728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 23 Agustus 2017

    #Warta : Bertemu Sekjen Partai Komunis Vietnam, Sikap “Elegan” Jokowi Membalas Sikap “Tidak Hormat “ Malaysia Terhadap Indonesia

    Jokowi adalah sosok yang unik dan susah ditebak langkah-langkahnya. Jokowi bukanlah sosok yang mudah diprovokasi. Lawan-lawan yang beberapa kali mencoba memprovokasi Jokowi harus gigit jari. Jokowi bagai batu karang yang sulit untuk dirobohkan apalagi hanya lewat provokasi.

    Sikap yang ditunjukkan Jokowi dalam menghadapi persolan, serangan, fitnah, cercaan, dan hinaan yang dialamatkan kepadanya juga sangat luar biasa dan sangat elegan. Jokowi tidak perlu marah dan emosi untuk meredakan persoalan, itu bukan levelnya Jokowi. Jokowi membalas serangan dengan cara elegan namun sangat menohok. Jarang sekali ada orang yang mampu membalas serangan dengan sikap yang elegan sekaligus sangat menohok.

    Lawan-lawan Jokowi tidak hanya datang dari dalam negeri, namun luar negeri. Sejak era Sukarno, Malaysia sering menunjukkan sikap yang kurang hormat terhadap Indonesia. Beberapa kali mereka mengusik ketenangan bangsa Indonesia. Beberapa budaya Indonesia bahkan mereka klaim sebagai budaya mereka. Tidak pernah nampak i’tikan dari Malaysia untuk berhubungan baik dengan Indonesia. Malaysia bahkan beberapa kali terlihat meremehkan Indonesia.

    Sea Games 2017 yang dilaksanakan di Malysia menjadikan Malaysia berani bersikap seenaknya terhadap Indonesia. Insiden bendera terbalik mungkin hanya satu dari sekian sikap tidak hormat Malaysia terhadap bangsa Indonesia sepanjang perhelatan Sea Games. Malaysia memang seperti ingin meremehkan kekuatan Indonesia, mentang-mentang menjadi tuan rumah.

    Insiden bendera terbalik sontak membuat rakyat Indonesia marah. Mereka terusik kehormatan Indonesia dilecehkan oleh Malaysia. Bagi rakyat Indonesia, bendera merah putih adalah simbol negara yang sangat sakral dan tidak boleh dibolak-balik atau dipermainkan.

    Saya yakin Jokowi juga merasakan amarah di dalam hatinya. Kecintaannya terhadap sang saka merah putih membuat hatinya panas dan tidak terima dengan perlakuan Malaysia terhadap bendera merah putih.

    Hanya saja, Jokowi sosok yang berbeda dengan kebanyakan rakyat Indonesia. Jokowi adalah pemimpin istimewa yang benar-benar memperimbangkan banyak hal sebelum menentukan langkah.

    Jokowi menyadari, dirinya sedang coba diprovokasi oleh Malaysia. Malaysia ingin membuat Jokowi dan kontingen Indonesia bertanding dalam kondisi marah. Kondisi marah dan tinak tenang beberapa kali menjadi blunder dalam pertandingan.

    Jokowi akhirnya lebih memilih sikap tenang dan menghimbau agar insiden bendera terbalik tidak terlalu dibesar-besarkan. Jokowi meminta kontingen tetap bertanding dengan penuh konsentrasi. Jokowi seperti sedang memberikan pesan kepada para kontingen agar membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang pantas mendapat sikap hormat dari Malaysia.

    Entah sebuah kebetulan atau memang sudah disengaja, tiba-tiba Indonesia dikunjungi oleh Sekjen Partai Komunis Vietnam. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin akan menandatangani lima nota kesepahaman (MoU) dan satu Letter of Intent (LoI).

    “Awalnya hanya MoU kerja sama pertanian dan pembangunan pedesaan serta LoI antara Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) dan Vietnam Coast Guards. Terakhir ada empat MoU tambahan yang akan diteken kedua pemimpin,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, saat ditemui di Jakarta, Selasa (22/8).

    Arrmanatha menjelaskan tiga Mou tersebut mencakup kerja sama Jakarta dan Hanoi dalam bidang pendidikan, industri perdagangan batu bara, kerja sama eksplorasi gas alam, dan penguatan penegakan hokum.

    Pemerintah Indonesia berharap, lawatan Sekjen Nguyen ke Jakarta bisa memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Vietnam saat ini merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Selain itu, nilai perdagangan RI-Vietnam juga terbilang besar, mencapai US$2 miliar pada 2016 lalu. Selain itu, dinamika kawasan dan global juga dinilai mengharuskan Jakarta dan Hanoi memperkuat kerja sama.



    Pertemuan antara Jokowi dengan Sekjen Partai Komunis Vietnam adalah balasan Jokowi terhadap sikap tidak hormat Malaysia terhadap Indonesia. Jokowi seolah-olah ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia tidak butuh Malaysia. Indonesia memilih bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki rasa hormat terhadap Indonesia. Vietnam adalah contoh negara tetangga yang bisa bersikap hormat terhadap Indonesia.

    Pertemuan ini bisa menjadi kode bahwa Vietnam jauh lebih berharga dibanding Malayisa. Jokowi ingin membuat Malaysia cemburu karena tetangga dekatnya justru bermesraan dengan negara tetangga yang jaraknya lebih jauh. Padahal, Indonesia dan Malaysia adalah satu rumpun yang seharusnya memiliki kedekatan emsional.

    Namun kedekatan emosional tersebut tidak menjadikan Jokowi merasa perlu untuk bekerja sama menjalin kedekatan dengan Malaysia. Sikap yang ditunjukkan Malaysia terhadap Indonesia  menjadikan kedekatan emosional antara Indonesia dan Malaysia tidak berarti sama sekali. Indonesia jelas lebih memilih bekerja sama dengan negara yang tidak satu rumpun, namun masih memiki rasa hormat.

    Kesimpulannya, pertemuan Jokowi dengan Sekjen Partai Komunis Vietnam adalah kode bahwa Indonesia tidak butuh Malaysia. Pertemuan ini sekaligus sikap elegan Jokowi untuk membalas sikap tidak hormat Malaysia terhadap Indonesia.


    Penulis :  Saefudin Achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Bertemu Sekjen Partai Komunis Vietnam, Sikap “Elegan” Jokowi Membalas Sikap “Tidak Hormat “ Malaysia Terhadap Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top