728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 23 Agustus 2017

    #Warta : Ketika Surat Cinta Rizieq Untuk Polisi Bertepuk Sebelah Tangan

    Jika diibaratkan sebuah kisah cinta, Rizieq bagaikan seorang pemuda yang sedang begitu berharap mendapatkan cinta dari seorang wanita. Rizieq sedang berharap Polisi menyambut permohonannya agar menghentikan kasus yang menjeratnya.

    Rizieq dan kubunya sepertinya memang hobi membuat surat cinta. Sebelum ini, kuasa hukum Rizieq juga mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam surat itu, meminta agar Jokowi memerintahkan Polri untuk menghentikan penyidikan kasus yang menjerat Pimpinan FPI itu.

    Kuasa Hukum Rizieq menjelaskan, kesimpulan dari surat itu adalah meminta agar Jokowi memerintahkan Polri untuk segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus yang melilit Rizieq.

    Rizieq sepertinya terlalu menganggap remeh  presiden dan lembaga kepolisian. Rizieq enggap keduanya seperti layaknya perempuan yang akan luluh jika mendapat surat cinta. Rizieq kira, lembaga kepolisian akan luluh juga ketika dikirimi surat cinta dari Rizieq untuk menghentikan kasusnya. Ada-ada saja si Rizieq. Hehe

    Pihak kepolisian mengaku telah menerima surat permohonan dari pihak Rizieq Shihab agar kasus chat porno dihentikan. Dalam surat itu pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu menilai kasusnya berbau politis.

    “Isi permohonan intinya untuk menghentikan kasus tersebut, karena itu sarat politis. Itu isinya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/8).

    Menurut Argo, pihaknya tak serta merta menerima pengajuan surat itu. “Ini bukan matematika kita tidak bisa kalkulasi presentase. Kita tunggu saja bagaimana penyidik menyikapi permohonan,” kata Argo.

    Meskipun demikian Argo memastikan kalau kasus ini tetap berjalan. Namun sayang, Argo enggan memberitahu sudah sampai mana penyidikan kasus ini. “Ya nanti kita tunggu saja,” pungkasnya.
    Rizieq memang tidak memiliki rasa hormat terhadap presiden dan lembaga kepolisian. Surat cinta Rizieq untuk keduanya menjadi bukti betapa Rizieq menganggap remeh presiden dan lembaga kepolisian. Rizieq seolah-olah merasa dengan nama besar yang disandangnya mampu membua Presiden dan Lembaga kepolisian mau menuruti keinginan Rizieq untuk menghentikan kasusnya. Ini sama saja penghinaan.

    Jika Rizieq ingin menghadapi kasusnya, bukan dengan cara mengirim surat cinta meminta lembaga kepolisian menghentikan kasusnya. Ada prosedur yang Rizieq harus tempuh. Rizieq sama dengan rakyat lainnya yang memiliki prosedur yang sama ketika terkena hukum. Meskipun Rizieq mengaku sebagai ulama, namun tetap saja Rizieq harus menghadapi dan menjalankan prosedur hukum yang berlaku.

    Beruntung, nampaknya lembaga kepolisian bukanlah sosok yang mudah digoda hanya karena dikirimi surat cinta oleh Rizieq. Lembaga kepolisian jika diibaratkan perempuan bukanlah perempuan mahal. Terhadap rayuan seorang seperti Rizieq, lembaga kepolisian memang harus jual mahal. Surat cinta Rizieq pun bertepuk sebelah tangan. Hehehe

    Melihat sikap Rizieq dalam menghadapi kasus hukumnya, seumur-umur saya baru melihat ada orang seperti Rizieq. Di zaman yang serba canggih, terbuka, sudah ada hukum, dan modern, kok masih ada orang yang tidak mau menjalani proses hukum dan memilih kabur. Parahnya, Rizieq juga tidak punya malu meminta kasusnya diberhentikan  hanya lewat sebuah surat.

    Jika Rizieq hidup di zaman jahiliyah di mana belum ada hukum dan yang kuat adalah yang menang, mungkin sikap yang ditunjukkan Rizieq masih pantas. Sikap merasa paling hebat dan tidak mau taat hukum adalah sikap warisan orang-orang primitif. Sikap orang modern adalah mampu menghargai proses hukum. Apa jangan-jangan pola pikir Rizieq masih primitif sehingga menganggap tidak ada yang boleh memproses hukum kepada dirinya?

    Padahal, Rizieq katanya orang yang memiliki ilmu yang tinggi. Tingkat pendidikannya pun sudah sampai s3. Namun yang disayangkan, pola pikir Rizieq yang menganggap dirinya tidak pantas diproses hukum adalah sikap yang hanya layak disandang oleh orang-orang primitif yang tidak menyentuh dunia pendidikan.

    Jika Rizieq merasa keturunan Nabi Muhammad SAW, seyogyannya dia meneladani sikap kanjeng Nabi. Nabi menegakkan hukum setegak-tegaknya. Bahkan jika seandainya putra Nabi ada yang melakukan kesalahan, Nabi tidak akan segan-segan menghukumnya.

    Jadi meskipun Rizieq keturunan Nabi, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya tetap manusia biasa yang punya potensi salah. Hukum modern yang telah diterapkan di berbagai negara menjelaskan prosedur bagi orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum. Di negara-negara manapun prakteknya seperti ini. Jika Rizieq tidak mau menempuh jalur hukum padahal di negara-negara lain menghendaki hal tersebut, kalau begitu, Rizieq layaknya tinggal di negara mana? Sepertinya hanya bumi datar yang mau menerima pola pikir Rizieq yang tidak mau menempuh jalur hukum dalam kasusnya. Sekian terima kasih….



    Penulis :  Saefudin Achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika Surat Cinta Rizieq Untuk Polisi Bertepuk Sebelah Tangan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top