728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 29 Agustus 2017

    #Warta : Ahok Tetap Setia: Janganlah Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan. Gusti Ora Sare

    Pembaca Seword, kayanya hati saya sedang mengharu biru saat ini dan pengen nulis terus, kemarin saya udah nulis tentang Kaesang Pangarep yang membuat saya merasa bangga padanya, terus hari ini saya ingin nulis tentang Ahok, tiba-tiba saya rindu menulis tentang dirinya, dan saya yakin banyak orang lain yang rindu pada sosoknya… are you agree?

    Masih membekas di ingatan kita semua, bagaimana seorang Buni Yani telah mengunggah di facebook potongan video Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu dengan memberikan caption yang  dituding kontroversial dan memicu kemarahan masyarakat . Hanya dengan menghilangkan satu kata “pakai” Buni Yani telah sukses mengundang 7 juta orang untuk menghakimi Ahok dengan menyematkan julukan sebagai penista agama.  Seperti bola panas ulah Buni Yani tersebut menjadi satu celah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang selama ini sangat membenci Ahok.

    Herannya Buni Yani tidak pernah merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya. Hmmm…merasa aja tidak, apalagi disuruh mengakui kesalahannya. Ter..la..lu!!  Namun Buni Yani telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sejak November 2016 dan telah menjalani sidang pertamanya 13 Juni yang lalu di pengadilan negeri Bandung.

    Dalam rangkaian sidang lanjutan yang dijalani Buni Yani, tanggal 8 Agustus kemarin Jaksa Penuntut Umum akan menghadirkan Ahok sebagai saksi. Namun dengan berbagai pertimbangan diantaranya dari segi keamanan jarak antara Jakarta-Bandung membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dikuatirkan di perjalanan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka Ahok batal dihadirkan sebagai saksi di persidangan Buni Yani.

    Batalnya Ahok menjadi saksi ini,  membuat Buni Yani malahan menantang Ahok agar tetap mau menjadi saksi, aneh juga orang ini ya, harusnya justru bersyukur karena Ahok tidak hadir untuk menjadi saksi yang memberatkannya. Andai saja Ahok orang yang jahat, dia pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Buni Yani dan membuatnya harus mendekam di bui pula dalam waktu yang lama. Namun lagi-lagi Ahok menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa, ia selalu taat dengan Firman yang sering ia baca dalam Kitab Sucinya “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang” (Roma 12:17).

    Akhirnya seperti kita ketahui, Buni Yani di vonis hukuman penjara selama 6 tahun.

    Ahok memang selalu berbuat baik terhadap semua orang, bahkan Pak Djarot, wakilnya dulu pernah mengatakan “Hatinya…ya hatinya baik dan bersih, dia tak bisa melihat orang menderita”. Kebaikan hatinya itulah yang selalu ditunjukkan Ahok kepada siapa saja, bahkan kepada orang yang membencinya juga kepada Buni Yani yang telah membuatnya dipenjara saat ini.

    Jika kita kilas balik sebentar, banyak sekali kebaikan yang telah Ahok lakukan: orang-orang yang tak punya pekerjaan telah diberinya pekerjaan seperti pegawai harian lepas (PHL)/ pasukan pelangi, peningkatan kapasitas bagi para Ketua RT dan RW yang diharapkannya untuk selalu memberikan laporan melalui aplikasi Qlue Jakarta Smart City.

    Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Trotoar Ramah Disabilitas, Penggagas terbangunnya Jembatan Simpang Susun Semanggi tanpa menggunakan dana APBD tapi dari dana CSR, Sumbangan dana pribadi bersama rekan lainnya (Addie MS, Djarot dan Sabdo Kristianto) untuk perbaikan Air Mancur Menari di Monas. Juga hasil penjualan aneka buku pada saat Ulang Tahunnya ke-51 tanggal 29 Juni lalu selama di penjara ia sumbangkan untuk kepentingan Mako Brimob tak tanggung-tanggung jumlahnya 2 Milyar. Ini ia lakukan karena melihat kondisi Mako Brimob seluas 60 hektar itu yang dihuni oleh sekitar 4000 KK yang tinggal di rumah susun yang rusak.

    Inilah kebaikan hati yang tak pernah bisa disembunyikan, seseorang yang pada dasarnya baik, akan terus terpanggil untuk berbuat kebaikan. Meskipun ia sendiri harus terkurung di penjara, namun ia tetap ingin membagi berkat yang ia terima dan dibagikannya kepada orang yang membutuhkannya. Terima kasih Pak Ahok, tetaplah menjadi baik dan bersinar untuk semua orang.

    Saat ini sedang maraknya berita tentang Saracen, itu lho media yang bisa dipesan buat nge-bully in orang lain dengan berita-berita hoax. Presiden Jokowi saja dengan tegas meminta agar Kapolri mengusut tuntas Saracen ini.

        Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen saja, tapi siapa yang pesan. Siapa yang bayar. Harus diusut tuntas,” ucap Jokowi.

        Sumber: http://nasional .kompas .com/read/2017/08/27/18501421/jokowi-saracen-mengerikan-saya-perintahkan-kapolri-usut-tuntas

    Dari namanya saja yang ada SARA nya kita sudah ngeri, bahkan Jokowi juga mengatakan organisasi ini jika dibiarkan terus akan mengerikan. Saracen ini merupakan kelompok penebar ujaran kebencian dan hoax, mereka mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan. Kemudian menyebarkannya melalui media di grup Facebook seperti Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennews.com. Terdapat 800.000 akun yang tergabung dalam jaringan grup Saracen ini.

    Terungkapnya grup Saracen ini telah membuka mata hati kita betapa jahatnya ujaran kebencian (hate speech) yang disampaikan baik oleh per orangan maupun kelompok apalagi oleh kelompok yang terorganisasi, untuk menghancurkan hidup seseorang. Ahok telah menjadi pelampiasan kebencian dari orang-orang yang tak senang dengan keberadaannya di kursi DKI beberapa waktu lalu.  Dan barangkali… orang-orang tersebut pernah juga order di Saracen untuk menjatuhkan Ahok.

    Namun kini satu persatu semua kejahatan itu dibukakan, sesuatu yang busuk lama-lama akan ketahuan juga, seperti telur busuk akan keciuman juga baunya jika disembunyikan. Benar yang Ahok katakan Gusti ora sare, Tuhan tidak tidur. TanganNya selalu bekerja dan mendatangkan kebaikan bagi orang yang berserah dan berharap hanya padaNya.

    Ahok tetap tinggal setia menjalani hari-harinya di sel kecilnya, menulis buku, membaca kitab suci, menjalankan kegiatan rutin di lapas Mako Brimob serta membantu administrasi sambil tak lupa juga berolah raga. Menurut penuturan orang-orang yang pernah menjenguknya, Ahok semakin gagah, sehat dan tampak berisi, wajahnya cerah secerah senyumnya menyambut tamu-tamu yang datang menjenguknya.

    Ahok tetap menjadi cahaya bagi setiap orang di sekitarnya, jeruji besi tidak menghalanginya untuk terus berbuat kebaikan, karena itu yang diminta Tuhan selalu kepadanya. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan yang tulus dan tanpa pamrih. Tetap sehat ya Koh Ahok, Tuhan Memberkatimu selalu.

    Begitulah kura-kura

    Mau baca tulisan saya yang lain di sini ya





    Penulis : Patricia Mangun   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ahok Tetap Setia: Janganlah Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan. Gusti Ora Sare Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top