728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 28 Agustus 2017

    #Warta : Saudi Terbitkan Surat Utang Dalam Yuan, Berani Cap Antek Aseng?

    Ketika minyak sudah tak lagi menjadi kerukan uang yang menggiurkan maka hal tersebut turut mempengaruhi perekonomian negara-negara yang selama ini pemasukannya banyak didominasi dari sektor ini. Salah satunya adalah Saudi. Alhasil, negara ini terpaksa berutang jutaan dolar untuk menutupi defisit anggarannya.

    Tak hanya dalam bentuk dolar, Saudi pun akan membuat surat utang dalam mata uang yuan dengan tujuan fleksibilitas perdagangan kedua negara mengingat Cina adalah salah satu pasar utama minyak Saudi serta membantu Cina mewujudkan mimpi menjadikan Yuan mata uang dunia. Selain menutup defisit anggaran, ini juga untuk memudahkan berbagai proyek investasi Saudi di Cina. Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan, Arab Saudi dan China juga berencana mendirikan investment fund senilai US$ 20 miliar. Kita tentu sudah tahu bahwa pasca lawatan Raja Salman ke beberapa negara termasuk Indonesia lalu, Saudi mencatatkan nilai kerjasama lebih besar dengan Cina daripada Indonesia.

        “Kita akan melakukan itu melalui akses ke investor atau likuiditas di pasar. China saat ini adalah salah satu pasar teratas. Kita juga akan mengakses pasar lain dalam hal peluang pendanaan lain, surat utang dan lainnya,” kata Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan Mohammed al-Tuwaijri dalam konferensi Saudi-China di Jeddah.

        Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/3070867/arab-saudi-terbitkan-surat-utang-dalam-bentuk-yuan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

    Pada akhirnya pameo roda itu berputar tidak hanya berlaku untuk perjalanan hidup seseorang tapi juga perekonomian negara. Selama ini Saudi dan banyak negara Arab maupun penghasil minyak lain seperti Brunei, terlena dengan pendapatan yang didapat dari minyak. Saat ini ketika harga minyak goyah mau tak mau mereka harus punya escape plan. Saudi memang punya pendapatan dari jutaan orang yang melakukan ibadah haji dan umroh sepanjang tahun, tetapi tentu itu tidak cukup untuk menutup kebutuhan kas negara sehingga akhirnya mereka juga mengepakkan sayap menjalin kerjasama dan melakukan investasi dengan negara lain. Salah satu negara yang dipilih adalah Cina.

    Tidak ada yang salah dengan keputusan Saudi. Sebab tentu mereka memperhitungkan mana negara yang memang dianggap menguntungkan untuk diajak kerjasama. Negara mana yang pembangunan dan iklim investasinya menggiurkan sehingga investasi mereka juga tidak akan sia-sia. Dan apa yang memudahkan tentu akan dikerjakan termasuk menerbitkan surat utang dalam mata uang tertentu.

    Kalau Saudi saja catch up dengan dinamika yang ada, sangat rugi rasanya kalau justru kita masih ribut menstigmakan negara tertentu saat Pemerintah mengambil keputusan untuk melakukan kerjasama bilateral. Terutama dengan Cina, misalnya. Beranikah mereka yang menuding Pemerintahan Joko Widodo antek Aseng dan pendukung komunis hanya karena bekerja sama dengan Cina kemudian mengatakan hal yang sama kepada Saudi? Atau karena ini Saudi maka semuanya bisa dianggap benar dan mereka yang demen teriak-teriak anti aseng mendadak bungkam?

    Harusnya sih kita justru banyak bertanya ke diri sendiri, kenapa Saudi justru lebih banyak berinvestasi ke Cina padahal Indonesia juga merupakan negara yang secara geografis luas, punya banyak kekayaan alam, jumlah sumber daya manusia yang bisa dijadikan tenaga kerja besar, berada di persimpangan Asia-Australia, negara Muslim terbesar, dan tak lupa setiap tahun berapa ratus ribu orang kita yang pergi umroh dan haji menyumbangkan devisa pada negara tersebut?

    Kita ribut-ribut soal latar negara yang diajak kerjasama namun mengapa Saudi cuek dengan background Cina? Atau jangan-jangan karena masyarakat kita banyak yang suka meributkan hal-hal tak penting yang justru menjadikan banyak negara malas berinvestasi lebih besar di sini? Tentu investor malas kalau harus menganggarkan budget lebih besar dan terjadi hambatan pembangunan hanya karena sikap masyarakat setempat yang kurang kooperatif dan terlalu gampang meributkan hal yang tak perlu.



    Penulis :  Rahmatika    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Saudi Terbitkan Surat Utang Dalam Yuan, Berani Cap Antek Aseng? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top