728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 20 Agustus 2017

    #Warta : Presiden Jokowi dan Pesawat N-219

    Agustus 2017 ini, banyak peristiwa mengejutkan. Terbanyak diperbincangkan tentu pakaian adat jajaran pejabat negeri ini. Mas Joko telah membuat kejutan dengan tampilan segar pada prosesi upacara Dirgahayu RI ke 72 di Istana.

    Penampilan yang tak biasa, berupacara dengan pakaian adat, tentu adalah sebuah langkah kecil tapi memiliki dampak besar. Kebhinekaan Indonesia mengejawantah, dan upacara yang biasanya monoton kini tampil menarik.

    Kalau saya berharap, tiap tahun upacara 17an di Istana itu ya yang seperti dilakukan oleh Mas Joko dan jajarannya saat ini. Lebih enak disawang dan lebih aduhai juga lebih eksotis.

    Kejutan lain adalah kelalaian Mas Joko saat upacara penurunan bendera. Percakapan singkat antara Mas Joko dan si cantik pembawa baki bendera terungkap. Kesalahan itu, meskipun diungkapkan oleh Mas Joko sendiri, tapi justru membuat publik sadar bahwa sekelas Presiden pun juga bisa khilaf.
    Mas Joko mengajarkan kepada kita tentang kekhilafan dan kejujuran untuk mengakuinya.

    Ramainya perbincangan tentang upacara 17an dan pakaian adat yang dikenakan oleh para pejabat, menutupi kabar penting lain. Kabar tersebut adalah terbangnya N-219 garapan PT Dirgantara Indonesia. Pesawat itu adalah hasil duet maut antara PT DI dan LAPAN.

    Pak Budi Santoso, Direktur Utama PT DI pernah mengatakan pada Maret lalu bahwa seluruh teknisi N-219 itu adalah putra-putri bangsa. Tidak ada teknisi asing. Ini sebuah pencapaian luar biasa.

    N-219 resmi terbang perdana di langit Bandung selama kurang lebih 40 menit, sehari sebelum upacara 17an berlangsung. Uji terbang pada tanggal 16 Agustus itu, masih membutuhkan banyak waktu agar N-219 mendapatkan sertifikat layak. Dan karena itu, N-219 butuh 300 jam mengangkasa.
    N-219 uji terbang (aviationweek.com)

    Meski N-219 masih butuh ratusan jam untuk mendapat sertifikat, tapi PT DI sudah menerima ratusan pesanan dari konsumen dalam dan luar negeri. Ini sungguh luar biasa! Jumlahnya tak main-main. Dirut PT DI mengatakan ada 200!

    N-219 mengingatkan kita bahwa negeri yang kita cintai ini memiliki industri pesawat yang terbesar di Asia Tenggara. Kita itu unggul dalam urusan bikin pesawat di wilayah Asia Tenggara. N-219 adalah bukti bahwa putra-putri Indonesia mampu merancang dan merakit pesawat yang bisa menghubungkan pulau-pulau kecil di Indonesia.

    N-219 akan menjadi pesawat yang membongkar keterisolasian wilayah. Keunggulan pesawat ini dikelasnya adalah N-219 hanya butuh 600 meter landasan pacu. Pesaingnya seperti DHC-6 Twin Otter juga bisa mendarat di landasan pacu 600 meter, tapi kapasitas pesawatnya lebih kecil. Pesaing lain yakni Casa C-212 butuh 800 meter.

    Selain keunggulan tersebut, N-219 memiliki teknologi yang jauh lebih unggul. Mesin Pratt & Whitney PT6 yang jadi amunisi utama, adalah mesin generasi 2000an. Tentu saja mesin ini adalah mesin yang jauh lebih modern daripada Twin Otter dan C-212.
    N-250, dibaliknya terciptanya ada si jenius Bapak Habibie (jakartagreater.com)

    Esther Gayatri Saleh, pilot perempuan dibalik kemudi uji terbang N-219 telah membuktikan kemamampuan terbang pesawat ini. “Puji Tuhan semunya lancar yang pasti kita harus berbangga bahwa pesawat ini semuanya buatan anak bangsa,” katanya seperti dikutip dari Antara.

    Kita memang harus bangga. N-219 adalah hadiah yang luar biasa untuk ulang tahun ke 72 Indonesia Raya. 22 tahun yang lalu, saat kita masih berada dibawah cengkeraman rezim Soeharto, kita pernah bangga dengan terbangnya N-250. N-250 adalah generasi kedua dari N-235.

    Kini kita kembali menyambut generasi pesawat ketiga, dimana teknologi aerodinamisnya juga mengambil teknologi dua kakaknya, N-235 dan N-250. Hanya saja, pesawat kita kali ini memang kapasitasnya lebih kecil dibanding dua kakaknya terdahulu.
    N-235 yang digunakan oleh militer Prancis (airplane-pictures.net)

    Dengan hadirnya pesawat N-219 ini, kita berharap bahwa kemajuan daerah-daerah yang belum tersentuh, bisa dikebut. N-219 adalah pesawat yang cocok dengan kondisi geografis wilayah negara kita karena dibuat oleh anak negeri.

    Kita barangkali juga berharap banyak bahwa pesawat N-219 akan menghiasi langit, seperti dua kakaknya terdahulu. CN-235 dan CN-250 telah malang melintang di berbagai negara karena banyak negara telah membeli dua kakak N-219. Semoga saja komersialisasi N-219 bisa lancar dan jauh lebih sukses dibandingkan dua kakaknya yang sebelumnya.



    Penulis  :  Slamet Wicaksono    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Presiden Jokowi dan Pesawat N-219 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top