728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 26 Agustus 2017

    #Warta : Anies-Sandi dan DP 0 Rupiah Dibahas Lagi, Ibu Munah Menampar

    Alhamdulillah, Maha besar Allah dengan segala keagungannya
    Hansamu Yama dan kawan-kawan lolos ke babak semifinal sepak bola SEA GAMES yang digelar di Malaysia. Menarik sekali membaca pernyataan Evan Dimas Darmono, Pemuda Bajol Ijo ini mengungkapkan bahwa melawan malaysia bukan hanya tentang menang atau kalah dalam sepak bola namun sebuah pertaruhan harga diri bangsa. Jujur membaca  pernyataan Evan Dimas ini saya sedikit merinding ya, karena kita tahu tidak sekali dua kali ini saja kita dan Malaysia terlibat gesekan-gesekan. Bahkan yang terbaru ini adalah permasalahan indikasi tidak fair wasit sepak takraw putri, wasit cabang panahan, hingga perang mental terkait dibuatnya bendera merah putih yang terbalik.

    Akhirnya saya pun berhenti membaca berita itu dan mencoba membaca google up date lainnya, akhirnya saya menemukan sebuah berita tentang pernyataan Fahri Hamzah yang menyuruh Johan Budi untuk diam dan tidak menjadi juru bicara bagi KPK. Saya tidak sampai membaca beritanya secara utuh, karena melihat wajah Fahri dikolom awal saja saya sudah bad mood dan langsung mengurungkan niat untuk membaca beritanya.
    Hingga akhirnya saya tertuju pada satu berita yang menurut saya menarik, dan itu jelas ada hubungannya dengan artikel saya yang lama. Dan kebetulan ini masih terkait dengan pembahasan Anies-Sandi sang gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2017-2022 untuk wilayah DKI Jakarta.

    Berikut petikan berita yang bisa saya tampilkan :
    Munah, warga RT 016 RW 07 Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur berharap banyak agar pemerintah memberi bantuan untuk bisa kembali membangun rumahnya yang habis terbakar.

    Munah merupakan salah satu korban kebakaran di permukiman padat penduduk di daerah Kebon Pala pada Minggu (20/8/2017).

    Ia mengaku tinggal di rumah tersebut sejak 1988. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan bersama keluarga di rumah tersebut.

    Munah mengatakan, rumah yang terbakar itu menyimpan banyak kenangan baginya. Itulah mengapa Munah dan keluarganya enggan pindah meskipun rumahnya terbakar.

    “Kalau saya sih menunggu bantuan Pak Jokowi (Joko Widodo) saja. Tabungan juga belum ada. Ya lihat nanti saja-lah,” ujar Munah saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (25/8/2017).

    Saat bercerita, Munah tiba-tiba menyinggung soal program DP rumah Rp 0 yang dijanjikan gubernur-wakil gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

    Munah berharap, janji tersebut bisa terealisasi jika rumahnya yang terbakar itu tidak juga selesai dibangun kembali. “Nunggu bantuan Pak Anies juga kan, yang DP itu,” ujar Munah.

    Membaca berita yang menceritakan korban kebakaran bernama Munah saya langsung teringat dengan artikel saya yang lama yang berjudul : Kemenangan Anies-Sandi, Langkah Awal Kekalahan Prabowo Tahun 2019. Pada artikel itu saya menjelaskan bahwa program-program Anies-Sandi yang sedikit tidak realistis dan mengada-ada akan menjadi boomerang sendiri untuk kepemimpinan pemerintahannya. Dan pada artikel tersebut saya membayangkan bahwa proses perjalanan pemerintahan Anies-Sandi akan dijejali dengan beberapa kegagalan dan itu akan menjadikan Prabowo memiliki citra buruk sehingga berpeluang besar mengalami kekalahan saat Pilpres 2019 nanti.

    Munah, seorang korban kebakaran yang kehilangan rumahnya hanyalah warga biasa saja. Dia sebatas manusia yang memiliki kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan akan papan. Disaat Munah mengalami permasalahan dengan rumahnya (kebakaran) maka sangat alamiah sekali dan sangat wajar sekali jika kemudian Munah menyebut nama Presiden Widodo dan Anies Baswedan.

    Munah menyebut nama Presiden Widodo karena beliau presiden terpilih Republik Indonesia, sehingga setidaknya beliau yang memiliki kewajiban untuk permasalahan bantuan sosial, kerugian dan persoalan lainnya. Sehingga amat sangat wajar jika Munah menyebutkan nama Presiden Joko Widodo dan mengharapkan bantuan dari seorang pemimpin.
    Yang menjadi aneh adalah kenapa ibu Munah tidak menyebutkan nama Djarot? Padahal Djarot sekarang yang menjabat sebagai Gubernur Jakarta dan memiliki hak dengan keputusan-keputusan strategisnya, salah satunya adalah memberikan bantuan kepada Ibu Munah dan para korban lainnya.

    Menurut saya ada 2 hal yang membuat Ibu Munah menyebutkan Anies Baswedan dan bukan Djarot.
    1. Bisa jadi, karena nama Djarot tidak setenar nama Ahok, sedangkan warga tahunya Ahok sekarang sedang mendekam dipenjara sehingga mau menyebutkan Ahok juga tidak mungkin karena Ahok tidak bisa menolong dirinya dalam keadaan sekarang.
    2. Anies Baswedan beserta tim nya sudah berhasil menanamkan kuat didalam memori warga bahwa mereka akan memberikan rumah DP murah (DP 0%, DP 0rupiah, DP khusus berpenghasilan 7 juta) apalah itu namanya saya juga tidak seberapa mengerti. Ingatan ini menjadi memori kuat buat warga Jakarta yang sudah dijanjikan seorang Anies-Sandi ketika kampanye.

    Sungguh menarik memang
    Semakin mendekati masa bakti jabatan Anies-Sandi, semakin menarik bagi kita semua untuk melihat bagaimana kinerja mereka selama 5 tahun kelak.Apakah sukses? Ataukah gagal? Biar waktu yang akan menjawabnya.
    Sebagai warga negara Indonesia meskipun berada di Kabupaten Jombang saya tetap berharap hal yang terbaik bagi Jakarta beserta warganya.

    Semoga Bermanfaat
    Terimakasih



    Penulis :    Mukhlas Prima Wardani    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Anies-Sandi dan DP 0 Rupiah Dibahas Lagi, Ibu Munah Menampar Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top