728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 18 Agustus 2017

    #Warta : Senangnya Kaum Bumi Datar Ketika Ada Proyek Jokowi Rusak : Jembatan Di Muara Puntik Dibangun Tahun 2015, Patah!

    Memang mengenaskan ketika kita melihat jembatan yang baru dibangun pada bulan Juli 2015 dan selesai pada bulan Februari 2016 tiba-tiba patah pada hari Kamis siang sekitar pukul 11.30 WITA. Padahal menurut warga sekitar, jembatan tersebut baru beroperasi sejak 1,5 tahun yang lalu.

    Yang pertama pengunggah berita tentang patahnya jembatan Mandastana Barito ini adalah Sutopo Purwo Nugroho di Twitternya @Sutopo_BNPB.

    Dr. Sutopo Purwo Nugroho adalah tokoh penting dalam hal-hal bencana seperti gempa aceh dan juga patahnya jembatan Mandastana ini. Posisinya saat ini adalah Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia mencuitkan berita ini sebagai informasi tercepat untuk diketahui pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat sebagai tanggung jawab moral mengingat area of work-nya beliau adalah memantau, mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan alam.Sutopo mengatakan, patahnya jembatan ini karena pondasi yang amblas.

    Dilansir Antara, Kamis (17/8), jembatan beton ini patah pada Kamis siang sekitar pukul 11.30 WITA. Padahal menurut warga sekitar, jembatan tersebut baru beroperasi sejak 1,5 tahun yang lalu.
    “Sebelumnya tidak ada tanda-tanda, jembatan tersebut bermasalah, saat dilewati juga tidak goyang, begitu juga tidak ada badan jalan yang retak. Tiba-tiba jembatan ini ambruk begitu saja,” ujar seorang warga sekitar bernama Makmur.
    Kepala Desa Bangkit Baru, Muhammad Alex menduga, jembatan ini patah karena pertemuan arus beberapa sungai yang mengalir di bawah jembatan. Karena hantaman arus yang terus menerus, menyebabkan pilar jembatan ini bergeser hingga ambruk. Tentu saja, ambruknya jembatan ini menyulitkan akses transportasi masyarakat 3 desa yang terhubung karena jembatan ini.
    Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Barito Kuala, Edy Supriadi mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data terkait penyebab ambruknya jembatan tersebut. Saat ini pihaknya segera meminta bantuan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Kalimantan untuk meminta penilaian dan bantuan tenaga teknis ahli jembatan terkait ambruknya jembatan tersebut. “Kami minta waktu untuk bisa menjawab penyebab ambruknya jembatan tersebut, dengan meminta pendapat ahli dari Balai Wilayah Jalan,” jelasnya.  Menurut Edy, jembatan tersebut dibangun dengan dana alokasi khusus APBN perubahan 2015 dengan total dana Rp17,5 miliar. Pembangunan jembatan tersebut, tambah dia, mulai dilaksanakan sekitar Juli 2015 dan selesai dibangun bulan Februari 2016 oleh kontraktor PT Citra Bakumpai.

    “Saat ini data tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sudah ditangan kami, untuk segera kami serahkan ke pihak balai untuk dinilai, semoga bisa segera tahu hasilnya,” katanya.

    Tentang adanya kesalahan dalam pembangunan dan lainnya yang dilakukan pihak kontraktor, Edy mengatakan, bahwa pihaknya belum berani memberikan pernyataan apapun, karena harus melihat penilaian di lapangan. Namun secara kasat mata, diduga ambruknya jembatan tersebut karena faktor alam. Hal itu bila dilihat dari kondisi penurunan pilar yang merata. Terkait terputusnya akses jalan pasca ambruknya jembatan, Edy akan segera melakukan koordinasi dengan camat daerah setempat, agar segera membangun jembatan darurat dan jalan alternatif.

    Bumi Datar Kesenangan Karena Ada Infrastruktur Yang Dibangun Jokowi Rusak
    Eit! Jangan senang dulu wahai saudaraku nun jauh di belahan Bumi Datar.

