728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 30 Agustus 2017

    #Warta : Saracen : Ketakutan Eggi dan Gerindra?


    Mahkamah Agung (MA) mulai mengadili raibnya baju Nasrudin Zulkarnaen. Antasari Azhar meminta agar RS Mayapada mengungkap di mana keberadaan baju yang dipakai Nasrudin saat tertembak.

    Nasrudin tewas setelah kepalanya tertembus peluru usai main golf di Tangerang pada 14 Maret 2009. Direktur Putra Rajawali Banjaran kala itu memakai kemeja kotak-kotak lengang pendek. Setelah itu, ia segera dibawa ke RS Mayapada dan dari RS Mayapada, Nasrudin dibawa ke RSCM tapi nyawanya tidak tertolong.

    Hingga hari ini, keberadaan baju kotak-kotak itu tidak jelas rimbanya. Padahal, baju itu menjadi salah satu kunci utama kasus pembunuhan tersebut. Antasari tidak terima dan menggugat RS Mayapada ke pengadilan. (dikutip dari detik.com)

    Hari ini tepatnya setelah shalat subuh saya kaget ketika membaca berita bahwa MA mulai mengadili raibnya baju Nasrudin Zulkarnain, betapa tidak : Sebagai warga negara biasa saya tidak terbiasa dengan info-info politik yang sangat tajam di negeri ini layaknya mas Alif atau mas Palti. Saya tidak mungkin mendapatkan info-info yang yang sangat urgent/secret mengenai kasus-kasus para politikus negeri ini. Jujur secara pribadi saya mengira bahwa mungkin kasus ini akan menguap begitu saja bersama seiringnya waktu. Entah kenapa, yang pasti saya merasa bahwa masalah ini melibatkan jaringan kekuatan yang sangat besar. Ibarat penyakit, penyembuhannya pun tidak hanya bisa dilakukan dengan terapi tapi langsung menghancurkan sumber penyakitnya yang memiliki resiko besar terhadap sang pemilik penyakit juga.

    Saya mengira bahwa kasus Antazhari ini salah satunya hanyalah efek kejut dari strategi politik Pakde untuk sedikit menekan SBY. Karena wajar sih menurut saya, sangat bahaya jika Agus yang belum memiliki kemampuan dan pengalaman menjabat sebagai gubernur DKI. Meskipun setiap warga negara berhak mengajukan diri sebagai gubernur DKI namun Pakde sendiri pastinya juga berpikir mau jadi apa ibu kota kalau dipimpin orang yang belum punya pengetahuan dan pengalaman tata kota.

    Catatan yang sangat menarik dari kasus SBY vs Antazhari adalah kelatahan politik di negeri ini. Ketika awal kali Antazhari muncul dimuka publik, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono langsung mengadakan konferensi pers terkait pengakuan Antazhari.

    Hal ini akan memancing kita untuk mendapati 2 kesimpulan :
    1. Tujuan konferensi pers untuk memberikan klarifikasi data yang tidak sinkron
    2. Konferensi pers dilakukan adalah sebuah bentuk ketakutan terhadap musuh politik, karena pada dasarnya orang yang tertekan separuh rasionalitasnya berkurang dan cenderung emosional


    Pengakuan Jasriadi ketua Saracen

    Apakah para anggota Saracen pernah kopi darat?

    Kopdar pernah, waktu itu 2016 ada teman saya ngajak kopdar namanya Agus Setiawan, pas momen silaturahmi akbar di situ juga kebetulan kita kopdar bareng. Sebatas itu, setelah itu lupa lagi.

    Kalau yang silaturahmi akbar itu waktu Pilkada DKI kalau nggak salah. Itu pertemuannya saya nggak tahu persis yang silaturahmi akbar, di situ ada ceramah cara memilih pemimpin. Tapi saya lebih detilnya lupa, karena sudah lama. Itu sekitar bulan 6 atau 7 gitu. Itu juga tak ada sangkutpautnya dengan Saracen.

    Bagaimana nama Eggi Sudjana dan Ampi Tanudjiwa bisa masuk ke struktur Saracen?

    Waktu itu bang Rizal Kobar main tunjuk karena wacana belum resmi. Ide dari bang Rizal Kobar, jadi waktu itu siapa ininya (pengutusnya)? Bagaimana kalau pak Eggi Sudjana? Apa nggak masalah itu? Nanti kita bicarakan. Waktu itu pas kopdar tahun 2016, setelah silaturahmi akbar (dikutip dati liputan 6)

    Pengakuan Jasriadi ini jelas membuat telinga Eggi memanas, dan seperti yang saya katakan diatas bahwa tekanan akan membuat rasionalitas seseorang menurun 50%.

    Oleh sebab itu pula Eggi sempat mengeluarkan pernyataan-pernyataan emosional seperti keinginan untuk perang, dan sekarang dia mulai menyadari bahwa dalam peperangan ini omong kosong bisa menang karena dalam sejarah Kurawa tidak pernah menang melawan Pandawa. Makanya dia mulai menerima saran dari Sengkuni, daripada harus perang secara terbuka mending dia pergi ke tanah suci dulu berharap orang-orang akan menganggapnya suci atau setidaknya dia bisa kabur seperti si bibieb.

    Kelatahan politik ini sama persis kejadiannya dengan SBY VS Antazhari, pihak SBY yang merasakan mendapatkan tekanan langsung melakukan tindakan-tindakan konyol dan blunder dimana itu pula yang dipercaya menjadi salah satu sebab kekalahan AHY.
    Sama persis dengan Eggi, kelatahan politik seperti ini dikarenakan tekanan hingga membuat seseorang melakukan tindakan-tindakan tidak rasional. Tinggal kita mencari initi masalahnya, apakah Eggi berniat klarifikasi atau karena memang sedang takut aibnya terbongkar. Sederhana

    Saracen, Eggi dan Gerindra

    “Kalau 4 tahun lalu itu kan berarti 2013, 2013 itu artinya mereka kan ngomong mau rapat-rapat pemenangan itu untuk 2014 kan. Nah, saya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, kemudian saya juga aktif di pemenangannya Pak Prabowo, baik yang memonitor jalur yang terbuka maupun jalur yang tertutup. Ya nama-nama yang ngaku itu Solidaritas Menangkan Prabowo tidak ada di yang namanya jejaring pemenangan Prabowo, di mana pun,” jelas Dasco saat dimintai konfirmasi, Selasa (29/8/2017). (dikutip dari Detik)

    Teman-teman pembaca bisa menangkap apa maksud dari statement diatas?
    Intinya statement diatas bisa bermuatan dua hal?
    1. Itu bentuk klarifikasi untuk nama baik, karena nama baik adalah hal yang sangat penting di dunia ini
    2. Itu merupakan bentuk sebuah ketakutan

    Silahkan teman-teman pembaca yang menyimpulkannya sendiri hehehehe

    Semoga bermanfaat
    Terima kasih




    Penulis :    Mukhlas Prima Wardani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Saracen : Ketakutan Eggi dan Gerindra? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top