728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 24 Agustus 2017

    #Warta : Habiburokhman Diledek Ketua MK, Malunya Tuh Di Sini, Sebuah Pelajaran Untuk Tidak Asal Nyinyir

    Kembali lagi ke Habiburokhman. Ada apa dengan orang ini? Orang ini kena batunya karena ulahnya sendiri. Bukan apa-apa sih, hanya masalah malu saja karena pernah nyinyir mengenai sesuatu di media sosial beberapa waktu lalu. Kata kuncinya adalah simpang susun Semanggi. “gara2 naik jembatan semanggi malah salah arah, mau ke Menteng jadi ke arah Senayan, ini siapa sich penggagasnya?” Begitulah bunyi kicauannya. Sudah ingat?

    Saya sudah pernah bahas mengenai ini. Dia ingin ke bundaran HI tapi malah naik ke simpang susun Semanggi dan nyasar. Padahal bisa langsung belok saja. Kalau menurut saya sih dia hanya nyinyir, karena kebetulan yang menggagas ini adalah Ahok. Andai saja bukan Ahok yang menggagas, pasti Habiburokhman takkan repot-repot nyinyir di Twitter.

    Seharusnya dia sadar dan introspeksi diri, proyek ini patut diapresisasi karena dibangun tanpa menggunakan APBD. Sangat sedikit yang bisa membangun dengan cara seperti itu. Kebanyakan hanya bisa korupsi dan bikin proyek mangkrak. Seperti itukah yang harus dipuji dan diberi standing ovation? Hanya orang tidak waras yang melakukan itu. Tersesat itu adalah karena ketidaktahuan, bukan karena salah jalannya, bukan pula penggagasnya.

    Nah, cuitan Habiburokhman ini mulai menuai karmanya. Tidak banyak sih, hanya berupa ledekan dari seorang ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat. Oh ya, sedikit info. Habiburokhman adalah salah satu kuasa hukum pemohon uji materi terkait perppu ormas yang digelar di MK. Permohonan diajukan oleh anggota ACTA, yakni Herdiansyah dan Ali Hakim Lubis. Perppu ormas ini membuat banyak orang gelisah dan tidak sedikit yang protes, termasuk mereka ini. Protes ini berlandaskan alasan karena pemerintah dianggap otoriter, anti umat Islam. Always play the role of victim.

    Ketika mereka diperkenalkan satu per satu, ketua MK memotong saat Habiburokhman muncul. “Pak Habiburokhman yang tersesat di Semanggi?” kata Arief seperti dikutip Kompas.com. Banyak yang tertawa kala itu, termasuk para wartawan. “Harus dipandu Voorijder (pengawalan polisi) itu,” tambah Arief. Dan ketika Arief memeriksa isi berkas permohonan, dia melihat Habiburokhman sudah menandatangani dan sebagian kuasa hukum belum.

    “Habiburokhman sudah tanda tangan. Walaupun tersesat sudah tanda tangan,” kata Arief. Hahaha, gimana rasanya? Enak tidak diledekin? Meski ikut tertawa, saya yakin dia pasti merasa malu dijadikan bahan guyonan seperti ini. Tapi ya memang bukan salah ketua MK. Ketua MK hanya menyampaikan kebenaran dan memastikan apakah benar dia yang tersesat di simpang susun Semanggi. Meski terkesan meledek, tapi mengandung kebenaran.

    Itulah efek kalau sembarangan memberikan statement di media sosial. Ada beberapa level statement yang sering muncul di media sosial dari yang ringan, sedang hingga level berat. Yang ringan itu seperti kritikan yang wajar, yang level sedang adalah nyinyiran tanpa logika, yang level berat adalah ujaran kebencian, SARA dan hoax. Komentar Habiburokhman mengenai simpang susun Semanggi membuatnya terkenal.

    Terkenalnya pun dengan cara yang konyol sehingga dijadikan ledekan. Ada dua jenis orang, yaitu orang yang dikenang karena kinerja dan kontribusinya pada masyarakat, yang satu lagi dikenang karena dan nyinyiran konyolnya. Silakan pilih Habiburokhman termasuk yang mana. Jika kita mau jujur, apa sih kontribusi yang dipersembahkan Habiburokhman? Tolong bantu saya sebut satu saja, karena saya sudah mencari tapi tak ketemu.

    Dia beserta yang lain (yang hanya bisa nyinyir) hanya bisa mengkritik, itu pun kritikannya murahan, tanpa dasar yang kuat, disertai emosi tidak suka pada yang dikritik. Dan parahnya mereka jago kritik tapi tak bisa berkontribusi apa pun. Karena dirasa tak ada yang bisa dikenang dari mereka, wajar kalau orang hanya bisa mengenang saat mereka nyinyir saja. Nyinyiran mereka lebih spektakuler ketimbang kinerja mereka. Setuju?

    Makanya saya setuju sekali dengan kutipan: kalau tidak mau kebodohan sendiri terbongkar, lebih baik diam dan tutup mulut, jangan banyak kritik dan nyinyir tak jelas. Semakin sering nyinyir tak jelas, semakin orang tahu siapa orang tersebut. Yang nanggung malu juga diri sendiri, bukan orang lain.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis :  Xhardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Habiburokhman Diledek Ketua MK, Malunya Tuh Di Sini, Sebuah Pelajaran Untuk Tidak Asal Nyinyir Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top