728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 29 Agustus 2017

    #Warta : Eggi, Rizieq, Idi Amin, Kabur ke Saudi Negara “Safe Haven” Teroris

    Kenapa Eggi Sudjana, Rizieq, Zakir Naek, Anies kabur dan berlibur ke dan di Arab Saudi? Atau, Anda ingin tinggal di sana? Jadilah Anda seorang teroris, buronan, anti Syiah, dan diktator. Dijamin Anda akan aman dan nyaman. Plus Anda harus bawa uang sendiri. Sesungguhnya Arab Saudi adalah negara pengekspor teroris terbesar di Bumi, plus safe haven untuk mereka, plus negara tanpa hukum jelas.

    Setelah Rizieq, buronan chat porno, kini lari Eggi Sudjana. Kabur ke Saudi. Kenapa mereka senang lari ke sana? Kenapa pula para orang unik lucu menggemaskan politikus seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, bahkan Anies gubernur SARA, juga si disebut menerima Rp 600 juta Amien Rais mengunjungi Arab Saudi? Ada hal yang mencengangkan terkait Saudi khusus untuk para buronan dan diktator.

    Pilihan Rizieq kabur ke Saudi Arabia sudah jauh hari dirancang. Gambaran tentang prospek pelarian telah rapi disusun. Berdasarkan data dan pengalaman, Rizieq telah memersiapkan segalanya, termasuk pendanaan untuk hidup di Saudi Arabia. Ingat Saudi Arabia adalah negara yang penduduknya terkenal kikir dan pelit. Catatan kedatangan para buron yang membawa berton-ton emas untuk perlindungan seperti Ben Ali mewarnainya. Buronan bokek dan tidak memiliki uang tak akan diterima di Saudi.

    Negara Pengekspor Teroris

    Pemboman teror dengan pembajakan pesawat yang ditabrakkan ke menara kembar WTC di New York dan Pentagon WA, mayoritas pelaku, 15 dari 19 adalah warga Saudi, yakni Khalid Al-Midhar, Majed Moqed, Nawaq Alhamzi, Salem Alhamzi, Hani Hanjour , Satam Al Suqami , Waleed M. Alshehri, Wail Alshehri, Mohamed Atta, Abdulaziz Alomari, Marwan Al-Shehehi, Fayez Ahmed, Ahmed Alghamdi, Hamza Alghamdi, Mohald Alshehri, Saeed Alghamdi, Ahmed Alhazamdy, Ahmed Alnami, dan Ziad Jarrahi.

    Teroris paling terkenal, Osama bin Laden, orang dekat para pentolan ulama Wahabi di Mekah, yang dibunuh dan mayatnya dibuang ke Samudera Hindia oleh Obama, juga warga Saudi. Di Saudi, Osama adalah kroni ulama Wahabi sekaligus kaki tangan penguasa Kerajaan.

    Kini, di Syria, Arab Saudi memerangi Assad. Saudi mendukung dan membiayai teroris Jabhat Al Nusra dan Anshar al-Sharia. Selain itu Anshar al Sham yang setengah mendukung ISIS pun dibiayai oleh Saudi. Pun juga para teroris ISIS terbesar di Syria dan Iraq berasal dari Arab Saudi. Mereka pergi ke Syria didukung oleh ulama Wahabi dan pemerintah Saudi.

    Di Yaman, dengan 5 juta orang kini terancam kelaparan akibat serangan teroris Saudi. Mereka menggempur Houthi karena mereka Syiah. Hanya kaum Syiah yang mengancam kekuasaan the Custodion of the Two Holy Mosques, alias Penjaga Dua Masjid Suci, gelar yang disematkan untuk mengelabuhi kerakusan konspirasi agama antara Kerajaan Saudi dan Wahabi. Maka, Saudi tidak ingin Yaman menjadi sekutu Iraq, Iran, Qatar, dan Lebanon. Houthi harus ditumpas.

    Ekspor Paham Wahabi Radikal Islam

    Ke seluruh dunia, Saudi membangun Pusat Studi Islam dan Arab, yang bertujuan memerluas pengaruh Islam radikal, Wahabi, yang puritan, merusak tatanan dengan konsep double standard: semau mereka menafsirkan Al Qur’an.

    Mau contoh? Wahabi dan Pemerintah Saudi mengeluarkan larangan awalnya bahwa perempuan Saudi, dilarang menikah dengan warga non-Saudi, apalagi orang Asia, India, atau Afrika Hitam. Haram. Sejak dua tahun lalu, muncul peraturan warga perempuan Saudi boleh menikah dengan warga asing, dengan catatan, warga Saudi perempuan yang berkulit HITAM. Mana ada hukum Allah SWT membedakan kulit,lah Bilal saja berkulit hitam tidak diperlakukan rasis oleh Rasullullah SAW?

    Paham Wahabi ini sangat berbahaya bagi kemanusiaan. Paham takfiri, paham pengafiran orang lain, baik sesama muslim maupun non-muslim, intoleran, segregatif, dan bersimpati pada gerakan HTI, dan menghalalkan segala cara untuk menyiarkan dan mensyiarkan ajaran kekerasan teror ke seluruh dunia. Ajaran ini menjadi embrio terorisme di seluruh dunia.

