728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 25 Agustus 2017

    #Warta : Mengapa Wali Kota Venesia Mengenali Teroris Dari Teriakan Allahu Akbar Untuk Ditembak Mati?

    “Allahu Akbar” adalah seruan untuk mengagungkan Asma Allah. Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah yang Maha Besar, Maha Perkasa, Maha Digdaya, Maha Penyelamat. Karena itu jangan libatkan Asma Allah untuk tindakan merusak dan menghancurkan!

    Mengapa di Venesia, Italia, sang Wali Luigi Brugnaro, memerintahkan polisi penembak runduk atau sniper untuk menembak mati siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” di alun-alun Santo Markus di kota yang terkenal di dunia bagi para turis itu?

    Seperti diberitakan Tempo.co, Luigi Brugnaro memang memberikan perintah tersebut pada sniper untuk menembak mati siapa saja yang memekikkan “Allahu Akbar” pada Rabu, 23 Agustus 2017. Harian The Sun.co.uk yang memberitakannya.

    Wali Kota itu juga mengungkapkan, perintah tersebut disampaikannya saat bertemu delegasi pemikir pada musim panas baru-baru ini. Menariknya, perintahnya itu mendapat tepukan tangan dari para delegasi. Ia tidak mau mengambil risiko pelaku yang berteriak “Allahu Akbar” itu melakukan serangan terlebih dahulu.

    Rupa-rupanya Brugnaro memahami ketika ada teriakan “Allahu Akbar” merupakan tanda serangan dari teroris. Sudah menjadi rahasia yang tidak khusus lagi memang, bahwa para teroris sering memekikkan seruan “Allahu Akbar” untuk menuntaskan hasrat bunuh dirinya. Hanya satu yang patut disayangkan, niat bunuh dirinya yang penuh cacat cela. Mau bunuh diri saja kok minta paket berjamaah. Hal ini jelas melemahkan sisi heroisme para teroris yang lakukan bom bunuh diri.

    Berbeda halnya bila ketika aksi bom bunuh diri di tempat tersendiri, yang dikhususkan untuk pembunuhan diri. Insya Allah akan mendapatkan puja-puji hingga apresiasi. Berani bunuh diri secara mandiri. Great job! Kalau bunuh diri saja dengan niat berjemaah jelas ini sifat dan sikap pengecut. Mungkin seluruh pemerintah di dunia perlu menyepakati tempat khusus bagi para penggila bom bunuh diri ini dengan iklan yang masif. “Bunuh diri di tempat ini langsung dijemput 32 bidadari syurga!” Insya Allah, para teroris akan dipuaskan mati di tempat itu.

    Daripada bunuh diri dengan niat berjamaah, pasti mendapatkan sumpah serapah. Terutama dari keluarga korban. Belum lagi kutukan dari pemimpin negara hingga pemimpin agama. Mati dalam kondisi seperti itu tentu mengerikan. Bagi yang berpikir waras rasanya mati demikian sulit mendapatkan pahala apalagi surga. Tentu ini hanya menurut saya. Bisa jadi pintu surga tertutup rapat-rapat, akibat sumpah serapah dan kutukan yang diterima. Sekali lagi ini hanya tafsiran yang relatif. Lha wong penulis belum dapat ijin ke surga kok. Iya kalau surga benar-benar ada, kalau tidak? Ha ha ha ha…

    Kisah para teroris dengan segala teriakannya memang pantas dikritisi. Menyeru kemahabesaran Allah untuk tindakan yang merusak hingga membunuh orang tentu ada logika yang terbalik. Allah adalah pencipta segala supaya menjadi baik adanya. Irama Allah sebagai Sang Pencipta inilah yang pantas mendapatkan seruan “Allahu Akbar”. Allah Maha Besar dan Maha Terpuji.

    Ada kebijaksanaan yang berasal dari hukum agama Yahudi. “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.”

    Kebesaran, kemahakuasaan, kesucian Asma Allah perlu dijaga dengan tindakan yang beradab. Oleh karena itu perlu waktu dan tempat khusus untuk pemujaan pada Asma Allah. Tidak boleh secara sembrono disebut tanpa rasa hormat. Apalagi menyebut Asma Allah untuk membuat kerusakan hingga bom bunuh diri.

    Dari segi ini, apa yang menjadi alasan selanjutnya Wali Kota Venesia memang ada-ada saja. Berikut kutipan dari The Sun.co.uk sebagaimana diberitakan Tempo.co, Kamis 24/08/2017.

        “Mereka mengatakan ingin pergi dan bertemu Allah jadi kami akan mengirimkan mereka langsung ke Allah tanpa perlu melempar mereka ke jembatan, tapi kami akan menembak mereka. Kita perlu meningkatkan keamanan kita ketika terorisme itu muncul. Sudah empat tersangka teroris ditangkap di Venesia beberapa bulan lalu yang berniat meledakkan Jembatan Rialto.”

    Menyikapi hal tersebut, ada tugas besar bagi para agamawan. Perlu pengajaran secara masif, terstruktur dan sistematis bahwa tujuan beragama bukan untuk menjadi teroris. Agama ada untuk menjadi rahmatin lil ‘alamin.

    Ketika agama dipakai untuk menyebar kebencian dan ketakutan berarti dalam dirinya telah gagal total. Kemahakuasaan Allah SWT bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menyelamatkan kehidupan. Eksistensi Allah yang Maha Besar yang diseru umat adalah dalam rangka hadirnya rahmat bagi semesta.




    Penulis :  Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Mengapa Wali Kota Venesia Mengenali Teroris Dari Teriakan Allahu Akbar Untuk Ditembak Mati? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top