728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 20 Juli 2017

    Wow! Ternyata Sri Mulyani Ikut Berperan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sabu!

    Selama ini pemberitaan media massa menceritakan bahwa Polisi menjadi pemain utama yang mengagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis sabu 1 ton. Namun baru saja saya melihat dan melakukan kepoisasi di status Facebook Srikandi Jokowi, dan saya menemukan satu fakta yang mengejutkan!

    Kementerian Keuangan Republik Indonesia casu quo (c.q) Dirjen Bea Cukai ternyata melakukan kerjasama dengan pihak Polisi dan TNI untuk menangkap kapal Wanderlust yang membawa 1 ton sabu.

    Untuk para pembaca Seword ketahui, cq merupakan singkatan dari Casu Quo. Frasa yang juga dari Bahasa Latin tersebut dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi beberapa arti, antara lain “dalam hal ini”, “lebih spesifik lagi”. “Cq” umumnya digunakan pada suatu hubungan yang bersifat hierarkis.

    Pertemuan yang diagendakan pada tanggal 20 Juli 2017 pagi, menjadi sebuah apresiasi atas sinergi pihak keamanan dan Kementerian Keuangan. Sri Mulyani mengapresiasi hal ini, kerja sama ini menunjukkan sebuah kinerja luar biasa dari menteri Kabinet Kerja, Joko Widodo. Pukul 09.45, Sri Mulyani mengenakan rompi Bea Cukai untuk melakukan konferensi pers.

    “Kami dari tim Bea Cukai mengapresiasi pada jajaran Polri dan BNN karena selama ini kita kerjasama sangat erat menjaga seluruh perbatasan dari tindakan-tindakan penyelundupan, termasuk barang-barang berbahaya jenis narkoba,” jelas Sri Mulyani, Kamis (20/7/2017).

    Kita tahu bahwa bisnis narkotika dan obat-obatan terlarang digerakkan oleh orang-orang yang tidak sembarangan. Mereka adalah orang-orang besar nan kuat, ibarat raksasa-raksasa yang sulit diciduk. Mereka besar namun licin.

    Mereka pemain lama yang sangat berpengalaman. Butuh keberanian yang besar untuk berurusan dengan hal ini. Mafia-mafia yang bermain memiliki perputaran senilai triliunan. Uang cair yang berputar, membuat cipratan-cipratannya pun menarik banyak algojo-algojo pembawa barang haram, dan para ‘jihadist’ yang rela menyerahkan nyawa untuk narkoba.

    Ternyata Tuhan mereka tidak lebih dari seonggok tepung ataupun barang haram. Ingatkah para pembaca Seword, pada tahun 2015, pangeran Arab ditangkap di Bandara Arab karena menyelundupkan 2 ton narkoba di pesawat pribadinya?

    “Kami bersama-sama untuk menjaga kedaulatan RI dari berbagai macam bahaya. Baik bahaya dari ancaman psikotropika maupun bahaya dari kejahatan ekonomi, seperti penyelundupan,” kata Sri Mulyani.

    Berikut status yang di-posting oleh Sri Mulyani di akun Facebook resminya:

        Pagi ini, bersama Kapolri, saya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melakukan penangkapan kapal “Wanderlust” pada Sabtu 15 Juli 2017. Kapal tersebut merupakan kapal pengangkut satu ton narkotika jenis methampethamine (sabu) yang kasusnya telah berhasil diungkap sebelumnya pada hari Kamis (13/07) di daerah Serang, Banten.

        Sinergi ini sebagai wujud dari pelaksanaan arahan dari Presiden Joko Widodo yang memerintahkan secara langsung kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan Panglima TNI untuk melakukan penangkapan terhadap kapal tersebut mengingat “Wanderlust” telah menjadi target operasi empat negara sejak dua bulan lalu.

        Penangkapan terhadap kapal “Wanderlust” diawali dari informasi yang diberikan pihak POLRI bahwa kapal beserta awaknya diduga kuat akan melarikan diri ke Taiwan. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, pihak POLRI melakukan koordinasi dengan DJBC guna melakukan pencarian dan penegahan terhadap kapal tersebut. Informasi awal yang diperoleh DJBC menyatakan bahwa kapal “Wanderlust” terakhir berada di perairan Bangka Belitung.

        Untuk menindaklanjuti informasi tersebut; tim patroli laut DJBC, TNI Angkatan Laut, serta Polisi Air dan Udara melakukan patroli laut terkoordinasi untuk mencari dan menemukan keberadaan kapal “Wanderlust”. Tim patroli laut DJBC dengan kapal BC7005 dan BC8006 bergerak mencari kapal tersebut ke titik duga di sekitar perairan Tanjung Berakit.

        Dalam proses pencarian, radar kapal BC7005 menangkap sebuah objek di daerah Tanjung Berakit yang disinyalir merupakan kapal “Wanderlust”. Mendapati objek yang diduga sesuai, tim patroli laut DJBC melakukan pengecekan dan mengamankan kapal tersebut. Guna melakukan penelitian lebih mendalam, tim patroli laut DJBC membawa kapal tersebut ke gudang tangkapan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam di Tanjung Uncang.




    Satu lagi pencapaian antara Kemenkeu, Polri, dan TNI di dalam menguliti hidup-hidup jaringan tubuh para pengedar narkoba. Kita tahu bahwa TNI dan Polri merupakan dua elemen terdepan di dalam menjaga kedaulatan negara ini.

    Dua elemen keamanan terdepan bangsa, ketika bersatu akan menjadi duet yang sangat agung dan menjaga NKRI. Bayangkan saja jika kedua elemen ini bekerjasama dengan Bea Cukai dari Kementerian Keuangan.

    “Selama ini kami bekerja sama sangat erat dalam menjaga seluruh perbatasan dan wilayah RI dari tindakan jahat penyelundupan. Termasuk dalam hal ini penyelundupan barang-barang narkoba yang berbahaya,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers bersama Kapolri, di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).

    Kerjasama antara tiga elemen ini, Polri, TNI, dan Kementerian Keuangan mungkin terjadi jika dan hanya jika mereka dipimpin oleh panglima tertinggi negara Ini, Presiden. Presiden memiliki andil penting di dalam kinerja kepolisian, TNI, dan para jajaran menteri.


    Jokowi, seorang pecatur sejati, dengan tenang memainkan buah-buah catur dengan luar biasa. Benteng diibaratkan seperti TNI dan Polri. Mereka hanya bisa berjalan depan belakang maupun kiri kanan. Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo terbatas untuk bergerak diagonal. Kuda sehebat Ahok pun bergerak hanya dalam bentuk L, terkadang mengagetkan. Di atas semuanya, ada seorang maestro yang begitu menguasai papan catur.

    Para menteri, kuda, benteng, dan pion-pion dikuasai sedemikian rupa oleh Presiden Joko Widodo. Dia adalah orang yang dapat melihat papan catur ini dengan komprehensif. Sampai sekarang, belum ada lawan yang dapat mengimbangi kehebatan seorang Maestro bernama Joko Widodo di dalam mengatur sistem pemerintahan di Indonesia. Siapa pemain catur hitam di sebelah? Ganti saja! Tidak becus mereka itu!

    “Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada seluruh aparat, instansi yang memiliki kewenangan untuk bisa bekerja sama dan kami Alhamdulillah pada akhrnya bisa menangkap kapal ini di perairan Indonesia dan juga menangkap barang bawaannya,” kata Sri Mulyani.


    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis :   Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Wow! Ternyata Sri Mulyani Ikut Berperan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sabu! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top