728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 20 Juli 2017

    Serangan Balik DPR kepada KPK Melalui Manuver Fahri Hamzah

    Ibarat pertandingan sepak bola, DPR dan KPK saat ini terlibat dalam jual beli serangan. Pertandingan semakin seru karena melibatkan adanya diving berupa intrik yang busuk.

    KPK memang sedikit memiliki keuntungan karena didukung mayoritas penonton. Alasannya klasik, permainan mereka cantik. Sudah banyak tim besar yang bertekuk lutut di bawah kaki mereka dengan gaya permainan yang mengundang decak kagum penonton.

    Jejak kedua tim ini memang agak njomplang. KPK dikenal sebagai tim yang fair play dan memiliki program latihan yang jelas. Dengan anggaran seadanya mereka berhasil menjelma menjadi tim yang sangat disegani.

    Sebaliknya, lawannya yakni DPR merupakan tim yang memiliki permainan kasar dan selalu bermain curang. Anggaran mereka melimpah dan timnya sangat gemuk. Tim ini merupakan tempat berkumpulnya para pemain yang memiliki track record buruk terutama dalam hal korupsi.

    Penetapan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka korupsi KTP elektronik menjadi salah satu serangan KPK yang sangat mematikan. Serangan itu langsung menuju ke titik pertahanan DPR. Untuk sementara DPR sempat terkulai lemas.

    Setnov merupakan jalan masuk bagi KPK untuk terus memperpanjang daftar pejabat negara yang terlibat dalam kasus mega korupsi pengadaan KTP elektronik. Proyek ini merupakan bancakan ramai-ramai dalam jumlah yang besar. Kalau di liga Italia ini diibaratkan sebagai Calciopoli.

    Namun hal itu hanya euforia sementara. DPR ternyata tidak tinggal diam pasca kebobolan akibat penetapan Setnov sebagai tersangka. Salah satu striker mereka yang haus gol, Fahri Hamzah, sangat berambisi untuk mencetak gol balasan. Ia memang memendam dendam kesumat teramat dalam terhadap KPK walaupun dia sebenarnya adalah pemain berstatus free transfer karena PKS sudah tidak mengakui dia sebagai kader.

    Dia melakukan manuver-manuver berbahaya termasuk tackling keras terhadap kapten KPK, Agus Rahardjo. Serangan yang menghujam merasuk ke sanubari. Ada 10 gocekan Fahri yang membuat penonton ternganga-nganga. Fahri membuat manuver melalui twitternya dengan mengungkit posisi Agus yang berkiprah di LKPP saat kasus korupsi KTP elektronik terjadi. Ia menilai Agus terlibat conflict of interest dalam kasus ini. (Sumber)

    Ini akan menjadi amunisi baru bagi DPR untuk meminta wasit memberikan kartu merah kepada Agus. Modus seperti ini sudah sering dialami oleh KPK. Kasus Bibit-Chandra maupun Abraham Samad adalah contoh nyata bagaimana KPK dijegal dengan kriminalisasi terhadap pemainnya.

    Bisanya sih tandem sejatinya yakni Fadly Zon akan langsung menyambut umpan Fahri Hamzah tersebut. Kedua striker ini memang sehati dan sejiwa. Keduanya dikenal beringas di gawang lawan. Gaya bermainnya provokatif sehingga kerap mendapat siulan dari penonton. Tapi mereka tak peduli.

    Di bench Cadangan, intimidasi juga mulai dilakukan pendukung DPR. Provokasi-provokasi untuk memancing emosi KPK dilancarkan. Media sosial sekelas DPR membuat posting yang sangat kekanak-kanakan. Sebagai tim besar tentunya hal ini sangat memalukan. Ada dua spanduk yang sangat mencolok yang ditampilkan dari bench KPK.

        Pertama: KPK KERJANYA NGUPING “Kerja KPK hampir semua bergantung pada alat sadap, kemudian ditindaklanjuti OTT, maka sudah pasti yang didapat nilainya kecil, coba KPK bekerja dengan nalar hukum yang canggih dengan mendasarkan pada hasil audit BPK, pasti (korupsi) yang dibongkar nilainya ratusan milyar bahkan triliunan,” M. Amin Fahrudin, SH, MH. #AngketKPK

        Kedua: MEGA KORUPSI KPK DIAM SAJA Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) menyimpulkan adanya indikasi keuangan negara sebesar USD306 juta ekuivalen Rp. 4.08 Triliun. Simpulan tersebut merupakan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan kerjasama pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia II (PT. Pelindo II) dengan PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT), Siaran Pers BPK RI, 13 Juni 2017. #AngketKPK (Sumber)

    Dalam sejarah persepakbolaan di tanah air hal ini belum pernah terjadi. Media sosial bagi lembaga/kementerian biasanya merupakan salah satu bentuk layanan kepada publik. Bukan sebaliknya, menjadi alat untuk mencerca lembaga lain. Ibaratnya ini adalah seperti spanduk “Tolak Ahok” di Stadion saat Persija menjamu Persib.

    Namun yang jelas pertandingan ini belum berakhir. KPK dikenal memiliki banyak amunisi untuk melakukan serangan balasan. Pertahanan mereka masih kokoh. Dukungan penonton yang sangat militan membuat mereka tetap kuat dan bersemangat. Rakyat ada di belakang KPK.

    Pertandingan ini belum berakhir!!!


    Penulis :   Esdras   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Serangan Balik DPR kepada KPK Melalui Manuver Fahri Hamzah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top