728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 16 Agustus 2017

    Terungkap! Ada Musuh Dalam Selimut Yang Punya Andil Terhadap Kekalahan Ahok di Pilkada DKI

    Ahok memang memiliki kinerja yang luar biasa. Ahok sangat ahli dalam mengelola administrasi dan birokrasi dalam pemerintahan. Namun itu semua tidak menjadi jaminan Ahok memenangkan Pilkda DKI dengan mudah. Ahok pun akhrinya kalah bahkan masuk penjara. Satu hal yang menjadi kekurangan Ahok adalah dia bukan kader partai. Dia bukan politikus ulung.

    Fakta ini yang nampaknya membuat Ahok berkali-kali gagal dalam Pilkada sejak di Bangka Belitung. Jika bukan karena berpasangan dengan Jokowi, nampkanya berat Ahok bisa menjadi wakil gubernur DKI di Pilpres 2012, dan menjadi gubernur di tahun 2014 setelah Jokowi menjadi presiden.

    Untuk menjadi pejabat pemerintahan, jujur dan memiliki kinerja hebat saja tidak cukup. Dia harus menguasai betul intrik-intrik politik untuk bisa menghindar dari serangan-serangan lawan politiknya. Jika dia tidak menguasai intrik-intrik politik, maka sudah pasti dia hanya akan menjadi bulan-bulanan lawan-lawannya.

    Ahok orang yang memiliki kinerja yang hebat. Ahok juga orang yang jujur dan tidak kompromi terhadap para koruptor. Semua mengakui itu. Namun, karena memang bukan seorang politikus ulung, Ahok dinilai tidak licin sehingga tidak mampu meloloskan diri dari jebakan-jebakan musuh.

    Ahok memang harus belajar banyak dari Jokowi. Jokowi sama halnya seperti Ahok dalam soal kinerja. Jokowi pun jujur, bersih, dan tidak kompromi terhadap korupsi. namun Jokowi dibesarkan oleh PDI P. Sebagai kader PDI P, Jokowi telah diberi bekal ilmu politik yang cukup untuk bertarung dengan lawan-lawan politiknya.

    Terbukti Jokowi berkali-kali lolos dari jebakan maut lawan-lawannya. Tidak hanya lolos, Jokowi pun mampu memukul balik musuhnya hingga terbungkam dan tak sanggup bicara. Jokowi pun berhasil memenangkan pertarungan yang dengan intrik politik tingkat tinggi.

    Penguasaan intrik politik bukan berarti untuk melakukan kecurangan dalam setiap Pilkada atau Pilpres, namuan untuk bertahan dari serangan-serangan lawan yang memainkan politik licik. Ini yang kemudian dilakukan oleh Jokowi. Dengan penguasannya dalam intrik-intri politik, Jokowi berhasil bertahan bahkan melawan serangan-serangan dari lawan politiknya.

    Salah satu bukti bahwa Ahok bisa dikatakan kurang lihai adalah ketika terkuak fakta bahwa partai ada oknum partai yang pura-pura mendukung Ahok, namun sebetulnya ingin menghancurkan Ahok.

    Fakta tersebut terkuak dari BAP Ahok yang dibacakan saat sidang Buni Yani. Dalam BAP tersebut, Ahok mengatakan dirinya pernah diminta mundur dari jabatan gubernur DKI saat isu penistaan agama sedang panas-panasnya. Ahok mungkin baru menyadari sekarang bahwa oknum tersebut adalah musuh di balik selimut.

    Di awal mengemukanya kasus penistaan agama, pernah ada pihak yang mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mundur dari gelanggang Pilgub DKI 2017 silam. Soal siapa sosok yang mendesak Ahok mundur pun misterius. Kini teka-teki itu mulai terungkap.

    Ahok pertama kali mengungkap adanya desakan agar dirinya mundur dari Pilgub DKI pada November 2016 silam. Kala itu ada seseorang yang menyampaikan permintaan itu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sampailah ke telinga Ahok.

    Namun Ahok tak menggubris. Ia memutuskan untuk jalan terus. Sampai kemudian proses hukum dugaan penistaan agama berakhir dengan vonis hukuman untuk Ahok.

    Nah teka-teki soal siapa sosok yang mendesak Ahok mundur itu mulai terang benderang justru di sidang lanjutan terdakwa kasus UU ITE, Buni Yani, di gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jabar, Selasa (15/8/2017).  Namun demikian tak ada nama parpol maupun si oknum parpol yang mendesak Ahok mundur di tengah jalan itu.



    Boleh saja kita berkesimpulan bahwa kekalahan Ahok murni karena isu penistaan agama. Namun terkuaknya oknum yang meminta Ahok mundur menjadi bukti bahwa Ahok diserang dari berbagai arah. Jika tidak ada musuh dalam selimut, Ahok bisa jadi bisa berbicara banyak di Pilkada DKI putaran dua. Meskipun diserang lewat isu penistaan agama, namun kalau partai pendukung Ahok solid dan berjuang memenangkan Ahok, saya yakin isu penistaan agama akan mental begitu saja.

    Saya yakin cepat atau lambat partai pengkhianat Ahok akan terkuak. Mereka bisa jadi akan kembali bermain dalam Pilpres 2019. Jokowi harus berhati-hati terhadap partai-partai pendukungya. Jangan sampai musuh dalam selimut tersebut tidak bisa dilacak.

    Fakta yang baru saja terkuak menjadi bukti bahwa menjadi pejabat publik tidak cukup bermodal kejujuran dan prestasi kerja, namun harus memiliki pemahaman dalam intrik-intrik politik tinggi agar bisa lolos dari jebakan licik lawan-lawan politik. Suka tidak suka, diakui maupun tidak, menurut saya poin ini yang belum dimiliki oleh Ahok. Ahok terlalu lurus.


    Penulis :   Saefudin Achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Terungkap! Ada Musuh Dalam Selimut Yang Punya Andil Terhadap Kekalahan Ahok di Pilkada DKI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top