728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 23 Agustus 2017

    #Warta : Soekarno dan Jokowi Sama-sama Pemimpin Besar yang Lahir dari Rahim Rakyat

    Jangan salah! Kehebatan Soekarno tidak melulu terletak pada kemampuan berpidato atau oratornya. Seolah ketika orang bisa berpidato berapi-api lalu minta dimirip-miripkan dengan Soekarno. Suka berbaju nasionalis seperti gaya Soekarno langsung minta disejajarkan dengan kebesaran Sang Proklamator. Tahulah siapa gerangan yang dimaksud?

    Adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang menyebut sosok proklamator Soekarno memiliki kemiripan dengan Presiden Joko Widodo. Kemiripan yang bukan pada segi tampak luar tetapi lebih ke tataran kedalaman. Hal ini disampaikan Pratikno usai membuka dan meninjau pameran arsip-arsip Soekarno di Kementerian Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/8/2017), sebagaimana dipantau Kompas.com.

    “Saya sudah baca lalu lihat dokumen-dokumennya, lihat fotonya, luar biasa. Saya rasakan mirip-mirip juga dengan Pak Jokowi,” kata Pratikno.

    Cara pandang Pratikno berbeda dengan lazimnya orang. Kebanyakan orang sudah cukup bangga ketika mencari kemiripan pada tataran lahiriah, seperti gaya busana hingga gaya bicara. Nah, Pratikno ternyata mampu melihat lebih dalam lagi. Pratikno mengatakan, salah satu kemiripan Soekarno dan Jokowi adalah dari gaya kepemimpinan keduanya yang dekat dengan rakyat.

    Jokowi paham betul bahwa pemimpin yang besar itu harus ada dalam hati rakyat. Supaya pemimpin bisa tinggal di hati rakyat, syaratnya hanya satu. Tulus mengabdi. Dan, itulah Jokowi. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, dia hadir dalam Nawacita dan semangat kerja, kerja, dan kerja. Bukti kinerja pun sudah semakin merata. Berbagai daerah makin teratur menerima pembangunan infrastruktur. Berbagai tempat sudah tersentuh pembangunan yang sudah lama dinanti-nantikan.

    Pemerataan ini terjadi karena didorong keunggulan Jokowi ketika kerap melakukan blusukan hingga daerah terpencil dan perbatasan Negara Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, optimisme dan semangat juang selalu dikobarkan. Kuis berhadiah sepeda selain sebagai sarana untuk berinteraksi dengan warga, sejatinya juga sebuah simbol harapan yang harus diraih dengan kerja keras. Ibarat sepeda yang mesti dikayuh dengan pantang mengeluh, tanpa takut berpeluh.

    Itulah bukti kalau Jokowi memang dekat di hati rakyat. Kedekatan yang mirip dengan Soekarno seperti tercermin dari foto-foto koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Seperti diperhatikan Pratikno, foto-foto tersebut banyak menunjukkan Soekarno sedang bersama rakyat, mulai dari petani hingga anak-anak. Semua kalangan.

    “Saya ketika lihat ini sangat bagus teman-teman ANRI dan Setneg mengemasnya, sangat bagus sekaligus menunjukkan gaya seorang pemimpin besar yang dekat dengan rakyatnya. Pekerja yang hebat langsung turun ke lapangan sampai beliau Soekarno menjadi guru, turun ke petani, ke sawah tanpa canggung di sisi lain juga seorang pemimpin yang dicintai rakyat,” tegas Pratikno.

    Benar-benar, baik Soekarno atau pun Jokowi adalah pemimpin yang lahir dari rahim rakyat. Pemimpin yang ada untuk rakyat. Pemimpin yang dekat dan berada di hati rakyat. Dan tentunya, pemimpin yang merakyat.


    Soekarno muncul dari konteks perjuangan kemerdekaan. Berada dan tinggal bersama rakyat tanpa jarak, bahkan senafas dalam jerih dan juang. Itulah mengapa Soekarno berada di hati rakyat.

    Sekalipun diisukan CIA berupaya melakukan pembunuhan terhadap karakter Bung Karno tetapi tetap tak berhasil. Nama Soekarno terlanjur menjadi ikon yang selalu mengundang daya tarik.

    Jangan heran bila mantan menantu Presiden Soeharto, Prabowo Subianto dalam rangka menarik simpati rakyat, rujukannya adalah Bung Karno dan bukan Pak Harto. Ini tentu menarik, mengingat jangka waktu menjadi presiden, jelas Pak Harto lebih lama. Secara kedekatan tentu dengan Pak Harto lebih dekat. Namun, itulah hebatnya Bung Karno yang gaya berpakaian dan gaya pidato ditiru Prabowo Subianto secara masif, terstruktur dan sistematis.

    Jokowi berbeda. Presiden yang dibesarkan oleh cinta rakyat ini tidak meniru gaya berbusana dan gaya berbicara Soekarno. Dia lebih memilih memahami ideologi dan gaya kepemimpinan Soekarno yang merakyat. Kemiripan ditemukan lebih kepada jiwa kepemimpinan dan semangat nasionalisme, cinta bhakti untuk negeri.

    Rupanya, Pratikno secara jeli memperhatikan hal ini. Ketika dia melakukan pengamatan foto-foto Bung Karno yang ada dalam arsip-arsip Soekarno. Kesamaan pemimpin yang beda zaman ini terletak pada jiwa, hati dan pengabdiannya.

    Baik Soekarno maupun Jokowi adalah pemimpin yang berjiwa dan mencintai seni dan budaya Nusantara. Ketika membangun kota Jakarta, Soekarno sangat menekankan sentuhan seni arsitektur yang menampilkan ruang kehidupan yang indah. Hal ini dilengkapi Jokowi, ketika dalam peristiwa bersejarah, panggung nasional harus menjadi milik budaya Nusantara. Peringatan HUT RI ke-72 yang baru berlalu adalah bukti cita rasa seni yang menghadirkan keindahan dalam kepemimpinannya.



    Penulis :  Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Soekarno dan Jokowi Sama-sama Pemimpin Besar yang Lahir dari Rahim Rakyat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top