kali, begitu seterusnya.

    Penulis rasa, ini bukan hanya persoalan kita harus mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ketika melihat sebagian muslim yang jauh di sana mengalami penindasan.  Tapi juga harus mengingat dan mengetengahkan ukhuwah wathoniyah (tanah air) dan ukhuwah bashariah (kemanusiaan) dalam landasan berfikir kita. Yaa hanya kita! Sebab mereka sulit memahami itu.

    Menurut KH Ahmad Ishomuddin salah seorang Rais Syuriah PBNU mengatakan melalui akun facebooknya “Membela kaum muslim yang ditindas di negeri orang itu bukan dengan cara menyulut api kebencian dan berlaku onar di negeri sendiri”.

    Beliau ingin mengingatkan kepada kita semua agar tetap bertindak sebagaimana mestinya, tidak mengimpor konflik, tidak membiasakan bersumbu pendek, dan tidak-tidak yang lainnya seperti mainstream-nya orang-orang FPI.

    Sebenarnya sejak berbagai tragedi yang direspon oleh FPI (tentunya, fokus pada caranya), kita sudah dapat menyimpulkan adanya suatu komplotan yang selama ini bikin Indonesia gaduh riuh. Semuanya dikaitkan dengan agama, dengan ketertindasan muslim, keterbelakangan muslim dan semuanya akibat kesalahan Jokowi (meskipun itu terjadi di luar negeri). Yang semuanya itu bermuara pada penggiringan opini publik untuk tidak lagi percaya pada pemerintah Presiden Jokowi.

    Masih menurut sumber portal yang sama, beritaislamterbaru.org yang membuat judul berita aneh “Karena Rohingya bukan Islam Nusantara? Muslim saat ini bangga membela yang menistakan agamanya sendiri”. Sangat provokatif bukan? Kehati-hatian mayoritas umat Islam Indonesia menyikapi Rohingya, masih dianggap tendesius golongan begitu. Sedangakan dalam kenyataannya, di negeri sendiri mereka selalu mengkafirkan, mebid’ahkan, menthogutkan, mensyirikkan mayoritas muslim yang ada.

    Maka muncul pertanyaan dibenak penulis, sebenarnya aliran Islam apa yang ada di Rohingya? Apakah mereka juga sealiran yang sama dengan yang suka bikin gaduh negeri ini? Entahlah benarnya bagaimana, tapi jika kita ingin membela dan tidak salah bela muslim Rohingya, kita harus terlebih dahulu mendalami anatomi konflik yang ada disana, seperti yang di sarankan oleh Gus Yaquth, Ketum Ansor.

    Dalam referensi bacaan (IG @indonesiavoice) yang menuntun saya pada sumber https://nasional.tempo.co/read/news/2017/09/04/078905673/mengapa-harus-hati-hati-sikapi-kasus-rohingya-catatan-ansor menuliskan pada paragraf terakhirnya dari paragraph yang panjang sebagai berikut:

    “Sumbu pendek harus mengerti ini. Tak ada asap maka tak ada api. Coba Indonesia di gituin. Mereka yang mencaplok tanah langsung minta merdeka. Separatis GAM saja asli yang punya tanah rencong disebut gerakan terlarang dan diredamkan apalagi yang pendatang minta tanah dimerdekakan, menjadi milik mereka di Myanmar. Bukan berarti tak bersimpati apa yang mereka alami. Namun yang mereka alami ada sebab yang mereka ciptakan sendiri”.

    Jelas bukan? Kalau boleh mengira-ngira apa yang sebenarnya terjadi terhadap Rohingya sekarang, adalah masa depan Indonesia tanpa PERPPU NO 2 TAHUN 2017. Bubarkan HTI. Bubarkan FPI. Sadarkan Eks-eks mereka! Begitu tanpa kira-kira!

    Rahayu…



    Penulis :     ArisIndra     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Benar dan tepat, Oknum Budha Ekstrimis Myanmar adalah FPI Di Sini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top