728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 23 Agustus 2017

    #Warta : Jelang Idul Adha, Sapi dan Kambing Pun Diseret Untuk Korupsi, Barokah!

    Tiga tersangka sudah diciduk oleh KPK terkait dengan kasus korupsi yang bersandi ‘sapi-kambing’. Ketiga orang tersebut adalah panitera pengganti Tarmizi, pengacara PT ADI (Aquamarine Divindo Inspection) Akhmad Zaini, dan Dirut PT ADI, Yunus Nafik. Tarmizi, Akhmad Zaini, dan Nafik menafikan seluruh pertanyaan para wartawan ketika keluar dari gedung KPK.

    Mungkin nama Dirut PT ADI, Yunus Nafik mencerminkan sikapnya secara gamblang setelah ditelanjangi dengan pertanyaan-pertanyaan dari KPK. Maka sekeluarnya Nafik, ia pun menafikan seluruh pertanyaan dan cecaran wartawan.

    ” Mungkin ini karena situasi mendekati hari kurban ya? TMZ sempat meminta tujuh sapi dan lima kambing atau senilai Rp 750 juta kepada AKZ. Akhirnya disepakati empat sapi atau senilai Rp 400 juta untuk mengamankan perkara tersebut,” ujar Agus dengan nada bercanda.

    Ketiga orang tersebut memakai rompi oranye, simbol tersangka KPK. Secara simbolis, ketiga tersangka KPK ini disematkan rompi berwarna oranye. Hal ini sangat mirip dengan kejadian di Taman Eden. Menurut kitab suci agama Kristen, Alkitab, ketika manusia jatuh dalam dosa, mereka mencari-cari dedaunan untuk menutupi kemaluan mereka. Lantas tentu banyak orang yang mungkin akan protes kepada saya mengapa menggunakan simbol-simbol agama tertentu? Bukankah ini penistaan?

    Izinkan saya untuk membela diri, ini bukan penistaan. Saya hanya menggunakan standar kegilaan yang sama dengan mereka yang berani-beraninya menggunakan istilah-istilah yang berkait dengan agama. Bahkan dalam kasus korupsi Qur’an, mereka malah menggunakan bahasa-bahasa Arab, yang dianggap sebagai bahasa Tuhan.

    Maka jika kita gunakan standar kegilaan yang sama, hal ini akan menjadi sangat eksplisit. Jika para pembaca Seword dapat mengikuti alur pemikiran saya, tentu pembaca sudah terbiasa membaca tulisan-tulisan saya yang (katanya) logis, meskipun sedikit nyinyir. Hahaha.

    Nah, bicara mengenai sapi dan kambing, tentu kita tahu bahwa kode-kode tersebut sangat dekat hubungannya dengan agama yang berkiblat dari Timur Tengah, yakni agama Islam, Kristen dan Yahudi. Ketiga agama yang berakar dari daerah yang berdekatan, memiliki tradisi kurban.

    Sapi dan kambing digunakan untuk melakukan kurban. Ini adalah sebuah hal yang harus kita perhatikan bersama. Bahkan bahasa-bahasa Arab pun digunakan untuk melicinkan dan melakukan kamuflase berkedok korupsi.

    Kader Gerindra dan PKS pun satu suara mengatakan bahwa pemakaian bahasa Arab untuk melicinkan kasus korupsi bukanlah sebuah penistaan. Hal yang mereka pikirkan mungkin begini “Semua bukan penistaan, kecuali kalau Ahok yang berkata.” Begitulah mental para manusia miring ini.

    Simak beberapa kalimat-kalimat yang ada di bawah ini, langsung dikutip dari kader Gerindra dan PKS mengenai penggunaan bahasa Arab sebagai korupsi.

    Suara Jaksa KPK:

    “Muhammad Kurniawan melaporkan penyerahan uang komitmen fee tersebut kepada Yudi Widiana Adia dengan mengirimkan SMS berisi ‘semalam sudah liqo (pertemuan) dengan asp ya’, kemudian dibalas oleh Yudi Widiana Adia, ‘Naam (iya), berapa juz?’ dan dijawab oleh Muhammad Kurniawan ‘sekitar 4 juz lebih campuran’. Kemudian Muhammad Kurniawan mengirimkan SMS kembali yang berisi ‘itu ikhwah (kawan) ambon yang selesaikan, masih ada minus juz yang agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yang mahad jambi’ dan dibalas oleh Yudi Widiana Adia ‘Naam.. Yang pasukan lili blm konek lagi?’ kemudian dijawab oleh Muhammad Kurniawan ‘sudah respons beberapa..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya’,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/5).

    Bunyi-bunyian Gerindra:

    “Ah, enggak itu mah (penistaan agama). Belum tahu juga apakah istilah itu masuk atau tidak, tapi enggaklah. Kasus ini bukan penistaan…. Kalau penistaan agama itu seperti kasus Ahok. Berbeda dengan hal itu (pemakaian bahasa Arab). Misal saya jadi warga negara Amerika, terus saya agamanya Islam dan saya meledek agama mayoritas di sana. Nah saya pasti dibilang orang stres,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono di Gedung Kura-Kura, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2017).

    Bunyi-bunyian PKS:


    “Terkait mau pakai istilah apa pun juga bagian itu perlu diperiksa dengan benar bahwa itu bagian dari kode-kode itu sendiri atau bagaimana. Itu masing-masing orangnya berarti artinya tidak terkait dengan PKS, tapi yang jelas PKS kalau yang berkaitan dengan hukum ya harus diselesaikan dengan hukum, tetapi kami menganut asas praduga tak bersalah, kita tunggu sampai hasilnya sesuai,” ujar Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa saat dihubungi detikcom, Selasa (23/5/2017).

    Agama dan atributnya sering dipakai untuk melakukan kamuflase. Bayangkan saja, bahasa Arab pun digunakan oleh kader PKS sebagai kode korupsi. Gerindra mengatakan hal tersebut bukan penistaan. Maka tidak heran jika pada akhirnya sapi dan kambing lah yang dinista. Kedua hewan yang tidak berdosa dipakai untuk membodoh-bodohi sistem, sehingga kasus korupsi berjalan dengan lancar. Terima kasih Liqo, Juz, Sapi dan Kambing! Ternyata kader PKS, Gerindra, dan ketiga tersangka ini, tidak lebih dari kalian!

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :  Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jelang Idul Adha, Sapi dan Kambing Pun Diseret Untuk Korupsi, Barokah! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top