728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 18 Agustus 2017

    #Warta : Sesuai Hadits Nabi, Doa Orang Dzolim di Gedung MPR

    Lagi, doa dalam Sidang Tahunan MPR menuai kontroversi. Tahun 2016 lalu, adalah politisi Gerindra yang memimpin doa. Isi doanya adalah seperti ini:

    “jauhkan kami ya Allah dari pemimpin yang hianat yang hanya memberikan janji-janji palsu. Harapan-harapan kosong. Yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini. tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat.

    Di mana-mana rakyat digusur tanpa tau ke mana mereka harus pergi. Di mana-mana rakyat kehilangan pekerjaan. Allah. di negeri yang kaya ini rakyat ini outsourching wahai Allah. tidak ada jaminan kehidupan mereka.

    Ya Allah, kalau ada mereka yang ingin bertaubat, tapi kalau mereka tidak bertaubat dengan eksalahan yang dia perbuat, gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini ya Allah.”

    Berkaca dari pengalaman tahun lalu, saya pikir doa tahun ini di Sidang Tahunan MPR akan berisi tentang keluhan garam naik dan listrik naik. Namun ternyata di luar dugaan, isinya malah kalimat-kalimat sindiran yang menurut saya lebih cocok diucapkan oleh komedian atau orang yang tidak pernah tau caranya berdoa.

    “Gemukanlah badan beliau Ya Allah karena kini terlihat semakin kurus padahal tekad beliau dalam membangun bangsa dan negara ini tetap membaja untuk maju terus agar menjadi bangsa yang adil makmur dan sejahtera.

    Ya Allah bimbinglah wakil presiden kami Bapak Yusuf Kalla meskipun usia Beliau sudah tergolong tua tapi semangat beliau tetap membara,” kata pendoa yang merupakan politisi Partai Kuliner Sejahtera.

    Dalam kacamata negatif saya terhadap para politisi korupsi sapi dan yang sesapian dengannya, pada kalimat pertama jelas ada unsur pelecehan. Jokowi terlihat semakin kurus, padahal tekadnya membangun bangsa. Dalam susunan bahasa yang lebih sederhana “badannya sendiri aja makin kurus gimana bisa bikin bangsa ini makmur?”

    Sementara kalimat doa tentang Wapres, seperti ada pesan bahwa Pak JK sudah tua, mbok ya pensiuun! Gitu.

    Pada akhirnya, itu hanyalah sudut pandang saya sebagai warga biasa. Yang tau tentang isi hati sebenarnya hanyalah Tuhan dan si politisi tersebut.

    Tapi begini. Penting untuk kita pahami bersama bahwa sejatinya ada adab dan cara dalam berdoa. Karena berdoa kepada Tuhan tidak sama dengan berbicara pada sesama manusia.

    Doa sejatinya meminta ampun, memohon sesuatu kebaikan dengan penuh khusyu. Bukan malah membahas fisik orang lain yang kurus atau tua.

    Sekalipun Jokowi tambah kurus dan JK sudah tua, tetap saja itu tidak perlu disebutkan dalam doa kita kepada yang Maha Kuasa. Kalau tidak percaya, silahkan saja anda doakan secara terbuka, doakan kyai atau orang tua anda dengan kalimat serupa doa politisi Partai Kuliner Sejahtera. Contoh: Ya Allah bimbinglah kyai kami, Fulan bin Fulan meskipun usia Beliau sudah tergolong tua tapi semangat beliau tetap membara.” Coba saja doa seperti itu, mungkin setelahnya kalian dikeroyok santri-santri kyai tersebut.

    Tahun lalu, saya menyebut doa mengeluh berisi orasi politik sebagai doanya setan. Dan karena itu, saya diserang habis-habisan. Padahal kalau kita mau berpikir, itu jelas melecehkan keagungan Tuhan dan doa. Doa yang sejatinya proses komunikasi memohon ampun seorang hamba, memohon kebaikan, kemudian dijadikan ajang orasi politik oleh politisi yang takut untuk beropini secara terbuka. Pengecut. Sehingga bersembunyi di balik kalimat dan kesempatan berdoa.

    Tahun ini saya enggan frontal lagi. Karena sepertinya percuma untuk melawan hati manusia yang sudah terlanjur hitam, sehitam hati sapi. Ya buktinya tahun ini doa di Sidang Tahunan MPR juga masih sama buruknya. Yang ditunjuk berdoa masih politisi yang tidak tau apa-apa dan sepertinya tidak pernah berdoa kepada Tuhan, sebelumnya.

    Tapi sebagai muslim, saya jadi teringat dengan sebuah hadits, “Akan datang suatu kelompok manusia yang Dzolim dalam berdoa.” (H.R Abu Daud. Hadist Hasan Shahih).

    Dzolim berarti meletakkan suatu perkara bukan pada tempatnya. Seperti sidang tahunan MPR 2016, waktunya doa dia malah orasi politik. sementara tahun ini, waktunya berdoa malah menyindir fisik orang lain yang tambah kurus dan tua. Ini kan sapi-sapian?!

    Tahun depan, 2018 adalah tahun jelang Pilpres. Doa dalam Sidang tahunan MPR bisa jadi akan sangat jahat menyerang Jokowi lagi. Untuk itu kita doakan agar tahun depan yang berdoa adalah seorang kyai atau ustad asli. Bukan politisi, apalgi dari Gerindra atau PKS. Karena sudah cukup agama Islam dihina dan direndahkan oleh mereka. Begitulah kura-kura.



    Penulis   :  Alifurrahman    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Sesuai Hadits Nabi, Doa Orang Dzolim di Gedung MPR Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top