728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 20 Agustus 2017

    #Warta : 2016 Jakarta Peringkat 2 Intoleransi, Anies: FPI Hadir Menjaga Kebhinekaan

    Orang kalau sudah mabok dan kecanduan dengan rangkaian kata-kata tanpa konteks dan makna akan selalu menampilkan pernyataan-pernyataan yang lari jauh dari kenyataannya. Bagi orang waras dan logikanya masih sehat, sangat mudah untuk melihat kengawurannya, tetapi bagi mereka yang sudah mabok kata-kata, maka mereka sangat mudah terhasut.

    Itulah mengapa orang seperti Gubernur Jakarta terpilih, Anies Baswedan, mampu membius para pengagumnya. Seperti narkoba, para pemuja dan pengagum Anies ini tidak tahu bahwa apa yang mereka serap dari perkataan Anies memang sangat mengenakkan tetapi sangat mematikan.

    Kalau pemerintah sudah membuat Indonesia masuk dalam level darurat narkoba, maka saya perlu menambahkan juga kalau Indonesia sudah masuk dalam level darurat kata-kata mANIES. Karena kalau ini tidak diantisipasi dan dicegah dengan segera, maka Indonesia akan hancur 2019.

    Ya, ada isu-isu yang muncul di bawah permukaan, kalau Anies Baswedan akan maju di Pilpes 2019. Isu ini tidak ditangkap karena memang sengaja dikaburkan supaya publik fokus kepada Prabowo. Ada yang menduga bahwa Anies akan menapaktilasi jejak langkah Presiden Jokowi dengan adegan sama dimana Prabowo akan merelakan pencapesannya.

    Apakah itu mungkin?? Dalam politik semua sangatlah mungkin. Itulah mengapa menjadi kenyataan bahwa SBY dan Megawati bisa kembali hadir bersama dalam acara keagamaan resmi. Dan mungkin saja akan muncul pasangan baru di Pilpres 2019, Jokowi-AHY. Siapa yang tahu?? Kalau ini terjadi, maka saya lebih baik memilih Jokowi-AHY daripada Anies-??. Pasangannya Anies harus yang punya modal kuat.

    Berbahayanya kata-kata Anies ini bukan hal sembarangan. Anies bahkan dengan sangat lihainya, meski sangat jauh dari fakta dan kenyataan, menyampaikan sebuah kalimat yang membius para simpatisan, laskar, serta pengurus yang menghadiri acara milad ke-19 Front Pembela Islam (FPI) di Stadion Kamal Muara, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

    Anies yang diundang datang memberikan kata sambutan yang jauh benar dari kenyataan. Pakar tukan gombal ini membuai semua yang hadir dengan menyatakan bahwa FPI punya peran penting hadir di Indonesia sebagai penjaga kebhinekaan dan memperjuangkan keadilan sosial.

        “Harus hadir bukan mengancam, harus hadir justru merawat kebhinekaan. Mari tunjukkan ke dunia bahwa 19 tahun perjalanan kemarin dan tahun-tahun ke depan adalah tahun-tahun di mana masyarakat Indonesia merasakan kehadiran FPI sebagai penjaga kebhinnekaan,” ujar Anies.

        “Kita sering bicarakan persatuan tapi melewatkan keadilan. Padahal keadilan itulah pondasi persatuan. Insya Allah FPI siap menghadirkan keadilan sosial di Indonesia,” ujarnya.

    Sangat menyedihkan dan sangat jauh dari kenyataan. Bagaimana bisa Anies menyebut dan mengharapkan FPI sebagai penjaga kebhinekaan dan akan menghadirkan keadilan sosial?? Padahal faktanya, Jakarta tahun lalu menjadi peringkat 2 tindak toleransi di Indonesia. Dalam sejarahnya ini adalah yang pertama Indonesia masuk 10 besar provinsi dengan tindak toleransi terbanyak.

    Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah masuk 10 besar dan ini malah langsung jadi runner up. Semua karena aksi intoleransi dalam Pilkada Jakarta terkait dengan Ahok. Hal ini disampaikan oleh Peneliti kebebasan beragama dan berkeyakinan Setara Institute, Halili, saat memaparkan hasil riset Setara Institute terkait tindak intoleransi di Indonesia sepanjang tahun 2016.

        “Sedangkan di DKI Jakarta, kasus Ahok (penodaan agama) salah satu penjelasnya,” ujar Halili.

        Peneliti Setara Institute lain, Sudarto, mengatakan DKI sebelumnya tidak masuk sepuluh besar provinsi peristiwa intoleransi. Namun kali ini masuk lima besar. Dia menuturkan salah satu pemicunya adalah isu agama yang dipolitisasi.

        “Pilkada atau politik memanfaatkan isu agama,” ucap Sudarto.

    Mengerikan memang pakar riset bisa jadi rendah begini kualitasnya hanya demi ambisi politiknya. Menjilat sana sini dan menaikkan pantat para pendukung meski tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Parahnya, hal itu sesuai riset mereka yang sepertinya tahu bahwa rakyat Indonesia masih dominan dibodoh-bodohi dengan mimpi tidak benar.

    Data dan fakta sudah jelas. Media asing juga sudah memberitakan bagaimana hancurnya Jakarta saat Pilkada, masih juga menyebut FPI menjaga kebhinekaan?? Ini masih berpijak pada kewarasan atau sudah pada ngefly semua?? Ini sudah sangat berbahaya kalau kebohongan terus disuarakan.
    Anies menurut saya sudah sangat berbahaya. Dan bahayanya lagi seperti yang saya sampaikan di atas, dia akan dicapreskan. Tugas kita bukan menghalangi dia jadi capres, tetapi semkin massif dan giat mencerdaskan para pemilih. Karena relawan Anies sudah banyak turun tangan dan menghasut warga.

    Semoga saja prediksi saya salah, kalau benar, maka selamat datang NKRI bersyariah, sesuai tema milad FPI.

    Salam Tolak Tolak NKRI Bersyariah.



    Penulis  :  Palti Hutabarat    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : 2016 Jakarta Peringkat 2 Intoleransi, Anies: FPI Hadir Menjaga Kebhinekaan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top