728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 25 Agustus 2017

    #Warta : Apakah Jakarta Masih Butuh Ahok?

    1. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bersalah kasus penistaan agama, dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan ditahan
    2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya hanya dituntut hukum penjara satu tahun dengan masa percoobaan dua tahun dalam kasus terkait pidatonya di Kepulauan Seribu.
    3. Hakim menghukum dengan pasal 156a uuntuk penistaan, lebih berat dari tuntutan jaksa yang menjerat dengan pasal 156 tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap terhadap suatu golongan.
        Massa pro dan anti-Ahok berdatangan memenuhi Gedung Kementerian Pertanian.

    Diatas merupakan sedikit rangkuman proses kenapa Ahok bisa sampai dipenjara, mulai dari proses ditetapkannya sebagai tersangka hingga Ahok dinyatakan sebagai pihak yang bersalah karena menyalahi pasal penistaan agama pasal 156a dan pasal 156.

    beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 17 agustus, Presiden Jokowi meresmikan Simpang susun Semanggi. Yang menarik adalah peresmian simpang susun ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

    Sebelumnya banyak sekali berita miring tentang simpung susun Semanggi, salah satunya adalah bentuk simpang susun yang dipertanyakan mirip dengan logo band asal ibu kota Slank yang digawangi oleh Bim-bim. Belum juga permasalahan asal-asul keuangan pembangunan simpang susun Semanggi.

    Namun setelah diresmikan justru banyak pihak yang dibuat decak kagum dengan simpang susun Semanggi, bahkan wakil Gubernur terpilih Sandiaga Uno tidak ketinggalan melemparkan pujian kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama. Sandiaga Uno mengapresiasi langkah kinerja Ahok dalam mencanangkan serta proses pembangunan simpang susun Semanggi.
    Selain itu juga banyak pihak yang melmparkan pujian dengan adanya simpang susun Semanggi ini. Hal seperti ini merupakan dinamika yang sangat wajar dalam dunia politik, selalu ada pro kontra dalam setiap kebijakan maupun pekerjaan.

    Kemarin saya sempat menulis artikel tentang aktifitas Ahok didalam penjara, salah satunya adalah cerita tentang Ahok yang membantu seseorang bernama Andreas ketika melamar kekasihnya yang bernama mentari dengan bantuan Ahok melalui tulisan tangan yang langsung ditulis oleh Ahok sendiri melalui penjara. Baca beritanya disini

    Pagi ini setelah shalat subuh, seperti biasanya saya membuka google up date. Kebetulan saya membaca berita seperti ini :
    Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Syarif mempermasalahkan anggaran untuk pengadaan lahan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yang dihapus dari Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD 2017.

    Pengadaan lahan RPTRA itu mulanya tercantum dalam anggaran di lima kota administratif di DKI Jakarta.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), yang pertama kali memerintahkan para wali kota untuk melakukan pengadaan lahan tersebut.

    Menurut Syarif, apabila Ahok masih menjadi gubernur, Ahok akan marah saat mengetahui para wali kota gagal merealisasikan pengadaan lahan itu.

    “Ini karena sudah tidak ada Pak Gubernur yang lama. Kalau Pak Ahok masih (menjabat), saya yakin dimarahi semua wali kota ini,” ujar Syarif dalam rapat KUPA-PPAS APBD 2017 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (24/8/2017)

    Saya sedikit berpikir ketika membaca berita ini, ada tiga pertanyaan yang ada didalam benak.

    1. Apakah ini terjadi karena memang Jakarta benar-benar harus ada Ahok? Sehebat itukah Ahok sehingga setelah Jakarta ditinggal oleh Ahok karena harus menjalani hukuman penjara selama 2 tahun Jakarta langsung mengalami beberapa permasalahan yang hanya bisa diselesaikan Ahok?

    2. Apakah Bapak Djarot tidak cukup mampu untuk mengatasi masalah ini? Ataukah memang para wali kota ini merupakan wali kota yang sebenarnya secara kepribadian bukan sosok pribadi yang suka bekerja dengan impian dan target sehingga membutuhkan Gubernur sekaliber Ahok dalam mengontrol dan meningkatkan kinerja mereka?

    3. Layak kita nantikan bagaimana nanti sepak terjang gubernur dan wakil gubernur terpilih Bapak Anies Baswedan dan Bapak Sandiaga Uno. Apakah mereka mampu melanjutkan pekerjaan yang sudah pernah dikerjakan Ahok-Djarot, apakah mereka juga mampu menambal beberapa kekurangan yang sudah ditinggalkan oleh Ahok-Djarot. Karena Ahok-Djarot hanyalah manusia biasa, tentunya ada beberapa kelemahan yang pastinya menjadi evaluasi di massa pemerintahan mereka.

    Menarik memang untuk disimak dan diperhatikan kedepannya.
    Artikel ini menjadi salah satu tolak ukur kecil apakah Jakarta memang benar-benar masih membutuhkan Ahok atau tidak.

    Setidaknya artikel ini nanti menjadi salah satu pengingat, jikalau 1-2-3 tahun kedepan terdapat beberapa permasalahan yang terjadi di DKI terutama permasalahan RPTRA.
    Jika memang timbul berbagai macam persoalan, berarti memang dapat disimpulkan bahwa Jakarta memang masih benar-benar membutuhkan Ahok.

    Namun sebagai warga Jombang, saya masih berharap dan mendoakan agar saudara-saudara saya di Jakarta kedepan semakin baik, dan semoga gubernur dan wakil gubernur baru mampu membawa Jakarta menjadi lebih baik.

    Semoga Bermanfaat

    Terimakasih


    Penulis :  Mukhlas Prima Wardani  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Apakah Jakarta Masih Butuh Ahok? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top