728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 20 Agustus 2017

    #Warta : Kuasa Hukum Korban First Travel Mengancam Akan Demo Nasional Kalau Tidak Ada Suara Dari Pemerintah : Mau Aksi Demo Berjilid-jilid Lagi?

    Aneh. itu yang bisa saya katakan. Ya, tidak akan merasa aneh bagaimana, kasus penipuan yang dilakukan pasangan suami istri pemilik First Travel adalah murni aksi penipuan yang masuk dalam katagori kriminal. Urusannya dengan kepolisian. Tapi Kuasa hukum pihak para korban membawa kasus ini sampai ke DPR segala.

    Awalnya saya tidak mau ikutan menulis opini saya terhadap kasus penipuan jemaah Umroh yang dilakukan oleh First Travel sampai kerugian mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Tapi membaca berita hari ini tentang sikap yang akan diambil oleh Kuasa Hukum para korban, tangan dan pikiran saya jadi geli.

    Saya yang tidak hapal dan tidak ahli tentang Undang-Undang Hukum Pidana atau Perdata saja bisa menyimpulkan, bahwa kasus ini adalah murni kasus penipuan yang dilakukan oleh  dua orang tanpa melibatkan pihak manapun, apalagi pihak pemerintah. Berita-berita yang dilansir mengenai gaya hidup pasangan suami istri pemilik First Travel sudah benar-benar menguliti mereka. Cerita mulai dari pasangan penipu ini miskin, lalu mencoba membuka biro perjalanan yang hanya memberangkatkan 5 orang, kemudian sepak terjang si istri yang tiba-tiba menjadi seorang designer busana muslim terkenal tingkat dunia, sampai foto-foto liburan mereka ke luar negeri dan foto rumah mewah dan megah mereka sampai akhirnya mereka bilang, “Lupa semua uang itu hilangnya kemana”. Lalu apakah kalimat terakhir pasangan penipu ini, dianggap sebagai penutup dari kasus yang dianggap menemui jalan buntu?

    Seperti yang dilansir oleh tribunnews.com, Kuasa hukum korban penipuan oleh agen perjalanan First Travel, Riesqi Rahmadiansyah mengatakan, setelah audiensi ke Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR-RI hari ini, Jumat (18/8/2017), mereka akan meminta dimediasi dengan Kementerian Agama (Kemenag).

    Apabila pihak Kemenag tidak mau menemui, maka akan digelar aksi yang lebih besar pada 25 Agustus 2017. “Kalau dalam satu minggu tidak ada suara pemerintah bantu jemaah, maka kami akan lakukan aksi nasional,” kata Riesqi di Jakarta. Jika audiensi hari ini hanya dihadiri sekitar 200 orang, Riesqi memperkirakan akan ada 10.000 jemaah pada aksi Jumat depan. Lebih lanjut dia mengatakan, para korban penipuan First Travelakan shalat Jumat berjemaah di Masjid Istiqlal. Kemudian, mereka langsung berjalan kaki ke Kemenag dan meminta Menteri Agama memberikan penjelasan. “Kami beri jangka waktu pemerintah satu minggu, karena kami sepakat ini sifatnya darurat nasional,” ujar Riesqi.

    Maaf, disini saya tidak paham dengan istilah mereka , “Kalau dalam satu minggu tidak ada suara pemerintah bantu jemaah, maka kami akan lakukan aksi nasional” ==> maksudnya BANTU JEMAAH apa yah? Minta bantuan untuk diberangkatkan Umroh, begitu? Kok bisa? Memberangkatkan jemaah umroh kan harus pakai uang dan uang sebenar Rp 600 miliar lebih itu bukan uang sedikit. Apalagi jika mereka termasuk kelompok yang tidak setuju dana haji dikelola pleh pemerintah untuk diinvestasikan pada pembangunan infrastruksi negara, kenapa sekarang ketika mereka punya masalah, pemerintah harus turun tangan?

    Para korban penipuan First Travel hari ini melakukan audiensi dengan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR. Mereka meminta bantuan anggota DPR mengenai kondisinya ini. Salah satu korban, Diah Rosmaita, bahkan berharap agar anggota DPR membantunya sehingga dapat berangkat umrah ke Tanah Suci.

    Nah, ini baru sedikit benar kalau meminta bantuan pada DPR untuk diberangkatkan ke umroh. apalagi DPR meminta dana anggaran kegiatan mereka lebih dari Rp 7 triliun, mungkin untuk mereka uang sebesar Rp 600 miliar kan hanya 9% dari dana anggaran yang mereka punya.

    Saya setuju ketika Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penyelenggaraan ibadah umrah menjadi kewenangan penuh biro perjalanan umrah. Oleh karena itu, pemerintah tak mau disalahkan jika terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh biro travel umrah yang membuat jemaah merugi.

    Mungkin saya bukan the only one yang mencium gelagat tidak baik dari si Kuasa Hukum para korban penipuan yang ingin menyeret pihak pemerintah untuk mencampuri urusan kriminal seperti ini. Sepertinya ada pihak yang berusaha “menggoreng” kasus ini untuk, lagi-lagi menggoyang Indonesia. Dan lagi-lagi Mesjid Istiqlal yang akan dijadikan point meeting mereka.

    Cape deh!


    Penulis  :  Erika Ebener    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kuasa Hukum Korban First Travel Mengancam Akan Demo Nasional Kalau Tidak Ada Suara Dari Pemerintah : Mau Aksi Demo Berjilid-jilid Lagi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top