728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 22 Agustus 2017

    #Warta : Artis dan Narkoba

    Masyarakat dikejutkan dengan berita pedangdut Ridho Rhoma ditangkap polisi karena kasus narkoba. Ia ditangkap di sebuah hotel yang berada di Jakarta Barat. Pedangdut Muhammad Ridho Irama atau lebih dikenal dengan Ridho Rhoma ditangkap petugas Satuan Narkoba Polresta Jakarta Barat di kawasan Daan Mogot, pada Jumat malam, karena penggunaan narkoba jenis sabu. Dia ditangkap dengan barang bukti 0,7 gram shabu.

    Ridho Roma tiba di Gedung BNN

    Pada awalnya banyak pihak yang menganggap berita ini hanya hoax belaka. Karena sosok Ridho yang dikenal religius dan putra Raja dangdut Rhoma Irama. Kharisma Rhoma Irama di kalangan insan dangdut masih begitu kuat. Tak heran jika  baru dalam tahap pemandangan umum laporan pertanggungjawaban Ketua Umum, sebagian besar peserta Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke- IV Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI), kembali mendaulat Raja Dangdut Rhoma Irama untuk menduduki pucuk pimpinan PAMMI Periode 2017-2022.

    Kharisma Rhoma Irama yang dikenal religius serta pernah menciptakan lagu tentang anti narkotika yang sempat menjadi hit, tak heran penangkapan ridho dianggap hoax. Tetapi setelah dikonfirmasi benar Ridho Rhoma ditangkap karena mengkonsumsi narkoba, maka hal ini seakan menjadi bukti bahwa narkoba memang merajalela, tidak mengenal umur, jenis kelamin, dan kalangan. Narkoba bisa beredar di semua kalangan.

    Kalangan selebritas dianggap paling rentan terpapar bahaya penyalahgunaan narkotika. Sebabnya adalah kehidupan mereka yang penuh gemerlap dan memiliki cukup bahkan lebih uang untuk membeli narkoba berbagai jenis.

    Mereka juga menganggap mengonsumsi zat adiktif sebagai bagian dari gaya hidup artis, yang dituntut tampil prima di hadapan para penggemar meski sangat sibuk dan sedikit waktu istirahat.

    Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.

    Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dosis dan tanpa rekomendasi pihak kesehatan.

    Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

    Di dalam pandangan agama narkoba adalah barang yang merusak akal pikiran, ingatan, hati, jiwa, mental dan kesehatan fisik seperti halnya khamar. Oleh karena itu maka narkoba juga termasuk dalam kategori yang diharamkan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, hadis Rasulullah SAW dan juga ajaran-ajaran agama lainnya.

    Dalam ajaran agama Islam disebutkan: “Janganlah kamu jerumuskan dirimu kepada kecelakaan/kebiasaan (sebagai akibat tangan) tangan-tanganmu”. (QS. Al-Baqarah: 195). “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan.” (QS. Al-Maidah : 90).

    Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa agama Islam sangat peduli terhadap kelangsungan hidup manusia, agar senantiasa menjauhi hal-hal yang dilarang agama, karena hal itu demi kebaikan manusia itu sendiri.



    Penanggulangan Narkoba

    Mengingat betapa dahsyatnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh narkoba dan betapa cepatnya tertular para generasi muda untuk mengonsumsi narkoba, maka diperlukan upaya-upaya konkret untuk mengatasinya.

    Upaya-upaya tersebut antara lain adalah pertama, meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat. Agama merupakan benteng terkuat karena merupakan keyakinan yang timbul dari dalam diri sendiri. Apabila dalam hatinya tertanam penolakan terhadap hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba, maka kehidupannya senantiasa selalu berusaha sesuai dengan ajaran-ajaran agama.

    Kedua,  meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home). Mereka umumnya kekurangan kasih sayang sehingga mencari tempat yang nyaman di luar keluarga. Hal ini akan membuat mereka rentan melakukan hal-hal yang melanggar norma.

    Ketiga, penanaman nilai sejak dini bahwa narkoba adalah haram sebagaimana haramnya babi dan berbuat zina. Apabila hal ini sudah tertanam maka pikirannya akan menolak secara otomatis terhadap penyalahgunaan narkoba.

    Keempat meningkatkan peran orang tua dalam mencegah narkoba. Penanaman penolakan terhadap penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan di rumah oleh ayah dan ibu, di sekolah oleh guru/dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum.

    Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk itu mari kita jaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar dari bahaya narkoba.



    Penulis :   Nono Yarno    Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Artis dan Narkoba Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top