728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 19 Agustus 2017

    #Warta : Di Tasikmalaya, Anggota Paskibra Dari Salah Satu SMK Bercadar

    Ada banyak cerita unik seputar Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72.

    Tentang Presiden Jokowi yang menyerukan para undangan untuk berpakaian adat suku-suku yang ada di Indonesia, mulai dari busana yang dikenakan para pejabat tinggi negara, lalu parade busana daerah kontemporer sampai pengumuman pemenang busana adat terbaik di pagi hari dan sore hari, semuanya seperti tak habis untuk diberitakan.

    Lalu berita tentang Pasukan Pengibar Bendera yang bertelanjang kaki karena daerahnya baru diterjang banjir, kemudian berita tentang pembentangan bendera terpanjang di Bali yang berhasil meraih rekor MURI, kali ini saya akan mengangkat cerita tentang Pasukan Pengibar Bendera di daerah Tasikmalaya yang bercadar.

    Ya, ketika perayaan 17 Agustus kemarin, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) ramai diperbincangkan netizen karena memiliki tanggung jawab berat selama upacara bendera merah-putih. Ada pula anggota paskibraka yang menjadi perbincangan karena cantik. Kali ini anggota paskibraka di salah satu SMK muslim menjadi sorotan karena bercadar.

    Ketika mencari di Instagram dengan hashtag #paskibraka, muncul foto teratas anggota paskibraka bercadar. Menggunakan busana serba putih, penampilan anggota paskibraka bercadar sedikit berbeda. Mereka memakai rok panjang yang longgar serta cape putih lebar pada bagian atasnya. Bagian wajah ditutup cadar hitam. Karena cape sudah panjang jadi cadar hanya sebatas bahu.

    Foto yang viral berasal dari Instagram @sahabatmuslimah. Akun Instagram dengan jumlah followers lebih dari 814 ribu itu mengunggah foto tersebut pada Kamis malam (17/8/2017). Pada keterangan foto di bawahnya dituliskan kalau paskibraka bercadar ini berasal dari SMK Al Idrisiyyah di Jl. Raya Ciawi KM 8 No. 79 Jatihurip, Kec. Cisayong Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat.


    “Mashaa Allah.. Petugas Paskibra Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya 17 Agustus 2017 kali ini dari SMK Al Idrisiyyah. Siswi di SMK ini memang sebagian besar berniqob, dan Masha Allah ketika menjadi petugas pun sama sekali tidak melepas Niqob. Dan kalau kita perhatikan lebih jelas, formasinya.. antara ikhwan dan akhwat dipisah. Malah menjadi ciri khas yang sepertinya hanya ada di kita.. belum ada di yang lain. Luarrrbiasaaa… Allahuakbar,” tulis @sahabatmuslimah di Instagram.

    Foto tersebut menuai lebih dari 39 ribu likes dan 500-an komentar. Banyak netizen yang memuji para paskibraka bercadar ini. Seperti yang diungkapkan oleh @rizalbindaud. “Alhamdulillah…ini baru hakikat kemerdekaan, ketika kita merdeka untuk menjalankan keyakinan kita dlm hal berbusana muslim, apalagi Islam sebagai agama mayoritas sudah semestinya di dukung dlm setiap bela negara nya (paskibra),” katanya.

    Sementara netizen lain juga memberikan komentar yang positif seperti ‘Masha Allah, Subhannallah’, dan ucapan lain sebagainya. Menoleh ke akun Instagram resmi dari SMK tersebut @idrisiyyahid, juga ada foto para paskibraka bercadar namun dengan angle berbeda.

    Itulah keragaman, kebhinnekaan, dimana mereka yang berbeda mendapat dukungan. Saya pribadi tidak memiliki komentar yang istimewa untuk anak-anak SMK tersebut. Saya hanya menyoroti kemerdekaan yang mereka nikmati untuk berbusana sesuai dengan ajaran mereka dan melihat bagaimana orang-orang di sekitar mereka dengan kelegaan menerima penampilan yang memang tidak biasa.

    Seandainya, seluruh muslim di Indonesia memiliki pemikiran yang sama bahwa perbedaan adalah bagian dari kekayaan Indonesia, mungkin istilah Bumi Datar dan Bumi Bulat tidak akan pernah ada.

    Masalah muncul karena satu pihak menolak perbedaan. Seperti yang sekarang ini terjadi di Indonesia, dimana mengkafirkan pihak lain yang tidak satu aliran begitu gencar diteriakkan. Pihak ini selalu merasa aliran mereka yang paling benar. Perasaan yang paling benar ini yang kemudian mengarahkan perilaku mereka tidak ubahnya perilaku kelompok penganut Islam ekstrim, seperti yang saya kenal kelompok ini ada di negara Iran.

    Yang terlintas dalam pikiran saya kemudian adalah jika anggota Paskibra perempuan semua bercadar, artinya seluruh siswi sekolah itu juga bercadar dalam artian pihak sekolah yang statusnya sebuah Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK mewajibkan siswinya untuk bercadar. Jujur saja, saya sedikit heran. Kalau anak-anak itu siswi sebuah madasrah, itu lebih mudah dipahami. Menurut keterangan yang saya baca, sekolah mereka adalah SMK Islam.

    Well, semoga apa yang diajarkan oleh pihak sekolah tetap pelajaran Islam Nusantara dan bukan yang lainnya. Dan kalau kita telaah lebih dalam lagi, tampak sekali kegiatan Paskibra dilakukan seperti dipaksakan.



    Penulis   :  Erika Ebener  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Di Tasikmalaya, Anggota Paskibra Dari Salah Satu SMK Bercadar Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top