728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 29 September 2017

    #Warta : Akhir Kisah Setya Novanto “the Untouchable” di Tangan Cepi Iskandar

    Setya Novanto menuju titik akhir kisahnya. Tentu berat benar tekanan psikologis bagi Cepi Iskandar, pengadil praperadilan tersangka korupsi E-KTP. Begitu pula begitu berat derita yang dialaminya. Keduanya bergelut dalam kepentingan yang luar biasa. Pertarungan kepentingan yang tiada tanding tiada banding bagi keduanya. Pertaruhan diri dari manusia yang berbeda kepentingan namun satu tujuan: diri sendiri.

    Setya Novanto adalah orang terkuat di Indonesia. Tidak ada orang yang seperti dia. Unik. Banyak teman di mana-mana, di semua lembaga, dari angkatan perang, polisi, jaksa, hakim, pejabat, politikus, pengusaha, bahkan sampai mafia Petral pun dia kenal dan karibnya. Tidak ada satu pun manusia yang bukan temannya.

    Dibela Kolega di DPR dengan Pansus KPK

    Di Golkar Setya Novanto adalah bendahara lama sekali. Di DPR dia dibela mati-matian oleh Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Bahkan saking hebatnya, Fadli Zon pun meminta KPK menunda pemeriksaannya sebagai tersangka kasus E-KTP. Luar biasa.

    Sebelumnya, gelagat pembelaan DPR terjadi dengan dibangunnya Pansus KPK. Tujuan untuk membentuk pansus ini hanyalah sederhana. Memberi tekanan kepada KPK karena banyak sekali anggota DPR disebut dalam kasus E-KTP. Puncaknya adalah ketika dia ditetapkan sebagai tersangka E-KTP.

    Dengan adanya pansus, para koruptor pun bersatu padu dan tertawa karena ada yang mencarikan jalan pembebasan dengan merongrong KPK. Masa tugas KPK pun diperpanjang untuk memberikan keseimbangan dan adu kuat pengaruh antara KPK dengan gerombolan para tersangka dan kaki tangan mereka di DPR, yang memerjuangkan kepentingan mereka sendiri.

    Kekuatan Setya Novanto

    Kekuatan Setya Novanto memang tiada tanding tiada banding. Selain kuat, dia juga licin bak belut di lumpur belitan hukum. Tak perlu menyebut kasus PT. EGP dan sebagainya. Tak perlu disebutkan di mana dan kapan dia lolos dari jeratan hukum. Licin, lihai cerdas. Sederhana. Memesona.

    Silakan baca tulisan saya sebelumnya soal kekuatan seorang Setya Novanto:

        Bedah Kekuatan Setya Novanto

    Hanya maneuver spektakuler rancangan dan tekanan yang melibatkan sebagian musuh politiknya yang pernah menghempaskannya dari kursi Ketua DPR, lewat sidang pengadilan etik MKD DPR.

    Namun, akibat ulah si Arif MK, keabsahan alat bukti di MKD dibatalkan olehnya – bukti kekuatan pengaruh yang hebat – maka semua keputusan sidang MKD DPR batal. Alhasil, Setya Novanto tanpa ampun menyingkirkan Ade Komaruddin alias Akom yang sama-sama disebut oleh KPK. Dia kembali ke tampuk kekuasaan dan bergabung dengan duo F. Klop. Reunian lucu ala anak TK.

    Kekuatannya semakin dipertontonkan dengan sandiwara masker gas ngorok di rumah sakit dan berbagai penyakit yang diderita. Sakitnya diderita menjelang dia dipanggil sebagai tersangka oleh KPK. Uluran waktu itu berhasil karena ada kepentingan dengan pengadilan praperadilan sebagai tersangka, yang gugur demi hukum ketika tersangka sudah diperiksa. Klop.

    Akhir Drama di Tangan Cepi Iskandar

    Kini tahapan pengambilan keputusan tengah digodok oleh Cepi Iskandar. Catatan Cepi Iskandar mencengangkan. Kasus korupsi Kepala Dinas Pendidikan Jabar Joko Sulistyo yang merugikan negara sebesar  Rp 5,1 miliar diputus bebas murni.

    Catatan lainnya di PN Purwakarta ketika bertugas sebagai kepala di sana ada kasus menghebohkan dengan adanya tuntutan ringan dsb. Namun, yang paling menonjol justru ketika menolak praperadilan Hary Tanoe yang sudah limbung dan tanpa kekuatan.

    Catatan kiprah normatif Cepi ini menjadi menarik untuk ditunggu. Ini pula menjadi kesempatan penyeimbang karir dia dan kesempatan bersentuhan dengan manusia terkuat di Indonesia,seperti omongan manusia tidak waras dan gila menurut Kim Jong Un, yakni Donald Trump. Setelah lolos dan berhasil mulus dengan kasus HT, kini apakah dia berhasil menempatkan nuraninya di titik kehormatan tertingginya sebagai manusia, bukan hanya hakim.

    Hal ini menjadi penting dan sangat menarik karena sebagai manusia terkuat di Indonesia versi Trump telah dibuktikan kesaktiannya. Misalnya sakit saja masih bermain-main dengan alat mendengkur dan ngorok, bukan menggunakan alat monitor jantung.

    Yang paling hebat kok para dokter di rumah sakit tidak memersiapkan alat yang tepat dan melakukan setting terhadap semua perlengkapan. Ini menjadi bahan tertawaan netizen tentu.

    Dari rumah sakit pun masih bisa bermanuver, dengan tujuan berobat ke luar negeri, sambil pula menunggu keputusan hakim Cepi Iskandar. Jika praperadilan dikabulkan dan dia menang, dipastikan kesehatan akan lebih baik karena secara psikologis beban derita tersangka menjadi berkurang.

    Jika kalah maka akan semakin banyak berita dan tontonan entah itu selang, tabung oksigen, atau pun diagnose berbagai penyakit yang orang lemah atau orang biasa, alias bukan orang kuat, pasti sudah akan tidak mampu menanggung derita alias bisa tamat. Untung dia sebagai orang kuat. Alhamdulillah. Terima kasih dari doa Trump.

    Untuk praperadilan Setya Novanto ini, bahkan ahli expert tukang empu paranormal sekelas Ki Sabdopanditoratu pun hanya mampu memridiksi kekalahan Setya Novanto, setelah mendalami suasana batin Cepi Iskandar, hanyalah dalam angka 49-51. Kemungkinan kalah-menang cuma 1 persen doang. Itu angka yang hanya gerak energi batin keilahian dan doa yang bisa menggeser, seperti doa yang dikirimkan ke Cepi Iskandar seperti doa Ketua KPK. Itu pun tak berjalan semulus sebagaimana biasa. Demikian Ki Sabdopanditoratu yang tidak pernah salah prediksi atau ramalannya. Salam bahagia ala saya.




    Penulis  :   Ninoy N. Karundeng   Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Akhir Kisah Setya Novanto “the Untouchable” di Tangan Cepi Iskandar Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top