728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 29 Agustus 2017

    #Warta : Projo Yang Menyebrang Dukung Anies-Sandi Di Pilkada, Sekarang Ngaku Bentengnya Jokowi

    Kalau kasus Saracen tidak mencuat ke permukaan dan kalau tangan dan pikirannya Jonru Ginting tidak keriting, mungkin kita tidak akan pernah tahu adanya Pasukan Pandawa di dunia maya. Sekelompok anak muda yang tanpa pamrih, berjuang membela Jokowi dan orang-orang yang dipandang bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi negara ini.

    Pandawa belajar dari banyak peristiwa. Memahami bahwa keserakahan mampu membunuh idealisme dan nasionalisme, Pandawa sengaja melakukan jurus perjuangan “kalangkang” (bahasa sunda yang artinya bayangan atau a shaddow). Tidak diketahui orang, dan tidak harus terkenal. Ya kita tahu lah, dulu juga waktu masa reformasi, selama proses sebelum bulan Mei 1998, banyak anak muda yang begitu nasionalis dan patriotis. Begitu sudah berhasil, sikap mereka lebih cenderung pada keuntungan pribadi dan golongan. Contohnya, Masinton dan Fahri Hamzah. Fahri Hamzah malah parah dia. Karena dirinya sudah didepak dari partai, jadi dia hanya mengusung kepentingan pribadi.

    Selama masa Pilkada Jakarta, tuduhan sebagai pasukan yang dibayar menjadi olok-olokan keseharian. Saat itu, kebanyakan dari kami berpikir, bahwa Saracen itu adalah team perentas dari kubu lawan yang tugasnya untuk membantai akun-akun dan group-group projo karena banyaknya group projo yang tiba-tiba berubah haluan dan berganti nama. Dunia maya media sosial rasanya seperti udara yang tercemar polusi yang bisa mematikan. setiap kita bernapas, setiap kita merasa sesak napas.

    Sama sekali, kita tidak berpikir bahwa Saracen adalah sekelompok orang yang menjual secara komersial proposal ujaran kebencian. Tapi Sekarang kita paham apa tujuan pembantaian group-group facebook Projo. Tidak heran kalau Polisi menemukan 800.000 akun yang dimiliki Saracen.

    Pembelotan haluan politik diantar pendukung Jokowi dan Ahok, ternyata tidak hanya terjadi di dunia maya. Didunia nyatapun hal seperti ini terjadi. Saya masih ingat betul tersebarnya berita dengan tajuk ” Relawan Jokowi deklarasikan dukungan pada Anies – Sandi” (Liputan6, medio 10 Februari 2017). Sejumlah relawan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tergabung dalam Cinta Persatuan Indonesia, mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Anies -Sandi. Mereka menyatakan dukungan terhadap pasangan nomor urut tiga tersebut, karena merasa terpanggil untuk memilih pemimpin yang benar-benar memperhatikan ekonomi masyarakat.

    “Dukungan kami pada pasangan nomor urut tiga ini kan soalnya nomor tiga, satu-satunya yang mewakili program Nawacita Jokowi yang meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata deklarator Pro Jokowi (Projo) Jonacta Jani di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017). Deklarasi dukungan kepada pasangan nomor urut tiga ini disaksikan langsung oleh Ketua Relawan Anies-Sandiaga, Boy Bernadi Sadikin, di Rumah Perubahan Ali Sadikin, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat. Boy menyambut gembira dukungan ini.

    Adapun beberapa kelompok relawan Jokowi yang mendeklarasikan dukungan berasal dari Jokower, Jenggala Center, Projo, EP For Jokowi, Rumah Transisi, RKIH, Mutiara Jokowi, Jokojek, Kopi Jokja, dan KPPI.

    Sedih… saat itu saya, para relawan Jokowi termasuk Pandawa, benar-benar merasa sedih. Saya pribadi memandang bahwa alasan yang diungkapkan pada publik tidak lebih dari sebuah alibi. Yang pasti, dimata saya, mereka adalah sekelompk orang-orang yang terbatas nalar. Mungkin pintar tapi logikanya tidak jalan. Logika mereka ibarat orang yang berdiri terlalu lama, karena kesal entah kenapa, akhirnya memilih untuk jongkok, lalu berdiri lagi, lalu jongkok, berdiri lagi, jongkok lagi dan begitu seterusnya tanpa bisa berjalan ke arah depan.

    Kenapa yang katakan demikian? Karena mereka menyatakan dirinya sebagai Pro-Jokowi tetapi gagal paham tentang Nawacita Jokowi. Kalau mereka sukses paham tentang Nawacita, tidak akan mungkin membelot dari Ahok. Sudah bukan rahasia bahwa dalam mengelola sebuah tatanan yang besar seperti mengelola sebuah negara atau perusahaan multi internasional, “berkawan” memiliki makna yang sangat dalam. Bagaimana mereka bisa melihat Anies mendukung Nawacita Jokowi, ketika misi visi kubu mereka justru untuk membuktikan pada rakyat bahwa Jokowi gagal melaksanakan Nawacita?!

    Mereka juga tidak paham tentang loyalitas. Ahok, adalah sahabat Jokowi. Terbukti dan teruji Ahok sukses merubah Jakarta dan budaya aparaturnya. Jokowi menyayangi sahabatnya itu. Jangankan program Ahok sukses, dikatakan program Ahok gagalpun, sebagai relawan Jokowi, kita tetap harus loyal mendukung siapapun yang didukung oleh Jokowi!

    Jadi bullshit besar tentang alasan dukungan projo ke Anies-Sandi karena mereka satu-satunya yang mewakili Nawacita Jokowi. Apalagi kemudian berseliweran gosip yang semakin digosok semakin asyik mengatakan adanya perbedaan pendapat diantara relawan dan ini menyangkut masalah uang dan penggunaannya. Saya sih tidak tahu yah, gosip itu benar atau tidak. Namanya juga gosip. Cuma ada yang sempat berbisik pada saya, “Mereka marah karena ngga kecipratan!”. Sayangnya saya tidak bergerak di dunia nyata, kalau saat itu sata bersama mereka, saya akan bawahan air seember dan mengguyurkannya pada mereka. Yang bener aja, masa cuma masalah ngga kecipratan, sampai memutuskan dukungan dan jadi pembelot? #ModeOonOn

    Saya membaca sebuah berita dengan tajuk, ” Benteng Dunia Maya Untuk Jokowi” yang menyatakan bahwa Lima orang relawan Pro Jokowi (Projo) saban hari stand by di dunia maya. Wah saya senang! Senang karena Pandawa tidak berjuang di dunia maya sendirian. Saya langsung kabarkan ini pada para Pandawa. Dan satu dari Pandawa mengirim pesan singkat “Ada yang ngaku-ngaku, lol”. Saya kaget, “Kamu yakin?” eh malah dijawab sama situs liputan6.

    Waduh!? Apa ini benar? Kalau iya benar, bisa-bisa mereka hanya akan jadi penyusup setelah komplotan Saracen terbongkar! Waduh…. kita harus makin hati-hati. Semoga benteng Jokowi benar-benar membentengi Jokowi seperti halnya Pandawa membentengi Jokowi dan Indonesia.




    Penulis :  Erika Ebener    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Projo Yang Menyebrang Dukung Anies-Sandi Di Pilkada, Sekarang Ngaku Bentengnya Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top