    Cuitan Dr Sutopo Purwo Nugroho ini tentu saja langsung mendapatkan reaksi yang cepat dari kaum bumi datar, seperti reply dari Muslim Cyber Army @ahmadinejadutie yang mencuitkan, “Itu jembatan dibangun di era @SBYudhoyono ya???? Kan pendukung @Jokowi kalau yang bagus-bagus itu hasil kerja Jokowi tapi kalau yang jelek-jelek bukan”
    Saya kasih contoh ya perbedaan kinerja Jokowi dan SBY.

    Jembatan Lingsir di Kabupaten Balangan rusak sejak tahun 2010. Apakah perangkat setempat setingkat Dr Sutopo tergerak untuk melaporkannya ke pemerintah daerah atau pemerintah pusat? Tidak! Perbaikan jembatan Lingsir ini mulai dianggarkan di tahun 2014. Terpisah saat dikonfirmasi, Kabid Bina Marga PU Balangan, Cecep Ruswantoro mengatakan, sebenarnya untuk perencanaan sudah dianggarkan tahun ini, karena anggaran terbatas kemungkinan ditahun depan. “Tahun ini upayakan masuk di anggaran pemeliharaan, kalau perbaikan keseluruhan akan dikerjakan tahun depan, nanti akan kami pantau lagi,” pungkasnya singkat. Dan baru di tahun 2016, dengan menggunakan murni dana APBD sebesar Rp 2 miliar.

    Jembatan di Muara Puntik rusak kemaren, hari kamis tanggal 17 Agustus dan tindakan awal sebagai alternatif akan segera dilakukan setelah adanya laporan. Itulah bedanya jaman dahulu dan jaman Jokowi.Kesimpulannya untuk pernyataan seperti yang dilontarkan oleh @Muslim Cyber Army adalah bagaimana Pemerintah berreksi cepat atas penderitaan rakyat.

    Saya pribadi bisa saja mengatakan, kenapa dulu waktu pembangunan tidak dibangun dengan kondisi alam yang “radikal” sehingga kerusakan ekstrim bisa dihindarkan? Namun, pertanyaannya sampai sejauh mana indikator keadaan “ekstrim” bisa dihitung ketika tidak ada kejadian? Perhitungan dan kalkulasi konstruksi maksimal bisa dilakukan dengan dasar arus ekstrim yang pernah dialami dan itupun berdasarkan perkiraan manusia. Dan ketika alam berlaku diluar dugaan, apakah kita harus harus tetap berlaku sombong dan congkak? Mungkin seperti itulah di Bumi Datar, dimana manusia adalah penguasa alam.


    Ada pertanyaan menarik dari netizen tentang amblasnya jembatan Muara Puntik ini. “Kasus seperti ini siapa yang bertanggung jawab kontraktor, PEMDA atau panitia lelang?”. Kalau saya boleh menjawab, saya berpegang pada prinsip perusahaan asuransi bahwa mereka tidak mengganti kerusakan karena bencana alam. Dan seperti yang saya tuturkan diatas, perhitungan kekuatan konstruksi dilakukan berdasarnya kondisi terekstrim arus sungai, dan kerusakan akibat alam, maka tidak ada pihak yang harus disalahkan. Yang bertanggung jawab adalah PEMDA setempat. Dan jika Pemda setempat tidak memiliki anggaran ekstra, mereka harus segera lari ke Pemerintah Pusat. Yang pasti, jangan sampai kebutuhan vital perpindahan penduduk dan barang tertunda lama seperti di jaman dahulu kala.

    Yang menarik perhatian saya adalah nama-nama akun yang komentarnya “dodol” sangat mentereng seperti Muslim Cyber Army dan Hukum Milik Penguasa



     Penulis :  Erika Ebener   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Senangnya Kaum Bumi Datar Ketika Ada Proyek Jokowi Rusak : Jembatan Di Muara Puntik Dibangun Tahun 2015, Patah! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top