728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 21 Agustus 2017

    #Warta : Elektabilitas Menurun, Jokowi Tak Peduli dan Malah Akan Menemui Partai Komunis Vietnam

    Ilustrasi pertemuan Jokowi dan Nguyen Phu Trong
    Jokowi memang presiden paling unik sepanjang sejarah Indonesia. Orangnya begitu cuek bebek terhadap persoalan-persoalan yang tidak penting. Jokowi tipe orang yang akan fokus melakukan sesuatu yang sedang dihadapannya. Sebagai seorang presiden, yang dipikirkan Jokowi saat ini adalah begaimana bekerja membangun negeri agar bisa mengejar negara-negara lain yang sudah lebih maju. Urusan melanggengkan kekuasaan (Pilpres 2019) boleh jadi belum ada dalam daftar memori Jokowi.

    Di saat tokoh-tokoh lain sedang melakukan gerilya politik, mencari dukungan sana-sini, menawarkan koalisi, Jokowi tetap adem ayem. Jokowi tak peduli ketika partai-partai berbondong-bondong mendukung Jokowi. Apakah Jokowi senang didukung banyak partai? Tidak! Jokowi biasa saja. Jokowi belum ingin memikirkan Pilpres 2019. Amanah Jokowi saat ini membangun negeri, bukan memikirkan bagaimana caranya melanggengkan kekuasaan.

    Jokowi tak pernah merperpanjang dan memperbesar persoalan-persoalan yang tidak penting. Bagi Jokowi, persoalan-persoalan yang tidak penting itu hanya akan mengganggu fokus kerja.

    Jokowi bahkan tak peduli ketika menurut survey, elektabilitasnya menurun drastis. Padahal, dengan prestasi kerja yang luar biasa, seyogyanya elektabilitas Jokowi semakin tinggi. Namun hasil survey berbicara sebaliknya.

    Sebelumnya, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Jokowi adalah sebesar 65 persen. Namun saat ini menurun hingga 42,6 persen. Penurunan angka elektabilitas Jokowi tersebut hanya karena adanya dukungan yang diberikan oleh Partai Golkar.

    “Sebelum Golkar dukung Jokowi, elektabilitasnya di atas 50 persen. Tapi setelahnya, menurut survei SMRC, elektabilitas Jokowi pada Juni 2017 adalah 34 persen. Litbang Kompas, elektabilitasnya pada April 2017 hanya 42,6 persen,” ungkap Mucchtar Effendi, pengamat politik dari Network for South East Asian Studies (NSEAS) dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8).

    Apakah Jokowi peduli dengan hasil survey? Sama sekali tidak. Bagi Jokowi, tidak ada manfaatnya merisaukan hasil survey, toh hanya survey. Alasan elektabilitas Jokowi menurun yang katanya karena dukungan Golkar pun tidak digubris Jokowi.

    Jokowi paham betul bahwa bisa jadi ini jebakan untuk menjauhkan Jokowi dan Golkar. Toh jika hasil survey ini benar, masih ada kesempatan bagi Jokowi untuk meningkatkan elektabilitasnya dan tak perlu menjauhkan diri dari Golkar. Jika karena ini Jokowi menolak Golkar, bukan tidak mungkin ini menjadi sebuah blunder. Tidak menggubris dan merisaukan hasil survey adalah langkah jitu yang paling aman.

    Namun yang pasti Jokowi memang tidak peduli dengan itu semua. Meskipun hasil survey menunjukkan hasil elektabilitasnnya turun, Jokowi tak segan-segan melakukan tindakan yang berpotensi semakin menggerus elektabilitasnya. Jokowi akan melakukan pertemuan dengan partai Komunis Vietnam, tepatnya Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong. Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

    Meski demikian, Heru belum dapat memastikan kapan Jokowi akan melakukan pertemuan itu. Sekjen Partai Komunis Vietnam akan berada di Tanah Air sejak tanggal 22 sampai 24 Agustus. Heru menjelaskan, selain bertemu dengan Presiden, Sekjen Partai Komunis Vietnam akan pula melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arrmanatha Nasir sebelumnya menjelaskan, Nguyen Phu Trong adalah orang yang memiliki kedudukan cukup tinggi di pemerintahan Vietnam. Partai Komunis Vietnam adalah partai penguasa di negeri tersebut.

    “Ini merupakan kunjungan yang penting, ini merupakan kunjungan pertama dan juga sekjen Partai Komunis itu memiliki kedudukan yang cukup tinggi di pemerintahan Vietnam,” kata Armanatha, Kamis (20/7)

    Jika benar nantinya Jokowi akan bertemu dengan Partai Komunis Vietnam, sudah hampir pasti akan menjadi isu panas yang berpotensi menggerus elektabilitas Jokowi. Jokowi akan dituduh akan mengkomuniskan Indonesia. Fitnah bahwa Jokowi antek PKI akan semakin deras. Isu ini akan membuat situasi politik di Indonesia. Bukan tidak mungkin jika pertemuan ini benar-benar terjadi, akan mucul aksi menolak kedatangan partai komunis.

    Jokowi seperti sedang mendatangi maut  jika nanti benar-benar mengadakan pertemuan dengan partai Komunis Vietnam. Namun Jokowi tetap Jokowi. Jokowi tak paduli dirinya akan diserang isu antek PKI. Jokowi pun tidak peduli dengan turunnya elektabilitasnya. Padahal, Pilpres 2019 semakin dekat.

    Begitulah Jokowi. Orang yang sangat berprinsip dan memiliki keyakinan yang sangat tinggi. Jokowi percaya bahwa apa yang dilakukannya, selama itu tidak mengkhianati amanah sebagai presiden, pasti akan memberikan berkah dan kebaikan. Bahwa elektabilitas Jokowi semakin menurun itu hanya kalkulasi manusia. kekuasaan Tuhan jauh di atas hasil survey. Jika Tuhan menghendaki Jokowi kembali menang di Pilpres 2019, maka fitnah, tuduhan, cacian, dan hasil survey tidak berdaya sama sekali. Keyakinan seperti itu yang tertanam kuat di hati Jokowi sehingga saat ini dia hanya tahu bagaimana menjalankan amanah sebagai presiden.



    Penulis  :  Saefudin Achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Elektabilitas Menurun, Jokowi Tak Peduli dan Malah Akan Menemui Partai Komunis Vietnam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top