    Pembiayaan berita online, dan perang media sosial, yang membesarkan keluarga kerajaan dan peran Wahabi sepenuhnya ditanggung Saudi. Banyak berita yang berseberangan ditindas. Aljazeera, channel berita kritis pengeritik Israel, justru diblokir di Saudi. CNN malah dibiarkan merajalela. Berita dari Iran sama sekali ditutup. Saudi – bersama Qatar – memang pengekspor teroris.

    Narkoba dan Pesta

    Keluarga Kerajaan Saudi juga berkolaborasi dengan para bandar narkoba. Mereka menjadi pengedar dan pelanggan narkoba yang hanya secara eksklusif disebarkan oleh kalangan Kerajaan. Pesta-pesta bawah tanah dengan undangan pembesar kerajaan, tamu istimewa, dan para ulama Wahabi selalu penuh sesak dan ramai. Tak tertutup narkoba, selain alkohol, adalah jamuan rahasia yang mereka nikmati. Faktanya?

    Pangeran Arab Saudi, klan cucu bin Abdul-Aziz, ditangkap di Lebanon karena menyelundupkan narkoba berupa 3 juta pil Captagon. Mereka menggunakan pesawat pribadi untuk memborong alkohol dan narkoba. Konflik di Syria menjadikan para pangeran Arab Saudi menikmati produksi Captagon di Syria,  yang juga digunakan oleh teroris ISIS agar tetap semangat perang.

    Bagi yang paham tentang Saudi Arabia, mereka tahu banyak sekali pesta-pora underground yang diselenggarakan dan dilindungi oleh keluarga kerajaan, utamanya Al Thunayan, salah satu klan kongsi dari puluhan perempuan suku, yang dinikahi penguasa Hejaz Ibn Saud. Dalam pesta ini alkohol, perempuan dan bartender asal Filipina biasanya yang menjadi langganan.

    Tempat Pelarian Buronan dan Teroris

    Abdrabuh Mansur Hadi, buronan Houthi dilindungi dan dipelihara oleh Saudi. Dia membawa kabur uang sebesar US $ 3 milyar. Juga diktator Tunisia Zine el-Abidine Ben Ali, penguasa yang di negaranya dituduh membunuh ratusan orang, membawa 1.5 ton emas ketika mendarat di Jeddah.  Juga diktator Yaman Ali Abdullah Saleh juga dilindungi, meskipun menjadi buronan rakyat Yaman.

    Maka tak salah jika Idi Amin Dada, diktator pembunuh 300,000 orang suku Acholi dan Lango beragama Kristen, dalam genosida di Uganda, masuk ke Saudi dengan membawa emas dan uang senilai lebih dari US $ 3 milyar. Dia juga yang membunuh Pastor Gereja Anglican Janani Luwum, dan Makarere College, Ketua Bank Sentral Uganda, dan beberapa menteri. Idi Amin ini juga membunuh 5,000 tentara etnik Acholi dan Lango, yang loyal kepada bekas Presiden Obote.

    Idi Amin ini adalah otak di balik pembajakan pesawat Air France A-300B dengan nomor penerbangan 139 pada 1976, Idi Amin mengundang pembajak ke Entebbe. Pembajak menuntut pembebasan 53 tahanan PLO, dengan pertukaran 256 sandera dalam pesawat. Israel mengerahkan paratroopers dan membebaskan sandera, dan membunuh seluruh pembajak. Pesawat jet tempur Uganda dihancurkan Israel di bandara, untuk mencegah seranngan balik pasukan angkatan Udara Uganda.

    Kini di Saudi banyak buronan dari negara-negara Arab, Asia, dan Afrika tinggal. Mereka sebagain besar memiliki dana yang besar untuk tinggal di sana. Ada cukong atau membawa uang curian sendiri. Zakir Naik adalah buronan Kepolisian India, nyaman tinggal di sana karena memiliki uang hasil pencucian alias money laundering sebesar US $ 400 juta dollar.

    Dari Indonesia, Rizieq FPI menjadi buronan yang nyaman tinggal di Arabia – dan siapa cukongnya? Karena Saudi Arabia hampir tidak pernah menerima buronan yang bokek tak memiliki uang. Apalagi Rizieq didatangi oleh para politikus, dan membawa selusin lebih keluarganya – tetapi gagal membawa muridnya si Firza, pasangan chat mesumnya. Dari mana dananya? Dari Indonesia, atau dari para buronan lain seperti Zakir Naik yang lebih dulu ada di sana? Zakir Naik dikenal dekat dengan Jusuf Kalla dan bahkan pernah bertemu di tengah kampanye Pilkada DKI Jakarta yang panas. Atau dari Prabowo dan SBY dana bagi Rizieq karena merekalah yang mendapat dukungan dari FPI selama Pilkada DKI?

    Itulah gambaran nyata alasan Rizieq FPI dan mungkin Eggi Sudjana kabur ke Saudi Arabia. Mereka bergabung dengan nama-nama seperti Ben Ali, Idi Amin, Ali Abdullah Saleh, Mansur, dan banyak lagi buronan yang memiliki kekayaan atau dukungan uang dari pihak tertentu. Salam bahagia ala saya.



    Penulis :  Ninoy Karundeng    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Eggi, Rizieq, Idi Amin, Kabur ke Saudi Negara “Safe Haven” Teroris Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top