728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 29 Agustus 2017

    #Warta : Suudzonnya Kader Gerindra Pada PNS DKI Jakarta Adalah Pujian Bagi Ahok

    Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta yang juga anggota Fraksi Gerindra, Syarif, kecewa dengan dihapusnya dana anggaran pengadaan lahan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Kekecewaan ini berlanjut dengan ketakutan para PNS itu juga akan mengerjai Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kelak ketika mereka sudah resmi menjabat. Ia pun menilai langkah ini adalah upaya PNS Pemprov DKI Jakarta yang mengerjai Gubernur saat ini, Djarot Saiful Hidayat.
    “Saya kan lihatnya aspek politik dong, kebijakan pimpinan kok bisa-bisanya tidak dijalankan. Saya tidak mau berikutnya Anies-Sandi memerintahkan ke bawahannya hanya iya iya saja, begitu eksekusi enggak bisa,”

    “Kita harus menghargai pimpinan kan. Bagaimana pun caranya ya dicari payung hukumnya, pasti bisa kok,”

    “Intinya karena enggak ada Ahok, mereka enak-enakan lempar tanggung jawab. Kalau ada Ahok saya yakin pada dipanggil, diberhentikan,”

    Ada beberapa hal yang menarik di sini, yakni :
    1. Sebetulnya kita tidak tahu apakah dihapuskannya anggaran RPTRA di sisa kepemimpinan Djarot itu sebagai upaya mengerjai sang Gubernur oleh para PNS atau memang proyeknya sudah selesai sehingga tak perlu lagi ada anggaran tersebut. Sedikitnya ada 188 RPTRA yang sudah dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta sampai Januari 2017 saja meski yang diresmikan tidak sampai setengahnya karena kesibukan Kepala Daerah. Jumlah yang cukup besar dan cepat mengingat Ahok-Djarot memimpin Jakarta hanya sekitar 2,5 tahun saja. Saya kira kok Pak Djarot tidak seceroboh itu seandainya memang RPTRA masih butuh anggaran. Bisa jadi masih ada anggaran tersisa untuk finishing. Dan dengan rentang kurang dari dua bulan tentu agak terlalu ngoyo kalau Djarot masih harus membangun RPTRA baru dari awal.
    2. Saya mencium adanya ketidakpercayaan dari Syarif bahwa Anies dan Sandi akan diterima dengan baik oleh para PNS di lingkungan Pemprov. Kok kesannya nggak enak sekali ya ketika akan datang orang baru tiba-tiba sudah dihembuskan peringatan “awas lu nanti dikerjain sama mereka“. Hawa-hawa curiga seperti ini tentu bukan pondasi yang baik untuk menciptakan iklim kerja yang dinamis dan menyenangkan di lingkungan Pemprov. Apalagi yang mengatakan hal ini adalah anggota dewan. Kalau dia pribadi percaya dengan leadership Anies Baswedan ataupun Sandiaga Uno tentu harusnya tak perlu ada kekhawatiran mereka akan dikerjai kecuali jika dia tahu kualitas dua orang itu yang sebenarnya. Ya masak sih yang satu bekas menteri dan rektor, satunya pengusaha besar dengan ribuan karyawan kemudian akan tak berdaya dengan PNS di Pemprov DKI Jakarta?
    3. Ini yang paling saya senang. Secara tidak langsung ini adalah pujian dan pengakuan atas ketokohan dan kinerja seorang Ahok. Syarif tahu betul Ahok adalah orang yang tegas, berani, dan tahu apa yang harus dikerjakan. Dia pasti akan menegur dan tak segan memberhentikan kalau ada PNS yang mbalelo. Dan karena Ahok tegas maka PNS itu tidak ada yang berani macam-macam. Artinya, menurut Syarif, baik Djarot apalagi Anies dan Sandi tidak ada yang bisa menyamai kinerja dan ketokohan seorang Basuki Tjahaja Purnama sekali pun. Bahkan meski Gerindra adalah pengusung Anies-Sandi, ini lho ada anggota fraksinya yang masih sangsi bisa tidak mereka survive dengan polah kinerja PNS di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta. Suatu hal yang mana Ahok bisa buktikan dia bisa memimpin para PNS itu dengan baik selama ini.
    Begitulah jika orang memang memiliki kemampuan. Meski dihujat sana-sini toh akhirnya pengakuan akan selalu muncul baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan mereka yang meski dikemas sedemikian rupa kalau secara bawah sadar diragukan maka orang akan selalu ragu dengan kemampuannya.

    Gimana, menyesal Ahok kalah dan masuk penjara?





    Penulis : Rahmatika    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Suudzonnya Kader Gerindra Pada PNS DKI Jakarta Adalah Pujian Bagi Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top