728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 16 Juli 2017

    Rizieq Kenapa Tak Pulang? Tuh Alumni 212 Dan FPI Terpecah Dua

    Kian hari konflik dan silang pendapat antara Alumni 212 dan FPI kian terasa seolah mereka berdua mengambil jalan yang berbeda setelah Rizieq kabur ke luar negeri tak mau balik. Siapa lagi kalau bukan karena Hary Tanoe atau HT.

    Ini dikarenakan alumni 212 (berarti ada universitas 212 dong ya?) melakukan long march ke komnas HAM untuk menyampaikan beberapa kasus dan isu. Beberapa di antaranya adalah isu perppu ormas, penganiayaan terhadap Hermansyah, isu pembubaran HTI dan yang cukup mengejutkan adalah isu kriminalisasi HT. Cukup aneh karena sejak dulu, memang beginilah cinta, eh salah. Maksudnya sejak dulu kita semua tahu apa fokus perjuangan alumni ini. Bela agama bersama GNPF MUI bukan? Bersama berjuang demi menjebloskan Ahok ke penjara.

    Dukungan mereka terhadap HT pun berbuntut panjang karena banyak yang protes. Beberapa bahkan bertanya-tanya mengapa mereka mendukung HT. Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mengatakan bahwa dukungan terhadap HT adalah karena solidaritas bukan karena ada kepentingan politik tertentu. Dukungan tersebut karena untuk melawan penguasa yang dianggap suka melakukan kriminalisasi.

    Nah, konflik muncul ketika FPI digadang-gadang ikut dalam aksi long march tersebut padahal tidak seperti itu kebenarannya. Akibatnya FPI melarang anggotanya ikut serta, hasilnya hanya belasan orang yang ikut. Duh kasihan sekali. Saya pikir ini dikarenakan FPI mencium adanya kepentingan di balik ini semua. Sudah tahu lah kalau HT ada keinginan atau lebih tepatnya ambisi politik pada 2019 nanti. Perindo adalah kata kuncinya. Walah, kok jadi terngiang lagu Mars Perindo?

    Lantas bagaimana sikap Rizieq selaku pimpinan FPI? Tentu saja kecewa. Melalui kuasa hukumnya Rizieq mengatakan apa yang dilakukan alumni 212 telah mencoreng perjuangan umat, tidak setuju karena ada pesanan atau istilahnya ditunggangi kepentingan tertentu. Dukungan dari alumni 212 pun amblas. Padahal kalau berjalan lancar, massa 212 kan banyak lho, bisa 7 juta orang. Tapi sayang berjuta sayang, yang hadir hanya belasan. Kalau di liat pakai drone atau helikopter sih tidak bakal nampak.

    Akhirnya saling gigit pun terjadi. Dulu GNPF MUI bertemu dengan presiden di istana pada hari raya Idul Fitri. Presidium alumni 212 bahkan meminta mereka mengklarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kecurigaan di antara umat. Dan sekarang alumni 212 yang kena giliran karena ketahuan membela HT dan tidak mendapat persetujuan dari FPI. ini sudah jelas kalau mereka sudah mulai kehilangan soliditas. Pondasi mereka yang awalnya solid karena Ahok, perlahan-lahan goyang dan kalau tidak dilakukan sesuatu mungkin bakal ambruk.

    Sering kita lihat di drama atau film, ketika seorang pemimpin hilang karena alasan apa pun, biasanya bawahannya kocar kacir kayak anak ayam lari sana sini mencari induknya. Sang raja pergi ke luar negeri meninggalkan rakyatnya, memberikan titah dari sana. Tuh mereka sudah kocar kacir, sebentar lagi terbelah karena tidak sepaham lagi. Harusnya Rizieq pulang ke Indonesia dan menyatukan lagi mereka semua.

    Ayo dong pulang dan selamatkan alumni 212, FPI dan GNPF MUI dari proses cerai berai. Potensinya besar lho, hingga maksimum 7 juta orang. Itu kalau ikut Pilkada di mana pun pasti menang telak, tak ada lawan berarti. Sayang sekali kalau harus terpecah belah gara-gara tidak sepaham lagi, tidak sependapat lagi, tidak sehati lagi.

    Tapi rasanya sulit kalau pulang ke sini. Kalau mau pulang, sudah dari dulu pulang. Buktinya Rizieq masih betah di sana atau mungkin sudah tidak betah tapi takut pulang. Serba salah. Apa daya, Rizieq pun tak berkutik, maju kena mundur pun kena. Mau selamatkan mereka, Rizieq harus pulang, tapi konsekuensinya kena tangkap. Tak mau pulang, konsekuensinya mungkin bakal makin banyak ketidaksepahaman seperti ini. Semua bergerak sendiri-sendiri. Mau gimana lagi, komando tidak ada, sang komandan pun entah kemana. Hanya berani memberi instruksi dari jauh. Mana efektif kalau begitu.

    Semuanya terjepit, tak berkutik. Dulu solid bagai karang, sekarang lembek bagai tahu. Hanya Rizieq lah yang mampu menyelamatkan ini semua. Rizieq adalah anak mudanya yang akan muncul. Tapi ngomong-ngomong, di mana Rizieq? Kapan pulang? Mau tunggu sampai kapan baru kembali?

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis :  Xhardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rizieq Kenapa Tak Pulang? Tuh Alumni 212 Dan FPI Terpecah Dua Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top