728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 13 Juli 2017

    Sempat Ditolak, Tak Tersakiti, Jokowi Blusukan ke Kampung JK, Disambut Antusias!

    Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Makassar di dalam menghadiri rangkaian peringatan  70 tahun perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Presiden Joko Widodo turun dari panggung dan mendatangi ribuan peserta undangan di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu 12 Juli 2017.

    Jokowi sendiri berinisiatif untuk turun menghampiri rakyatnya, di luar jadwal. Ini menjadi sebuah hal yang biasa dilakukan oleh Jokowi, tidak oleh para pemimpin lainnya. Pasukan pengamanan presiden pun dibuat panik ketika Jokowi sudah terjebak di kerumunan warga yang berebut bersalaman dengannya. Mungkin Paspampres baru sadar bahwa di dalam mengawal presiden seperti Jokowi ini pun merupakan sebuah pekerjaan tersulit.

    Kedekatan Jokowi kepada rakyat menjadi sebuah nilai yang tidak bisa digapai dengan mudah, bahkan oleh seorang Prabowo, yang katanya memiliki banyak fans. Saya cukup yakin bahwa Prabowo tidak akan menjadi orang yang ingin dekat dengan pendukungnya, karena karakter pendukungnya yang aneh. Warga yang sempat bersalaman kemudian berteriak “Alhamdulillah, Allahu Akbar”.

    Magnet bernama Joko Widodo berhasil menarik rakyat, dengan kesederhanaannya dan rasa empatinya terhadap rakyat. Meski sempat merepotkan pasukan pengamanan presiden, Jokowi toh tetap sehat-sehat saja sampai sekarang. Artinya kita dapat menyimpulkan bahwa Joko Widodo merupakan presiden yang mempercayai dirinya kepada rakyat. Rakyat Indonesia begitu mencintai Jokowi. Banyak orang pula yang melakukan selfie, wefie, maupun fie-fie lainnya bersama Pak Dhe Jokowi.

    “Pak Presiden, saya juga mau salaman. Pak Presiden Jokowi,” teriak gadis-gadis berparas cantik ini.

    Setelah menghadiri pembukaan acara Hari Koperasi Nasional, di sela-sela kunjungan kerja di Makassar, Presiden Joko Widodo pun menyempatkan dirinya ke Mall Panakukang Makassar, Rabu malam. Menariknya, Jokowi diserbu oleh para pengunjung mall Panakukang. Mereka datang hanya untuk melihat, bersalaman, dan melakukan selfie. Saya lagi-lagi tidak dapat membayangkan apa yang terjadi jika bukan Jokowi yang menjadi presiden. Tampak lagi pasukan pengamanan presiden kewalahan di dalam menghadapi desakan para warga.

    Selain menyapa rakyat, Jokowi pun berbelanja pakaian di mall tersebut. Seperti rakyatnya, Joko Widodo pun berbelanja dengan mata menuju kepada diskon 25%. Kenapa sih Jokowi cari diskon, padahal dia kan presiden! Sebenarnya ini adalah kode dari Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan dirinya adalah wakil rakyat.

    Dari kunjungannya di Mall Panakukang, Jokowi sempat masuk ke beberapa toko, termasuk gerai Wrangler. Di tempat ini, Jokowi membeli kemeja lengan panjang berwarna dark blue berukuran M seharga Rp 429.000. Namun Jokowi membayar Rp 323.000 karena mendapat diskon 25 persen.

    Siap-siap saja mall Panakukang akan menjadi mall favorit bagi warga Makassar! Hahaha. Jokowi yang terus berkeliling di Mall Panakukang membuat seluruh pengunjung terkaget-kaget . Presiden masuk ke berbagai toko yang ada di sana, dan para karyawan mengambil kesempatan itu untuk berfoto dengan Presiden RI. Selama 30 menit berbelanja, Jokowi menjadi primadona di mall tersebut.

