728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 05 September 2017

    #Warta : Bahaya Hoax Bagi Politikus, Merespon Tifatul Sembiring

    Politikus (jamak: politisi) adalah seseorang yang terlibat dalam politik, dan kadang juga termasuk para ahli politik. Politikus juga termasuk figur politik yang ikut serta dalam pemerintahan.

    Dalam demokrasi Barat, istilah ini biasa terbatas kepada mereka yang menjabat atau sedang mencoba mendapatkannya daripada digunakan untuk merujuk kepada para ahli yang dipekerjakan oleh orang-orang yang tersebut di atas. Perbedaan seperti ini tidak begitu jelas jika berpedoman pada pemerintahan yang non-demokratis.

    Dalam sebuah negara, para politikus membentuk bagian eksekutif dari sebuah pemerintah dan kantor sang pemimpin negara serta bagian legislatif, dan pemerintah di tingkat regional dan lokal.

    Pejabat negara adalah pejabat yang lingkungan kerjanya berada pada lembaga negara yang merupakan alat kelengkapan negara beserta derivatifnya berupa lembaga negara pendukung. Pejabat negara menjalankan fungsinya untuk dan atas nama negara[1] Yang termasuk dalam pejabat negara menurut Undang-Undang Nomor 5 tentang Aparatur Sipil Negara adalah :
    1. Presidendan Wakil Presiden
    2. Ketua, wakil ketua, dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat
    3. Ketua, wakil ketua, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat
    4. Ketua, wakil ketua, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah
    5. Ketua, wakil ketua, ketua muda dan hakim agung pada Mahkamah Agungserta ketua, wakil ketua, dan hakim pada semua badan peradilan kecuali hakim ad hoc
    6. Ketua, wakil ketua, dan anggota Mahkamah Konstitusi
    7. Ketua, wakil ketua, dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan
    8. Ketua, wakil ketua, dan anggota Komisi Yudisial
    9. Ketua dan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
    10. Menteri dan jabatan setingkat menteri
    11. Kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh
    12. Gubernur dan wakil gubernur;
    13. Bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota
    14. Notaris ; dan
    15. Pejabat negara lainnya yang ditentukan oleh Undang-Undang.

    Pemimpin (Natural Leader) adalah seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.
    Manager (Management Leader) adalah Seorang pemimpin dengan melaksanakan tugas berdasarkan prinsip dasar manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian sehingga mampu menciptakan keadaan orang lain yang dipimpinnya saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin harus mempunyai kreativitas yang tinggi, untuk memimpin bawahannya.

    Berikut ini adalah perilaku pemimpin yang efektif:

    – Memelihara sikap baik.
    – Menciptakan disiplin kerja.
    – Memberikan perintah yang jelas, tegas, lengkap dan pantas.
    – Memberikan teguran untuk perbaikan tugas.
    – Menerima saran dari bawahan.
    – Memberikan pujian dan penghargaan pada bawahan.
    – Memperkuat rasa persatuan.
    – Mengenalkan anggota baru jika ada.

    Itulah definisi pemimpin semoga penjelasan mengenai pengertian pemimpin dapat dimengerti.

    Kalau kita mencoba membuat definisi sendiri maka Tifatul Sembiring adalah :
    Seseorang yang terlibat dalam kegiatan politik, seorang politikus yang terlibat dengan kelembagaan negara, seseorang yang terlibat dengan pemerintahan dalam menjalankan negara. Seorang Tifatul Sembiring memiliki tugas sebagai seorang pemimpin baik di lembaganya maupun didalam partainya, salah satu tugasnya adalah memelihara sikap yang baik serta memperkuat persatuan ( nomer 1 dan 7)
    Akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan tentang Tifatul Sembiring yang ketahuan menyebarkan Hoax tentang Rohingya. Jika dihubungkan dengan berita Hoax yang tersebar itu maka Tifatul Sembiring bisa dikategorikan sebagai seseorang yang tidak bisa memelihara sikap yang baik dan tidak mampu menjaga persatuan karena unggahan Hoax nya berpotensi memecah persatuan.

    Politisi PKS Tifatul Sembiring mengaku keliru mengunggah foto korban pembantaian etnis muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar di akun twitter pribadinya.

    Kejadian tersebut sempat ramai ditanggapi oleh netizen. Salah satunya oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama (PICNU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal melalui akun twitternya.

    Sahal langsung mengoreksi foto yang diunggah Tifatul.

    Awalnya, Tifatul bermaksud menunjukan kepada netizen ihwal pembantaian etnis muslim Rohingya melalui foto tersebut.

    Namun, ternyata foto tersebut bukan menggambarkan pembantaian etnis muslim Rohingya, melainkan peristiwa Tak Bai di Thailand yang telah berlangung pada 2004 silam.

    Tifatul mengaku dikirimi foto tersebut oleh sesama anggota Komisi III DPR. Namun, ia enggan menyebut siapa anggota Komisi III yang mengirim foto tersebut.

    “Foto itu banyak lho. Saya juga sudah koreksi bisa aja kita salah dalam menerima. Salah kita koreksi, kan gitu. Koreksi yang penting,” ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017).

    Ia juga mengaku telah meminta maaf kepada Sahal dan meminta kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan

    Jujur, saya salut sama Tifatul Sembiring. Setidaknya dia mengakui bahwa itu salah, dia mau menerima kesalahan dan mau menerima koreksi yang dialamatkan kepada dirinya.Meskipun dia menyebarkan Hoax yang berpotensi pada pecahnya persatuan bagi yang membacanya, tapi alhamdulillah dia berani mengakui kesalahannya dan memberikan koreksi. Itu sangat bagus buat pengikutnya, lembaga yang dipimpinnya, masyarakat Indonesia secara luas.

    Coba bandingkan dengan Jonru Ginting, dalam acara ILC yang disaksikan jutaan mata dia masih tidak mau mengakui kesalahannya perihal penghinaan kepada Jokowi, sudah begitu dia masih menantang aparat dengan mengatakan tidak takut dengan proses hukum jika dia diproses. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kasus ini. Amin

    Semoga Bermanfaat

    Terimakasih


    Penulis :      Mukhlas Prima Wardani       Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Bahaya Hoax Bagi Politikus, Merespon Tifatul Sembiring Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top