728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 24 Juli 2017

    Raih Koalisi Jumbo, Jokowi Otomatis Menangi Pilpres 2019?

    Disahkannya Undang Undang Pemilu 2017 oleh DPR mengawali genderang pertarungan pilpres 2019. Presidential Threshold 20 – 25 persen memberi satu poin kemenangan bagi Jokowi. Setidaknya tiket pertarungan 2019 sudah di tangan. Apalagi Partai Golkar, Hanura, Nasdem dan PPP secara resmi sudah menyatakan siap mengusung Jokowi. Dengan 4 partai ini saja Jokowi sudah melenggang bebas menuju kursi pencalonan presiden 2019.

        Presiden Joko Widodo bisa mengantongi modal dukungan kuat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jika peta koalisi partai pendukungnya tidak berubah pada 2019 maka Jokowi bisa mendapatkan dukungan hingga 69,2 persen kursi di DPR atau 68,84 suara sah secara nasional.

        Sekarang ini, Jokowi sudah mengantongi tiket untuk maju pada Pemilihan Presiden 2019. Dengan dukungan PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Hanura, Jokowi sudah mengantongi dukungan 32,5 persen kursi di DPR dan 35,61 persen suara sah nasional.

    Dengan mengantongi dukungan lebih dari 50 persen Jokowi sudah meraih kemenangan telak di atas kertas. Lawan tarungnya sudah dikurung sebelum bertarung. Empat partai yang menolak PT 20 – 25 persen dipaksa memeras otak dan berpikir keras agar tandu pengusung calon presiden mereka tidak kosong pada 2019 nanti. Ini kondisi yang sangat rumit mengingat 4 partai itu memiliki setidaknya 2 jagoan yang sudah pasang kuda-kuda untuk dicalonkan; Prabowo dari Partai Gerindra dan Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat yang sudah mempromosikan diri dengan safari keliling negeri.

    Sementara itu 4 partai itu pusing tujuh keliling merangcang koalisi agar mencapai PT, Jokowi terus melaju dengan revolusi pembangunan yang masif. Hasilnya akan menambah poin kemenangan lagi untuk Jokowi. Kesuksesan Jokowi menjalankan roda pembangunan otomatis menaikan tingkat elektabilitasnya. Bahkan hasil survei Gallup World Poll (GWP) menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia kepada pemerintah semakin tinggi.

        Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam hal tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berdasarkan hasil survei Gallup World Poll (GWP).

        Survei Gallup menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia kepada pemerintah semakin tinggi.

    Kepercayaan masyarakat tidak datang begitu saja. Selain kerja kerasnya membangun infrastruktuf risik, Jokowi mendapat banyak kredit poin dari kinerja bawahannya. Di masa pemerintahan Jokowi, semua lini bergerak ke arah dan tujuan yang sama. Memang belum semua bergerak secepat yang diharapkan. Semua sedang dievaluasi Jokowi. Siapa yang becus dan siapa yang tidak becus membantu Jokowi akan terlihat setelah kabinet kerja ini dikocok lagi personilnya. Selain kinerja para menteri pembantu presiden, Jokowi juga mendapat poin plus dari KPK yang semakin ganas memberantas korupsi sehingga mengeliminir kebocoran APBN dan pembangunan infrastruktur tidak mangkrak lagi.

    Tapi perlu dicatat, ini baru tiket pencalonan. Pertarungan sesungguhnya belum dimulai. Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Sebab politik adalah seni menciptkan kepastian dari beragam kemungkinan. Jalan masih panjang. Dalam dunia politik perubahan yang berarti pembelokkan komitment sangat mungkin terjadi. Inilah makna adagium klasik yang mengatakan bahwa dalam politik tidak ada kawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Pembelotan PAN di tengah jalan adalah contoh nyata bagaimana sebuah komitmen politik bisa berubah oleh kepentingan politik tertentu.

    Apakah akan ada brutus lain yang mengikuti jejak PAN? Walahualam. Yang paling penting sebebarnya adalah bagaimana Jokowi terus membumikan diri dan semua visi-misinya hingga ke masyarakat akar rumput. Karena kelompok inilah yang paling rentan berubah sikap dan pilihannya. Perubahan mereka bahkan sering terjadi atas pertimbangan irasional. Realitas politik akar rumput ini sangat nyata dalam perhelatan Pilgub DKI pada April 2017. Mati-matian Ahok bekerja menata wajah DKI dari segala kesemerawutan, tapi ia dengan mudah ditinggalkan di pertarungan DKI-1. Habis-habisan Ahok berjibaku dengan DPRD demi menyelamatkan APD, tapi dengan entengnya ia dikhianati.

    Pilpres dan Pilgub DKI mungkin bukan komparasi apple to apple. Tapi perilaku pemilih kita sebagian besar masih sama. Mereka tidak lagi melihat pemilu sebagai ajang untuk menentukan nasib bangsa selama 5 tahun ke depan. Bagi sebagian masyarakat, Pemilu adalah ladang rejeki 5 tahuna. Mereka memilih paket amplop dan sembako, bukan calon pemimpin yang diyakini bisa mengubah tatanan hidup berbangsa dalam segala aspeknya. Mereka mudah tergiur janji manis dengan bumbu-bumbu primordial yang lezat dikonsumsi ketimbag visi-misi dan program pembangunan yang telah terbukti hasilnya.

    Mereka adalah kaum marginal yang tidak hanya marginal kondisi hidupnya, tapi juga marginal cara berpikirnya. Jumlahnya pun terus bertambah seiring bertambahnya elite politik yang memanfaatkan mereka sebagai komoditas politik. Cukup berelaborasi dengan makhluk-makhluk seperti Jonru Ginting, Felix Siauw, dan yang sejenisnya, kubu lawan Jokowi bisa menggadakan jumlah kaum ogah melek ini menjadi dua kali lipat. Jumlahnya akan bertambah lagi jika disusupi sel-sel HTI yang mati segan hidup enggan setelah dikepret Jokowi dengan Perppu pembubaran ormas radikal.

    Percayalah, kelompok seperti inilah yang akan menjadi lahan garapan lawan tarung Jokowi pada pilpres 2019 nanti. Karena itu, jangan terlena dulu dengan koalisi jumbo. Biarlah itu menjadi peta kekuatan politik di tingkat elite saja. Sebab memilih presiden nanti tidak lagi terjadi di rapat paripurna. Maka kemenangan Jokowi pada 2019 sangat tergantung pada kegigihan agen-agen lapangan Jokowi. Akankah terjadi sinkronisasi kemenangan di atas kertas yang sekarang diraih Jokowi dengan kemenangan riil di lapangan? Mari GARAP akar rumput!

    Salam akar rumput



    Penulis : Vincent Bero   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Raih Koalisi Jumbo, Jokowi Otomatis Menangi Pilpres 2019? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top