728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 26 September 2017

    #Warta : Amien Rais Seperti Prabowo Yang Tak Pernah Legowo, Kini Jumowo PKI Digowo-gowo

    Kedua orang ini atau kalau bisa dibilang sebagai tokoh nasional jaman reformasi, bedanya si Amien Rais berjuang lewat corong toa, teriak turunkan Soeharto, kalau Prabowo kabur-kaburan ke Jordania. Bahkan dulu Amien Rais sempat memusuhi si Prabowo. Tetapi aroma permusuhan rasanya sudah pudar, mungkin momen lebaran kuda sudah mereka lewati dengan bermaaf-maafan dan melupakan masa lalu.

    Nah itu perbedaan mereka dahulu, tetapi kalau kita tarik garis lurus, mereka berdua ini sebenarnya sebelas-duabelas, bahkan bisa tigabelas kalau ada sedikit “sial” yang mereka … ah sudahlah. Tidak baik bicara hal negatif-negatif.

    Amien Rais pernah menjadi tokoh sentral penggulingan Soeharto di masa reformasi, bersama Megawati dan juga banyak tokoh lainnya dibantu dengan jutaan mahasiswa seluruh Indonesia menyerukan untuk mengakhiri masa kepemimpinan Soeharto di Indonesia. Setelah Soeharto lengser, Amien Rais-lah yang membantu Gus Dur untuk menggantikan BJ Habibie yang otomatis menjadi Presiden kala itu. Gus Dur pernah berucap :

        “Dulu saya cuma modal dengkul, itu pun dengkulnya Amien Rais” – Gus Dur

    Saat gonjang-ganjing lengsernya Gus Dur juga masih ada peran si Amien Rais yang membantu Megawati untuk naik menjadi Presiden wanita pertama Indonesia. Setelah Megawati membuat sistem pemilihan umum secara langsung tidak melalui DPR RI selayaknya dulu, Amien Rais dengan percaya diri maju bersama Siswono Yudo Husodo, meski akhirnya kalah karena hanya memperoleh 14 persenan suara saja, kala itu Prabowo masih belum muncul.

    Kalau soal Prabowo mungkin ya itu tadi hampir sama, merasa Pe-de atau Percaya Diri tetapi akhirnya kalah waktu bertanding. Prabowo yang kalah itu berpasangan dengan Megawati seakan percaya diri akan menang dan mengalahkan pesona SBY-Boediono, bahkan desas-desusnya adalah di periode berikutnya, Prabowo-lah yang harus menjadi Presiden Indonesia. Mungkin kalau tidak salah adalah perjanjian Batu-tulis antara Megawati-Prabowo atau PDIP – Gerindra.

    Taktik jitu seorang Danjen Kopassus, dia mungkin pintar membaca sistem peralihan politik presiden-wakil presiden sebelumnya yakni angkat presiden, tengah jalan lengserkan, dan bisa berkuasa selanjutnya. Entahlah, tetapi kemungkinan yang terbaca seperti itu, karena Prabowo masih merasa kala itu partai politik yag dia dirikan masih kecil, harus menunggang kuda yang lebih besar untuk bisa berkuasa.

    Ambisi kedua sahabat ini tentu sangat besar, Amien Rais serasa masih menjadi orang yang paling berjasa bagi negara ini dan pendapatnya harus didengar meski sebagian besar penulis nilai pendapatnya banyak yang ngawur. Sedangkan Prabowo ini orang yang benar-benar ambisius seperti Amien Rais, yakni ingin menguasai negara ini, dengan dalih membuat Indonesia bangkit kembali, atau si macan asia ini mengaum kembali. Serasa mereka berdua ini orang yang gak pernah Legowo dengan kekuasaan yang tidak mungkin akan diraihnya.

    Merasa Jumowo karena seperti penulis sebutkan tadi, Mereka berdua merasa dirinya adalah tokoh penting bagi negara ini, dan mereka ini harus berkuasa, harus berkuasa, perlu penulis ulang sekali lagi mereka ini harus berkuasa. Coba kalau Prabowo jadi Presiden Indonesia, pasti Amien Rais jadi penasihat utama selain Hasyim Djojohadikusumo dan Idrus Sambo (Mantan pimpinan presidium 212).

    Persoalan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang kembali mencuat, entah itu dibangkitkan kembali oleh pemerintah Jokowi sebagaimana yang selalu dituduhkan Amien Rais, atau PKI yang ingin memberontak kembali karena ada angin segar yang diberikan oleh pemerintah Jokowi, penulis katakan ini adalah logika ngawur seorang Amien Rais. Hanya karena pemutaran kembali Film Pemberontakan G30SPKI yang diperbolehkan kembali oleh pemerintahan Jokowi.

    Aroma busuk pikiran seorang tokoh nasional Amien Rais ini serasa begitu kentara dan terasa sampai hidung penulis, entah bagaimana dengan pembaca sekalian. Amien Rais penulis logikakan dengan membuang sampah busuk ke pelataran rumah Jokowi, dan karena itu Jokowilah yang akan disalahkan karena aroma busuk dari pelataran rumahnyalah bau itu tercium. Benar kan?

    Tinggal Amien Rais bicara sana-sini dengan memberitahukan aroma busuk itu berasal dari mana, voila! dia berhasil, tetapi jangan senang dulu, Amien Rais ini ternyata “tukang kompor”, yang suka ngomporin warga yang sebenarnya sudah terbuka pikirannya bahwa tidak mungkin seorang Jokowi akan membiarkan pelataran rumahnya beraroma busuk. Tinggal pasukan kuda saja yang akan mendukung si tukang kompor ini.

    Penulis sejak Pilkada Jakarta kemarin memang sedikit mendapat info soal PKI yang akan terus diagungkan oleh kelompok kontra Jokowi untuk membuatnya lengser dan hingga Prabowo bisa menjadi Presiden Indonesia di masa mendatang.

    Ya seperti itulah … mereka berdua.




    Penulis  : Asmoro     Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Amien Rais Seperti Prabowo Yang Tak Pernah Legowo, Kini Jumowo PKI Digowo-gowo Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top