728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 19 Agustus 2017

    #Warta : Tak Menyangka Cadar Itu Busana Yahudi, Paskibra SMK Al Idrisiyyah pun Dapat Kata Mashaa Allah, Luarrrbiasaaa… Allahuakbar!

        “Mashaa Allah.. Petugas Paskibra Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya 17 Agustus 2017 kali ini dari SMK Al Idrisiyyah.”
        “Siswi di SMK ini memang sebagian besar berniqob, dan Masha Allah ketika menjadi petugas pun sama sekali tidak melepas Niqob.”
        “Dan kalau kita perhatikan lebih jelas, formasinya.. antara ikhwan dan akhwat dipisah. Malah menjadi ciri khas yang sepertinya hanya ada di kita.. belum ada di yang lain. Luarrrbiasaaa… Allahuakbar,” tulis @sahabatmuslimah di Instagram.

    Apa hendak dikata. Semua adalah dampak dari fakir wacana. Pembodohan masif pun terjadi secara sistematis. Jadilah sebuah pemahaman tunggal kalau hijab, abaya, burqa atau niqab alias cadar adalah busana super islami.

    Apalagi hal itu dikerjakan secara masif oleh ustadz-ustadzah mendadak seleb hingga berlabel ustadz gugel. Jadi pegel deh, denger kalau hijab, abaya, burqa atau niqab alias cadar adalah busana super islami.

    Tidak heran, ketika paskibra SMK Al Idrisiyyah mencoba unik dengan kostum bercadar, banyak puja-puji dengan asumsi itu busana super islami. Apalagi ketika ngebahas soal formasi, ikhwan dan akhwat yang dipisah, seolah-olah itu formasi yang paling syar’i. Duuh… sebegini dan sebegitunya kalau orang mulai mabok agama.


    Nah, supaya tidak alami fakir pikir hingga terus-terusan berasumsi bahwa hijab hingga cadar atau niqab adalah busana islami, ada baiknya menyimak kuliah Prof. Sumanto al Qurtuby berikut ini. Uraian yang menjelaskan bahwa hijab itu adalah pakaian yang berasal tradisi Yahudi.

    Bagi Prof. Sumanto, ajaran tentang hijab memang disyariatkan dalam teks-teks dan Kitab Suci umat Yahudi (seperti Talmud). Jauh berabad-abad sebelum Al-Qur’an hadir, Kitab Suci Yahudi sudah mengsyari’atkan tentang hijab ini. Karena itu tradisi hijab ini bukan hanya “sangat Islami” tetapi juga “sangat Yahudi”. Bukan hanya “sangat Qur’ani” tetapi juga “sangat Talmudi”.

    Adalah salah satu tokoh Yahudi yang getol sekali menyuarakan gerakan “hijab Syar’i”. Bruria Keren, namanya. Seorang pemimpin Yahudi ortodoks di Israel. Ia bahkan mengklaim bahwa asal-usul “tradisi hijab” itu berasal dari Yahudi. “…karena itu, siapa saja, perempuan mana saja, yang mengenakan hijab berarti telah meniru-niru ajaran, budaya, dan tradisi Yahudi.”

    Menurut Keren, sebagaimana dijelaskan Prof. Sumanto, “kitab-kitab suci agama di Timur Tengah, termasuk Al-Qur’an, yang mengajarkan tentang hijab berarti telah menjiplak Kitab Talmud. Klaim ini sebetulnya sangat berlebihan dan hiperbolik mengingat jauh sebelum masa Israelite (Yahudi Kuno), tradisi hijab ini sudah dipraktekkan oleh berbagai suku dan kelompok masyarakat di Timur Tengah (Mesopotamia, Assyria, dlsb).”

    Sebagai sebuah gambaran kiranya jelas bahwa tidak tepat kalau hingga menganggap hijab dan cadar, burqa atau niqab adalah pakaian asli Islam. Klaim demikian lama-kelamaan pasti akan jadi bahan tertawaan karena memperlihatkan tuna wacana.

    Supaya tidak makin galau, ada baiknya menyimak juga penjelasan Seorang anggota parlemen Mesir, sebagaimana diberitakan voa-islam.com. Ternyata para anggota parlemen Mesir sedang menyusun undang-undang yang akan melarang wanita mengenakan burqa di lembaga pemerintah. Alasannya, cadar yang menutupi wajah penuh adalah sebuah “tradisi Yahudi”.

    Amna Nosseir salah satu anggota mengklaim pada Rabu (9/04/2017) yang lalu bahwa burqa -yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai niqab- memiliki asal-usul dalam hukum agama Yahudi.

    “Dalam Perjanjian Lama, Anda menemukan dalam bab 38 bahwa para pemuka agama Yahudi memberitahu Anda bahwa jika wanita Yahudi meninggalkan rumah tanpa menutupi wajah dan kepala maka mereka melanggar hukum agama Yahudi,” kata sang anggota parlemen selama wawancara dengan media lokal sebagaimana diberitakan voa-islam.com.

    “Saya telah mengumpulkan sekitar 20 teks-teks dalam otoritas agama Yahudi yang benar-benar melarang perempuan dari menampilkan wajah dan kepala mereka,” klaim Nosseir. Dan, hanya satu sekte kontroversial kecil Yudaisme ultra-ortodoks yang menyerukan bagi para perempuan untuk mengenakan penutup seluruh tubuh bergaya burqa.

    Mesir sendiri sebenarnya sudah memiliki undang-undang terhadap niqab yang berlaku. Pada 2015, Universitas Kairo melarang staf akademik mengenakan niqab di kelas karena “menghalangi komunikasi siswa-guru”.

    Sekarang, masihkah paskibra SMK Al Idrisiyyah merasa menjadi paskibra paling islami dunia-akhirat? Atau sebenarnya telah menjadi paskibra dengan gaya Yahudi? Atau malah ingin memperkenalkan gaya hybrid? Yahudi sekaligus Islami? Hi hi hi…



    Penulis   :  Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tak Menyangka Cadar Itu Busana Yahudi, Paskibra SMK Al Idrisiyyah pun Dapat Kata Mashaa Allah, Luarrrbiasaaa… Allahuakbar! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top