728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 28 Agustus 2017

    #Warta : Saracen Terbukti Menjual Proposal Untuk Kepentingan Pilkada. Bubar Jalan!

    Saya baru saja mempublish artikel tentang permintaan pada Pak Jokowi untuk tidak melantik Gubernur terpilih jika terbukti terlibat kejahatan SARA dengan menggunakan jasa Saracen. Tiba-tiba saya menerima 2 berita yang sangat mengejutkan dari anggota Pandawa dan group Aku Indonesia Raya atau AIR. Kedua entiti ini adalah pendukung militan Ahok dan Jokowi yang secara senyap melakukan gerakan dukungan mereka baik di dunia nyata dan dunia maya.

    Saya yakin, baik video ataupun berita yang mereka kirimkan ke inbox saya, sudah menyebar dan dibaca oleh masyarakat banyak. Dan Seword mendukung penyebaran berita yang membela terkuaknya kebenaran.

    Pada Liputan6 Jasriadi mengatakan bahwa dia tidak pernah menerima atau menawarkan proposal penyebaran kebencian untuk kampanye Pilkada, tetapi ada seseorang yang minta dibuatkan anggaran untuk menyebarkan kebencian. Buat saya, itu sama saja. Fakta lapangannya sudah jelas, Ahok kalah di Pilkada Jakarta akibat provokasi ujaran kebencian dan SARA!

    Keterangan yang diberikan Jasriadi cukup mendukung dengan apa yang dikatakan kepolisian bahwa diantara berkas-berkas yang disita dari tempat kejadian perkara atau TKP ditemukan proposal dana kampanye via medsos. Keterangan Jasriadi langsung terpatahkan!

    Ya pake logika saja atuh Bapak. Disatu sisi lain si Jasriadi mengaku tidak pernah menerima atau menawarkan proposal penyebaran kebencian untuk kepentingan kampanye Pilkada, di sisi lain, polisi menemukan proposal dana kampanye via medsos. Artinya, di rak dagangan Saracen terpajang produk khusus untuk kampanye Pilkada. Apa mungkin, proposal yang dengan kesadaran penuh dibuat untuk kampanye Pilkada via medsos dibuat tapi tidak ditawarkan? Atau dibuat karena ada orang yang meminta, kan? Kalau keduannya tidak ada, terus proposal dana kampanye Pilkada itu buat kesenangan dan kepuasan sendiri, begitu? Dibaca sambil onani dikamar? Orang gila itu namanya!

    Kalau keahliannya memproduksi kebohongan, SANGAT WAJAR kalau semua keterangan yang diberikan juga penuh kebohongan. Semua keterangan yang diberikan oleh para tersangka, memang hanya bisa dipatahkan dan dibuktikan dengan temuan-temuan bukti yang polisi sita.

    Dari hasil pengembangan kasus itu, polisi menemukan proposal saat olah tempat kejadian perkara di kediaman Jasriadi alias JAS. “Si JAS ini menyediakan proposal bagi siapa pun kelompok maupun perorangan yang membutuhkan jasa yang bersangkutan, proposal dana kampanye dalam medsos,” ujar Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar kepada Liputan6.com.

    Dalam proposal itu, kata Irwan, disebutkan bahwa jika ingin menggunakan jasa Jasriadi, bisa melalui CV Jadi Jaya dengan dikenakan tarif Rp 72 juta per bulan atau per paket.

    Irwan lalu merinci harga paket yang ditawarkan Saracen tersebut.

    1. Pembuatan website atau blog Rp 15 juta perbulan
    2. Jasa untuk buzzer dengan jumlah 15 orang masing-masing dihargai Rp 3 juta. Sehingga totalnya Rp 45 juta
    3. Jasa untuk koordinator Rp 5 juta
    4. Jasa untuk media Rp 7 juta

    Namun, Irwan belum dapat memastikan apakah jasa itu digunakan untuk pilkada atau bukan.

    “Ini kami hanya menemukan bahwa yang bersangkutan memang dugaannya adalah sindikat yang menyiapkan jasa untuk melakukan hoax atau ujaran kebencian,” tandas Irwan.

    Jasriadi terus mengelak dengan mengatakan bahwa group di facebook itu sifatnya umum atau publik dan siapa saja bisa masuk. Aduh Otong, kamu itu terbukti punya berpuluh-puluh akun dan ada 800.000, delapan ratus ribu, akun yang terendus milik Saracen. Saya saja yang menggawangi beberapa puluh group umum di facebook, paling banyak anggotanya 700.000an. Yang masuk dan jadi anggota memang bisa siapa saja, tapi yang ahli mengunggah berita kebencian dengan sangat berani cuma group milik kamu!

    Kalau akun-akun biasa yang pemiliknya perorangan, mereka masih akan ada rasa takut diciduk polisi kalau mau mengunggah status dengan konten kebencian tingkat dewa. Itu yang membedakan mana akun biasa milik perorangan dan mana akun milik sindikat. Dan lagi, status yang diunggah dengan konten kebencian akut dengan misi propaganda, pasti diunggah di group-group milik Saracen sendiri. yang kemudian disebarkan oleh anggota lain yang terjangkit penyakit benci. Karena kalau posting kebencian itu masuk ke group-group projo, para admin tidak akan meloloskannya dan si pengunggah langsung diblock dari keanggotaannya.

    Jasriadi selama pemeriksaan terlihat seolah dia yang paling pintar. Memang dia pintar. Menciptakan komoditi yang bisa dijual dengan harga yang sangat mahal, hanya dengan modal kebohongan, itu memerlukan kejeniusan. Baik dari sisi ilmu informatika, management dan pemasaran. Jasriadi, sebagai yang paling ahli, 102% pasti tahu alur-alur dan aturan-aturan yang berlaku di group-group facebook.

    Tapi saya percaya dan yakin, kepolisian diisi oleh orang-orang pintar yang sudah biasa berada dilingkungan orang-orang jahat dengan 1001 macam gaya untuk menolak semua tuduhan. Polisi bisa merasakan, seseorang itu berkata benar atau bohong tanpa harus memakai alat deteksi kebohongan. Alat deteksi kebohongan hanya dipakai bagi penjahat profesional yang menguasai ilmu kejiwaan.

    Ah, Jasriadi ini memang jenis manusia yang sama sekali tidak takut pada Tuhan. kebohongan mengalir dari mulutnya begitu deras seperti hujan dan air disungai besar. Masya Allah.



    Penulis :   Erika Ebener    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Saracen Terbukti Menjual Proposal Untuk Kepentingan Pilkada. Bubar Jalan! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top