728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 28 Agustus 2017

    #Warta : Jokowi Strikes Back, Mendagri Usul Paslon Yang Terlibat SARA Harus Didiskualifikasi

    Kasus terkuaknya sindikat Saracen yang menyebarkan propaganda dan isu-isu SARA adalah sebuah kejutan yang besar sekaligus sebuah titik terang yang sudah lama kita tunggu-tunggu. Saracen adalah salah satu alasan kenapa di medsos banyak sekali postingan dan meme yang mengandung hoax atau hatespeech. Dan ternyata ada dugaan bahwa ada pemesan jasa Saracen atau dengan kata lain ada aktor di balik layar yang memanfaatkan jasa Saracen.

    Dengan bayaran yang fantastis hingga Rp 100 juta, satu hal yang mungkin bisa disimpulkan adalah adanya keterkaitan politik di balik ini. Maksudnya Saracen ada dan eksis karena dibutuhkan dalam dunia politik. Masih perlu bukti kuat, tapi kalau ternyata nantinya Saracen terlibat, katakanlah di dalam Pilkada DKI Jakarta lalu, maka semakin terbukti. Sebelumnya juga sudah ada dugaan kalau Saracen terlibat dalam pilkada. Mari kita tunggu kebenarannya.

    Bukan hanya diduga bermain dalam pilkada, tapi juga sering menyebarkan hatespeech dan ujaran SARA terhadap pemerintah dengan tujuan untuk menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Jika ditarik benang panjang, ada kemungkinan ini akan berguna buat pilpres berikutnya. Ini adalah strategi menghancurkan pemerintah secara perlahan sebelum 2019 tiba. Cukup masuk akal bukan?

    Presiden Jokowi juga ikut angkat bicara soal Saracen dan memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus Saracen bukan hanya pada pengelola grup Saracen saja, tetapi juga pihak yang melakukan pemesanan jasa Saracen. Seperti yang kita ketahui, sidikat seperti Saracen muncul karena adanya demand atau permintaan. Sebuah bisnis atau jasa akan mati atau tidak eksis bila permintaan kosong. Jadi biang kerok dari ini semua adalah klien Saracen.

    Seperti yang saya katakan, Saracen ini kemungkinan ada kaitannya dengan politik karena besar uang yang harus dikeluarkan untuk memesan konten SARA. Hanya politik yang masuk akal. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah meminta KPU dan Bawaslu agar bertindak tegas pada pilkada dan pilpres selanjutnya. Bahkan Tjahjo meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) maupun tim sukses paslon yang terbukti menyebarkan isu kebencian.

    Mendagri juga meminta polisi menyelidiki motivasi dan siapa saja yang memesan jasa Saracen. “Untuk apa? Untuk kepentingan politik jangka pendek atau tidak, atau sekadar bermain-main, atau sekadar mencari uang,” kata Mendagri. Kalau menurut saya sih, kalau hanya sekadar main-main tidaklah mungkin. Masa sindikat sebesar dan terorganisir seperti itu dibentuk karena iseng doang. Dengan jumlah akun 800.000, rasanya aneh kalau mereka hanya buat main-main. Kalau mencari uang, ini masuk akal. Dengan situasi sekarang, memang jualan SARA sangat laku apalagi pada masa pilkada dan pilpres.

    Adanya kepentingan politik juga tak bisa dikesampingkan. Saracen menawarkan jasanya seharga puluhan juta, siapa yang mau beli? Kemungkinan besar pasti berkaitan dengan politik bukan? Kalau tujuannya menyerang pemerintah atau target tertentu semasa pilkada, maka ranah politik adalah yang paling masuk akal.

    Jika dulu ada perppu untuk membubarkan ormas anti Pancasila di mana HTI menjadi salah satu korbannya, maka mungkin usul mendagri bisa dipertimbangkan. Mendiskualifikasi paslon yang gunakan cara kotor demi mencapai ambisi politiknya adalah langkah tepat. Jangan sampai penggunaan SARA dan hatespeech jadi hal yang baku dan standar dalam setiap pilkada. Bisa hancur negara ini dipimpin orang-orang yang sebenarnya tidak berkompeten tapi menang karena cara-cara kotor.

    Jangan dikira semua orang akan jujur. Ada kemungkinan menggunakan jalan pintas kalau adu program sudah dirasa kalah. Apalagi kalau ambisinya sudah di ubun-ubun, kebelet dan tak tertahankankan lagi, besar kemungkinan yang bersangkutan bakal menggunakan cara pintas tapi tercela. Harus ada tindakan tegas terhadap mereka yang gunakan cara seperti ini.

    Diskualifikasi bisa jadi solusi ampuh, sekaligus bikin yang bersangkutan malu, itu pun kalau masih punya malu. Semoga Saracen ini adalah titik awal pemberantasan konten negatif yang menjamur di medsos. Jangan sampai biarkan ini dijadikan ladang bisnis bagi pengelola dan jalan pintas bagi klien yang sudah kebelet.

    Mereka yang tak sanggup adu program, apalagi berani main isu SARA, sebenarnya tak bisa apa-apa. Negara kalau ingin maju, harus singkirkan pemimpin model begini. Negara butuh orang yang bisa kerja, bukan orang yang pintar gunakan cara kotor untuk memuluskan aksinya.

    Bagaimana menurut Anda?




    Penulis :   Xhardy    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jokowi Strikes Back, Mendagri Usul Paslon Yang Terlibat SARA Harus Didiskualifikasi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top