728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 29 Agustus 2017

    #Wara : Saracen Terbongkar, Ahok Semakin Bersinar. Indonesia, Belajarlah dari Jakarta

    Selamat malam Batfans yang ganteng dan cantik-cantik

    Apa kabar Pak Ahok?

    Saya membayangkan beliau saat ini sedang tersenyum dibalik penjara, lawan-lawannya saat ini sedang direbus pelan-pelan oleh Pakde. Ada yang lompat jauh sekali hingga ke Arab, diasingkan kesana bersama si tersangka chat porno.

    Penjara tidak sanggup menutup sinar cahaya Pak Ahok, apalagi setelah terkuaknya kasus sindikat Saracen membuat nama Ahok justru semakin berkibar.

    Saat peresmian simpang susun semanggi, Jokowi memberikan apresiasinya kepada Pak Ahok. Ucapan Pakde sekaligus seperti menancapkan bendera bertuliskan nama Ahok di jembatan tersebut, tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim simbol kerja keras dan kerja cerdas Pak Ahok. Jutaan orang melewati jembatan tersebut dan setiap kali mereka melewatinya, nama Ahok akan ada dibenak mereka.

        “Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan simpang susun Semanggi, yang cepat sekali, satu tahun. Sangat menghargai sekali kerja gubernur sekarang (Djarot) maupun gubernur sebelumnya (Ahok),” kata Jokowi.

        “Sekali lagi saya mengapresiasi pekerjaan cepat yang dikerjakan di simpang susun sesuai dengan rencana. Ini dikerjakan PT Wijaya Karya dengan ketepatan waktu,” kata Jokowi sambil mengacungkan jempolnya.

    Siapa yang berani menyangsikan prestasi Ahok setelah ini? Lawan-lawan Ahok pun hanya bisa colek-colek gak berarti di twitter, lah mereka itu gak ada karyanya kok selama ini. Jembatan tersebut berdiri dengan megah dan akan membayang-bayangi kerja Gubernur selanjutnya.

    Saracen terbongkar, bisnis industri kebencian ini terindikasi terlibat Pilkada. Meski Kepolisian belum menyebutkan Pilkada mana tapi di Pilkada mana lagi bisnis tersebut mendapatkan banyak uang? Sangat mungkin Saracen atau setidaknya sindikat sejenis bermain di Pilkada DKI. Apalagi menurut JAS, ada pertemuan akbar Saracen di saat Pilkada DKI.

    Kini ES ikut menyusul HRS ke Arab sana. Lewat pengacaranya juga kita tahu bahwa HRS tidak akan balik-balik lagi.

        Razman bahkan mencontohkan bahwa kliennya tidak seperti pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, yang tidak pulang meski tersangkut beberapa kasus di tanah air.

        “Pasti saya yang jamin dia pulang, dia bukan Habib Rizieq yang misalnya gak pulang lagi,” tegas Razman. sumber http://www.tribunnews.com/nasional/2017/08/28/janjikan-eggi-sudjana-kembali-ke-tanah-air-pengacara-dia-bukan-habib-rizieq-yang-tidak-pulang

    Entah sadar atau tidak tapi berdasarkan pernyataan Razman sepertinya HRS tidak akan pulang lagi.

    Berbeda dengan Ahok, dia datang sendiri ke Bareskrim. Dia terima hukumannya bahkan dia tidak mengajukan banding agar masyarakat bisa tenang. Dari sini saja kita bisa tau, siapa pemenang sesungguhnya. Apalagi jika ternyata benar ada yang dengan sengaja memesan pembuatan dan penyebaran konten-konten sara.

    Seperti beberapa kemenangan Malaysia atas Indonesia yang dituding penuh kecurangan. Meski Malaysia menang tapi jika diperoleh dengan cara seperti itu maka kita tahu siapa pemenang sesungguhnya. Ahok dengan kinerja yang tinggi dan kepuasaan warga Jakarta yang tinggi namun bisa kalah di Pilkada kemarin. Jika benar sindikat penyebar kebencian SARA ikut terlibat di Pilkada DKI maka bisa jadi warga Jakarta dapat menebak apa penyebab Ahok kalah.

    Saat ini nama Ahok justru semakin bersinar sejalan dengan terkuaknya bisnis keji pemecah belah bangsa ini. Meski benar atau tidak Saracen terlibat di Pilkada DKI masih perlu dibuktikan.

    Penyesalan beberapa warga mulai terlihat salah satunya curhatan seorang driver taksi online berikut,

        “Curhatan sopir Gocar: saya sih kemarin nggak pilih Ahok, soalnya dia kan menista agama (la la la dst) terus gitu dia udah nggak menjabat, tiba-tiba tanah abang jadi rame lagi, jadi macet lagi, saya bisa setak sampe tida jam di situ doang, saya jadi nyesel kemarin ga milih dia.”

        http://style.tribunnews.com/2017/05/13/tanah-abang-macet-lagi-begini-curhat-pilu-driver-taksi-online-yang-menyesal-kemarin-tak-pilih-ahok?page=2

    Ya begitulah, penyesalan selalu datang belakangan kalau didepan namanya pendaftaran.

    Setelah Saracen terkuak banyak yang bungkam saat ini, mungkin merasa bersalah atau berasa bodoh telah dengan mudahnya diperdaya oleh konten-konten sara hasil pesanan seseorang.

    Sementara Ahok meski dipenjara tetapi ia masih memiliki harta yang paling berharga, yaitu nama baik. Ia pernah berkata bahwa “Nama baik itu lebih berharga dari pada harta kekayaan”. Begitulah seorang pemimpin amanah, bukan harta yang ia cari tapi nama baik.

    Pelajaran apa yang bisa kita ambil?

    Pastinya jangan langsung percaya kabar-kabar di internet, grup Whatsapp dan lain-lain apalagi jika kontennya berbau SARA. Bisa dipastikan bahwa itu adalah konten pesanan karena sejatinya rakyat Indonesia bukanlah masyarakat yang rasis. Masyarakat Indonesia sejak dahulu kala telah terbiasa dengan perbedaan-perbedaan.

    Selain itu baik terang-terangan maupun hanya didalam hati, warga Jakarta banyak yang merasa kehilangan sosok Ahok, sang penjaga APBD Jakarta. Jangan sampai nanti tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia kehilangan Presiden pekerja keras yang rendah hati seperti warga Jakarta kehilangan Ahok.

    Apalagi jika kita kehilangan Jokowi akibat ketidak mampuan kita menyaring informasi, mengenali hoax-hoax pesanan. Dan tentu kita akan semakin menyesal jika ternyata penggantinya tidak lebih baik dari Jokowi. Ambillah pelajaran dari Pilkada kemarin, apa yang terjadi setelah Ahok tidak menjabat? Para maling APBD yang bersuka cita. Bersyukurlah kita memiliki Presiden yang mau benar-benar bekerja meski mukanya ndeso. Masih ada yang harus dibenahi oleh Jokowi, maka dari itu kita beri waktu lagi untuk menyempurnakan pencapaiannya selama ini.

    Begitulah kelelawar



    Penulis :  Gusti Yusuf    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Wara : Saracen Terbongkar, Ahok Semakin Bersinar. Indonesia, Belajarlah dari Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top