728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 24 Agustus 2017

    #Warta : Lindswell, Felda, dan Para Atlit Cina Kafir yang Mengharumkan Nama Indonesia

    Di tengah ramainya gonjang-ganjing insiden bendera Merah Putih terbalik dan kisruh dugaan kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara acara Sea Games, tiba-tiba angin segar berhembus ke kubu Indonesia. Ya, Indonesia baru saja kembali memperoleh medali emas di cabang wushu. Sejauh ini, sudah dua medali emas yang disumbangkan oleh para atlit wushu untuk kemenangan Indonesia. Atlit Lindswell Kwok salah satunya, Ia meraih medali emas pada tanggal 21 Agustus 2017 setelah tampil sempurna dengan perolehan nilai maksimal, yaitu 9,68 poin.

    Sekilas tentang Lindswell Kwok, gadis kelahiran 24 September 1991 di Medan ini. Dari namanya saja kita langsung bisa menebak jika Lindswell merupakan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa. Awal mula Lindswell kecil mengenal olahraga wushu tidaklah mudah. Pada usia 9 Tahun, Lindswell kecil mengaku tidak menyukai seni bela diri yang berasal dari negeri Cina tersebut. 

    Alasannya sederhana saja, karena wushu itu sulit! Bukan sekedar aktivitas fisik, wushu merupakan gabungan antara seni, bela diri, konsentrasi tingkat tinggi, dan unsur theatrikal. Melihat olahraga wushu ibarat menonton pertunjukan seni, setiap gerakan harus dilakukan dengan sempurna, selaras dan seimbang. Kedisplinan menjadi salah satu unsur terpenting dalam wushu, sehingga jelas jika wushu bukan olahraga main-main yang mudah saja dilakukan semua orang, apalagi anak-anak. 

    Tapi lama kelamaan, kesulitan yang awalnya menjadi kendala bagi Lindswell kecil, malah berubah menjadi daya tarik. Lindswell pun tertantang untuk ‘menaklukkan’ olahraga ini. 

    “Lama-kelamaan, setelah terus latihan dan melihat senior yang berangkat ke SEA Games dan Asian Games, saya merasa bahwa keren juga ikut olahraga ini. Di situ saya mulai mencari tahu dan memperhatikan. Saya semakin menyukai olahraga ini karena keunikannya.” Begitu tutur Lindswell ketika menceritakan kisahnya kepada wartawan di Incheon, Korea Selatan, tahun 2014. Sumber: Tempo.com

    Perjalanan Lindswell menuju emas bukanlah instan, Ia pernah gagal dan sempat terpuruk, merasa malu, sampai pernah berpikir untuk tidak pulang ke Indonesia lagi. Ajang Sea Games tahun 2010, dikatakan Lindswell sebagai kegagalan terparah dirinya, apalagi Ia kalah pada nomor cabang wushu yang menjadi keahliannya, yaitu taijiquan (peragaan jurus bela diri dengan tangan kosong) dan taijijian (peragaan jurus bela diri dengan memakai pedang).

    “Kalau mau berhenti sih pernah, saat saya kalah dan tidak mendapatkan medali dalam Asian Games 2010. Malu banget rasanya, karena sudah membuat semua orang kecewa. Saya sampai tidak mau pulang ke Indonesia,” kata Lindswell Kwok saat diwawancarai di Incheon, Korea Selatan tahun 2014. Sumber: Tempo.com

    Untunglah Lindswell tidak jatuh terpuruk terlalu lama, Ia mengambil hikmah dan belajar dari kesalahan masa lalunya itu. Sampai akhirnya Lindswell pun bersinar, lalu memenangkan emas berturut-turut di empat ajang Sea Games tahun 2011, 2013, 2015, dan 2017. Luar biasa sekali. Untuk berbagai prestasinya tersebut, Lindswell pernah mendapat penghargaan yang diberikan secara langsung oleh Presiden SBY.

    Sebelum Lindswell, emas pertama cabang olahraga wushu sudah diraih oleh Felda Elvira Santoso pada tanggal 20 Agustus 2017. Dan ssstt... Lagi-lagi Felda juga merupakan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa.


    Kemenangan Felda dan Lindswell ini menambah panjang daftar atlit Indonesia keturunan Tionghoa yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Sebut saja Rudi Hartono (delapan kali juara bulutangkis All England), Liem Swee King ‘The King Smash’, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Kevin-Markus ‘The minions’, dan masih banyak lagi.

    Kemenangan miris sebenarnya bagi para atlit tersebut, ketika mereka berjuang dengan segenap jiwa raga demi kemenangan seluruh bangsa Indonesia. Ketika mereka pulang, ke Indonesia, tetap saja dilabeli ‘Cina’.

    Ketika para atlit berdoa kepada Tuhan YME untuk kemenangan atas nama bangsa dan negara Indonesia, dan lalu kembali berdoa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas kemenangan yang sudah diraih, tetap saja ketika pulang ke Indonesia, mereka dipanggil ‘Kafir.’

    Timpang tindih, standar ganda, whatever, lucunya semua prestasi yang pernah ditorehkan oleh para Cina Kafir tetap saja diterima sebagai bagian dari prestasi bangsa dan negara Indonesia. Hmmm…  Jadi sebenarnya Indonesia menang karena pakai atlit impor dari negeri Cina gitu?…

    Itulah Indonesia-ku tercinta, tetap semangat dan tetaplah berjuang demi tanah tumpah darahmu ini wahai para Cina Kafir. Jangan lelah mencintai terus bumi pertiwi sampai akhir hayat dikandung badan. Biarkan saja mereka orang-orang kerdil memanggilmu ‘Cina’, memanggilmu ‘Kafir’. 

    Maafkan dan kasihani saja mereka semua itu, karena jauh di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka tetap menyadari, tetap mengakui… kekalahan telak mereka.

    Ask not what skin color or your religion is… Ask what you can do for your country – Not JFK



    Penulis :  Yaya   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Lindswell, Felda, dan Para Atlit Cina Kafir yang Mengharumkan Nama Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top