728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 24 Agustus 2017

    #Warta : Mahamiring Benar Nalar Fahri Hamzah Dengan Segala Celotehnya

    Dampak gaya gravitasi bumi datar yang mengenai bibir Fahri Hamzah sepertinya sudah mendekati titik puncak. Ini terlihat ketika nalarnya secara konsisten ikutan miring bersama isu kemiringan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    Akibat paling serius dari gravitasi bumi datar setelah mengenai bibir memang menjalar ke nalarnya. Ketika nalar sudah seiring sejalan dengan kemiringan bibir, nah ini harus diwaspadai. Pasalnya Fahri makin usil dengan usulan kepada Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Dengan nalar miringnya ia mengusulkan supaya Pansus Angket KPK memanggil Presiden Joko Widodo dalam forum pansus. Menurutnya, presiden perlu dihadirkan sebelum rekomendasi pansus diputuskan, namun setelah pansus memanggil KPK.

    “Saya sendiri (mengusulkan) seharusnya Presiden dihadirkan,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/8/2017), kepada Kompas.com.

    Fahri berargumentasi, KPK dinilai kerap bekerja sendiri tanpa koordinasi dengan presiden. Fahri menuturkan, dalam forum pansus hak angket, DPR bisa menanyakan hal tersebut.
    “Apakah memang menurut presiden wajar ada lembaga yang bekerja, satu sisi presidennya ngomong kemana-mana ‘kita anti korupsi’ tapi orang ditangkap ada setiap hari. Apa enggak ganjil di kepala presiden? Terus fungsi presiden dalam memberantas korupsi apa?” tuturnya.

    Celoteh Fahri inilah menunjukkan kemiringan ganda. Tidak hanya bibirnya yang alami kemiringan, namun sekaligus nalarnya. Namanya saja lembaga pemberantasan korupsi. Pasti tugasnya menangkap koruptor dengan operasi tangkap tangan (OTT) atau pun operasi yang lain. Semoga KPK meluncurkan jurus baru dalam menjalankan operasi. Saya mengusulkan operasi tangkap lambé (bibir). Supaya bibir Fahri bisa dikuncir!

    Kan sudah jelas, adanya lembaga antikorupsi selalu mengindikasikan kalau bangsa ini masih rentan bahaya korupsi. Artinya, sebagai rakyat, pasti mensyukuri tiap kali ada koruptor kena OTT. Berarti KPK bekerja dengan baik. Otomatis Presiden turut senang.

    Masak ada koruptor tertangkap kok malah prihatin. Jangan samakan Presiden Jokowi dengan presiden sebelumnya. Ketika KPK berhasil menangkap koruptor berarti KPK menjalankan perintah dan seruan keras Presiden dalam menggalakkan gerakan ‘anti korupsi’.

    Tahu begitu kok malah nanya. “Apa enggak ganjil di kepala presiden? Terus fungsi presiden dalam memberantas korupsi apa?”

    Yang memang ganjil alias kurang genap ya kepala sekaligus nalar Fahri. Itu sudah pasti. Jelas-jelas kewenangan memberantas korupsi oleh Presiden sudah diserahkan kepada KPK menurut undang-undang. Lagi pula yang membuat undang-undang kan DPR.

    Hadeuh, kok bisanya nalar Fahri terbalik. Mungkin terpengaruh panitia Sea Games 2017 Malaysia. Hanya saja parahnya si Fahri ini, nalar udah nalar terbalik, tetap saja mempertahankan sudut kemiringannya.

    Dasar kalau nalar dah kebalik dan tetap miring, makin aneh-aneh saja bilangnya. Menurut Fahri, KPK merupakan elemen yang bekerja di bawah presiden. Sementara presiden selama ini seolah hanya terdiam saat KPK melakukan penangkapan di sana sini. Padahal, presiden bertanggung jawab terhadap jalannya negara.

    Lah, kalau Presiden ikutan ngatur namanya ikut intervensi dong… Dalam hal ini Presiden sudah percaya penuh pada KPK. Mengapa justru DPR yang usil? Presiden jelas bertanggung jawab menggerakkan anti korupsi, sehingga KPK memastikan tidak akan menghentikan operasi tangkap tangan. Kalau perlu ditambahkan tugas baru operasi tangkap atau kuncir bibir.

    Kayaknya dengan segala kemiringan nalarnya Fahri Hamzah tidak perlu menyinggung soal kredibilitas negara, seperti disampaikannya:
    “Ini menyangkut kredibilitas negara lho. Kalau negara kita diisukan di luar negeri sebagai negara korup lalu modal enggak mau datang, investasi enggak datang yang diminta bertanggungjawab siapa? KPK?”

    Benar-benar deh, si Fahri ini. Kan sudah pada tahu Indonesia itu peringkat berapa dalam hal kasus korupsi. Maka tidak perlu jadi alibi. Yang jelas sekarang ini para investor melihat keseriusan Presiden memberantas korupsi melalui kinerja KPK. Si Fahri dengan segala derajat kemiringannya tidak usah berandai-andai kalau modal enggak mau datang. Nikmati saja hasil pembangunan Pemerintahan Jokowi. Jangan lupa pulang kampung dan lihat kemajuan Provinsi NTB.

    Intinya, soal memberantas korupsi serahkan pada ahlinya yakni KPK. Biarkan Presiden fokus kerja, kerja dan kerja. DPR dengan segala kemiringan yang dimiliki juga harus fokus menyelesaikan rancangan undang-undang. Tentu sambil menunggu yang wajib kena operasi tangkap tangan KPK.

    Mahamiring benar, oh nalar Fahri Hamzah dengan segala celotehnya.



    Penulis : Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Mahamiring Benar Nalar Fahri Hamzah Dengan Segala Celotehnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top