    Sebelumnya, aksi unjuk rasa sudah pernah digelar puluhan Mahasiswa Universitas Islam Negeri berakhir ricuh. Unjuk rasa berlangsung di Jalan Sultan Alauddin, Makassar Rabu Kericuhan terjadi saat mahasiswa melakukan blokade laju mobil. Mereka berorasi dan berkumpul di tengah jalan raya. Akibatnya macet panjang pun terjadi. Akhirnya pihak keamanan terpaksa membubarkan mahasiswa, dan penolakan mahasiswa menjadi sebuah pemicu bentrokan yang tidak bisa dihindarkan lagi.

    “Negara yang dikaruniai kekayaan alam yang beragam, kini menjadi negara pengutang dan tidak mampu mengolah alam sebaik mungkin untuk keperluan rakyat, malah menjadi lumbung rampokan negara asing… Rakyat Indonesia masih banyak yang miskin dan buta aksara ini dikarenakan pemerintah hari ini gagal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin bangsa ini…. Semasa pemerintahan Jokowi, tidak memantik adanya sebuah perubahan, malah banyak rakyat yang menderita, ini tergambar dalam berbagai aspek yang mulai merosot. Utang meningkat dan pemerintah sibuk berpesta dengan investor asing menjual kekayaan negeri ini….” kata Koordinator Lapangan, Imam.


    Bahkan mahasiswa yang anarkis ini menyandera mobil tangki milik Pertamina dan sebuah truk, serta melakukan aksi ‘pembodohan massal” dengan cara membakar ban di tengah jalan. Mengaap pembodohan massal? Karena dengan membakar karet, bau menyengat akan tersebar dan menjadi racun yang akan dihisap mereka sendiri.

    Melihat perbandingan pendukung dan pembenci Jokowi, tentu bukan menjadi sebuah perbandingan yang layak diperhitungkan. Ribuan pendukung dibandingkan dengan hanya puluhan demonstran yang mungkin kurang piknik. Mengapa saya mengatakan mereka kurang piknik?

    Jelas karena para mahasiswa ini melihat bahwa Jokowi gagal mengatasi perekonomian negara. Demonstran dalam orasinya menuding Jokowi yang hampir dua tahun memimpin Indonesia telah gagal mensejahterahkan rakyatnya.

    Padahal kita tahu bahwa terlepas dari hutang yang tinggi, perekonomian Indonesia tetap stabil. Untuk penjelasan tentang utang negara, silakan klik link yang akan membawa para pembaca Seword ke artikel mengenai perekonomian Indonesia ini. (LINK)

    Sederhananya, Darmin yang merupakan PLT Menteri Ekonomi pengganti sementara Sri Mulyani, menjelaskan bahwa di dalam perhitungan utang, harus disertai dengan faktor pembangunan. Utang negara boleh besar secara jumlah, namun rasio terhadap PDB tidak boleh berubah. Darmin menyebutkan bahwa pembiayaan pembangunan infrastruktur juga bisa dengan pengamanan proyek-proyek yang dibangun oleh perusahaan BUMN.

    Lantas dengan kunjungan Jokowi ke Makassar, sebenarnya suara mahasiswa tersebut berhasil diredam sedemikian rupa dan menjadi sebuah ‘pencitraan’ yang dengan sangat baik dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Memang pada akhirnya kita harus mengakui bahwa kinerja Joko Widodo di dalam mensejahterakan rakyatnya tergolong sukses. Angka kemiskinan turun. Benar, turun, saya memiliki datanya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah penduduk miskin hingga September tahun lalu turun menjadi 27,76 juta orang apabila dibandingkan dengan Maret 2016 sebanyak 28,01 juta orang.

    Dengan demikian, demonstrasi mahasiswa di Makassar memang akan sepi, karena mereka hanya membuat bualan-bualan untuk menjatuhkan presiden Joko Widodo dengan isu-isu palsu. Maka dengan demikian, kita sebagai rakyat yang waras, sudah sewajarnya untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo di dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Jangan biarkan Indonesia direbut oleh manusia-manusia ‘cerdas’ yang membodoh-bodohi rakyatnya dengan ayat suci dan keberpihakan.

    Semoga JK ikut senang dengan antusiasme warga Makassar yang begitu senang menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Sulawesi Selatan.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis :  Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sempat Ditolak, Tak Tersakiti, Jokowi Blusukan ke Kampung JK, Disambut Antusias! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top