728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 19 September 2017

    #Warta : Ada Apa Natalius Pigai dengan Asma Dewi Saracen? Ko Tra Bisa Mengelak Pace

    Jejak digital memang sadis membuka borok manusia-manusia munafik yang merasa diri paling hebat dan paling benar. Gusti ora sare. Apapun yang diperbuat oleh orang-orang yang busuk hati dan nuraninya, sekalipun sembunyi-sembunyi dibalik pohon pepeda, suatu saat akan terungkap juga ke permukaan segala borok, nanah, koreng dan kudis mereka.

    Selincah-lincahnya kingkong bergelayutan di pepohonan suatu saat akan terpelanting juga sekalipun tangannya lebih panjang dari kaki. Ini yang terjadi saat ini dengan tertangkapnya Asma Dewi, salah satu pentolan sindikat sadis penyebar Hoax dan ujaran kebencian.

    Yang menariknya dari sekian banyak foto-foto selfie perempuan berjilbab ini dengan tokoh-tokoh dari kaum sebelah, baik itu selfie dengan Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ahmad Dhani, ternyata si Asma Dewi ini juga berselfie dengan Natalius Pigai, Komisioner HAM yang sangat membenci Presiden Jokowi.

    Tentu saja banyak orang bertanya-tanya dan terheran-heran kenapa bisa pace Natalius Pigai yang Komisioner HAM ini berpose dengan pentolan Saracen sindikat penghancur kedaulatan negara tersebut.

    Sebenarnya fakta ini bukan sesuatu yang luar biasa karena rekam jejak pace Natalius Pigai ini bukan HAM lagi yang diurusnya, akan tetapi terjun bebas ke politik praktis dengan manuver-manuvernya untuk menumbangkan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

    Apapun yang menjadi pertanyaan dan sumber keheranan orang, intinya pace Natalius Pigai ini sudah masuk dalam lingkaran setan. Apakah mungkin ada upeti dibalik jasa-jasanya pace Natalius Pigai selama ini yang terus bermanuver menyerang Presiden Jokowi selama ini? Au ah gelap. Biarkan Penyidik Polri bekerja menuntaskannya sampai melimpahkan kasus ini ke meja Pengadilan.

    Mutiara dari Timur yang Jadi Arang di Ibukota

    Jujur saja saya dulu sangat bangga ada perwakilan orang Indonesia Timur yang jadi Komisioner HAM, tapi setelah manuver-manuver politik busuknya selama ini yang kerap menyerang pemerintahan Pesiden Jokowi, kebanggaaan itu sirna dan berubah menjadi penyesalan seumur hidup kenapa orang seperti ini yang dipilih menjadi Komisioner HAM.

    Apakah tidak ada lagi orang Indonesia Timur yang lebih baik dan lebih sopan untuk dijadikan Komisioner HAM? Selain menyesal saya juga merasa rugi besar karena uang yang saya bayarkan ke pajak negara dipakai untuk membayar gaji orang ini. Hasil kerjanya nol besar, tugas pokoknya menangani masalah HAM tidak dikerjakannya sama sekali, malah sibuk main api dengan sindikat Saracen.

    Sampai detik ini saya masih terheran-heran kenapa mutiara dari timur itu bisa berubah drastis jadi arang di ibukota dimana kelakuannya tak ubahnya persis seperti kelakuan anggota ormas anarkis dan radikal FPI itu.

    Statement-statementnya selalu miring terhadap pemerintah. Entah apa salah dan dosa pak Jokowi sama pace Natalius Pigai ini sehingga membuatnya selalu uring-uringan menyerang Presiden Jokowi tanpa ampun. Semua yang dikerjakan pak Jokowi untuk kemaslahatan bangsa ini tidak ada yang benar di matanya.

    Kinerja Presiden Jokowi diserangnya habis-habisan padahal tidak ada hubungannya dengan ruang lingkup pekerjaannya sebagai seorang Komisioner Komnas HAM. Mulai dari menuding blusukan-blusukannya Presiden Jokowi selama ini hanya menghabiskan uang negara.

    Menuding apa yang dilakukan Presiden Jokowi tidak berguna bagi rakyat, menuding Presiden Jokowi tidak punya kemampuan menyelesaikan masalah, ngatain bu Susi Pudjiastuti Menteri yang bodoh sampai seruannya agar seluruh rakyat Indonesja jangan pilih Jokowi lagi jadi Presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Memangnya dia pikir dia itu siapa.

    Presiden Jokowi bukan seorang kepala negara pelanggar HAM yang tukang culik dan bunuh mati para aktifis seperti sang capres abadi itu, namun herannya dibenci mati oleh pace Natalius Pigai ini. Namun titik terang itu mulai terkuak, manuver-manuvernya selama ini menyerang Presiden Jokowi ternyata ada hubungannya dengan sindikat Saracen ini.

    Sangat disayangkan mutiara dari timur itu sudah dicuci otaknya oleh kaum radikal dan sindikat Saracen itu sehingga melupakan tugas pokoknya menangani masalah-masalah HAM di negeri ini. Sudahlah pace, fokus di ko pu tugas utama di Komnas HAM itu. Ko stop sudah urus yang tra guna-gana itu, masih banyak tugas yang lebih manusiawi di Komnas HAM yang harus pace tuntaskan.

    Jangan Pace terlena dengan rayuan maut semanis madu lembah Baliem di pegunungan Jayawijaya Papua lalu berselfie ria dengan para sindikat busuk Saracen itu. TUHAN mengasihimu sodara, walaupun ko tra mengasihi pemerintahmu sendiri. Kura-kura begitu.







    Penulis :    Argo   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ada Apa Natalius Pigai dengan Asma Dewi Saracen? Ko Tra Bisa Mengelak Pace Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top