728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 21 Juli 2017

    Sudah Saatnya Hukuman Mati bagi Para Koruptor Diterapkan

    Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Contohnya saja tambang emas di Papua yang merupakan tambang dengan cadangan emas terbesar yang ada di dunia. Belum lagi, laut Indonesia yang menyimpan banyak sekali kekayaan mulai dari minyak bumi hingga berbagai macam spesies ikan hidup di negara yang terletak antara dua benua dan dua samudera ini. Sampai-sampai legenda musik kita Koes Plus menyebut tanah kita adalah tanah surga.

    Akan tetapi, ditengah melimpahnya kekayaan alam tersebut, masih banyak masyarakat Indonesia yang terjerat dalam kemiskinan. Kesenjangan antardaerah sangat terlihat meskipun kini kesenjangan tersebut mulai dikikis oleh Jokowi. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Salah satu faktor utamanya adalah korupsi yang masif dan tidak pernah hilang dari dahulu hingga sekarang. Tapi apakah itu korupsi?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi dan orang lain. Korupsi merugikan negara karena para pejabat menggunakan uang hasil korupsi tersebut untuk keperluan pribadinya seperti berburu daun muda, membeli barang-barang mewah, jalan-jalan ke luar negeri, dan masih banyak lagi yang dilakukan mereka demi kemewahan dunia yang mereka inginkan.

    Di Indonesia sendiri sejak tahun 2002, telah didirikan sebuah lembaga yang bertujuan untuk memberantas korupsi yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun adanya KPK tidak menyurutkan aksi para pejabat untuk melakukan korupsi. Bahkan sejak dibentuknya, KPK telah beberapa kali dilemahkan melalui beberapa kriminalisasi kepada para petingginya seperti yang menimpa Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

    Kini yang menjadi pertanyaan, mengapa setelah adanya KPK korupsi tetap masif dan bahkan semakin banyak yang terjerat kasus korupsi? Saya berpendapat bahwa ringannya vonis yang dijatuhkan kepada koruptor ini menjadi penyebab masifnya korupsi hingga saat ini.

    Contohnya seorang pejabat yang telah terbukti merugikan negara puluhan miliar Rupiah. Pejabat tersebut hanya divonis tak lebih dari lima tahun penjara. Belum lagi adanya remisi karena “kelakuan baiknya”. Dengan ringannya vonis yang dijatuhkan kepada koruptor tersebut, akan terbentuk pola pikir dari calon-calon koruptor. Mereka akan berpendapat bahwa tak apa-apa korupsi, toh hukumannya hanya berapa tahun saja, kan setelah bebas saya bisa menikmati hasil korupsi saya. Hal yang tidak mustahil bukan?

    Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, hukuman kepada terpidana korupsi ini jelas terlalu ringan. Republik Rakyat Tiongkok, negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia menerapkan hukuman mati bagi para koruptor. Dahulu Tiongkok hanyalah negara berkembang seperti kita, namun lihat kini Tiongkok seperti apa. Revolusi yang telah dilakukan Tiongkok telah membuat negara beribukota Beijing tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

    Sebagai contoh lagi adalah negara tetangga kita Singapura. Singapura memang hanya memiliki luas seluas Provinsi DKI Jakarta. Akan tetapi, Singapura termasuk salah satu negara maju di dunia. Dan yang perlu diketahui, Singapura menjatuhi hukuman mati kepada para koruptor.

    Berkaca kepada Tiongkok dan Singapura, Indonesia harus mengambil langkah serupa agar pembangunan berjalan dengan sangat optimal. Kita tahu bahwa kini apa yang paling menghambat kita adalah korupsi. Negara menjadi rugi karena uang negara diambil oleh oknum aparaturnya untuk memperkaya diri mereka. Ironisnya kepala daerah yang seharusnya mempertanggungjawabkan uang tersebut justru malah menyelewengkannya demi keuntungan pribadi dan golongannya. Pada tahun 2016 misalnya KPK melakukan 17 kali operasi tangkap tangan yang dilakukan kepada anggota legislatif hingga kepala daerah.

    Banyaknya operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK ternyata tidak menurunkan niat para koruptor untuk tidak mengambil uang negara demi keuntungan pribadi dan golongannya. Justru semakin kesini semakin banyak para pejabat yang tidak tahu dirinya tetap tersenyum depan para wartawan meskipun sudah mengenakan rompi oranye.

    Ketegasan hukum kepada para koruptor sudah selayaknya diterapkan oleh Indonesia. Jika pemerintah berani mengambil keputusan hukuman mati bagi para pengedar narkoba, maka hal yang sama juga sudah selayaknya diterapkan kepada para koruptor. Apa bedanya korupsi dengan narkoba? Mereka sama-sama merupakan parasit yang hinggap dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, dan menyebabkan “mati”nya generasi penerus bangsa.

    Melihat parasit negara ini yang semakin banyak, sudah selayaknya hukuman mati bagi para koruptor diterapkan di Indonesia.

    Salam satu tanah air, Indonesia!!


    Penulis : Samuel Anthony  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sudah Saatnya Hukuman Mati bagi Para Koruptor Diterapkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top