728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 21 Juli 2017

    PPP Menyusul Golkar dan Hanura Merapat Ke Jokowi Bertarung Melawan Gerindra, PKS, Demokrat, PAN

    Jokowi akan menatap Pilpres 2019 dengan kekuatan penuh. Jika di Pilpres 2014, Jokowi mungkin dikatakan inferior, di Pilpres 2019 ini boleh dikatakan Jokowi begitu superior. Meskipun tidak selamanya label superior ini yang nantinya akan menjadi pemenang, namun setidaknya label ini mampu membuat lawan-lawan Jokowi ketar-ketir.

    Jokowi sangat cerdik dalam memainkan strateginya. Jokowi tentu ingin kembali menjadi Presiden untuk periode kedua dan itu sangat lumrah dan tak perlu dipertentangkan. Jokowi dan calon presiden yang lain sangat berhak untuk memainkan strateginya menatap Pilpres 2019 yang terpenting tidak melanggar hukum.

    Jokowi tentu sudah memetakan siapa-siapa saja yang berambisi untuk menjegal dirinya di Pilpres 2019. Kekuatan yang paling mengancam jelas Prabowo. Namun nama Hari Tanoe tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Gelagat Hari Tanoe sudah sangat jelas bahwa dia sangat bernafsu menjadi presiden.

    Untuk menghadapi Pilpres 2019, Jokowi menyadari dibutuhkan persiapan yang matang. Jauh-jauh hari Jokowi harus sudah mulai memainkan strateginya. Jokowi sangat yakin lawan-lawan politiknya akan mengambil celah dari presidential threshold. Oleh karena itu, sebelum mereka mengambil celah ini, Jokowi berhasil mencuri strart untuk mengamankan angka 20% presidential threshold. Jokowi berhasil melakukan lobi-lobi politik agar peserta rapat paripurna RUU pemilu mendukung presidential threshold 20%. Ancaman Prabowo dan Hari Tanoe sedikit bisa diredam.

    Kubu Jokowi semakin mantap. Setelah Golkar dan Hanura resmi mendukung Jokowi, kali ini PPP akhirnya menentukan sikap dan merapat ke Jokowi. PPP telah mendeklarasikan diri mendukung Jokowi menjadi calon presiden di pilpres 2019.

    Deklarasi tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dalam pidato politiknya di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

    Deklarasi pencapresan Jokowi di Pemilu 2019 dilakukan PPP sehari setelah UU Pemilu disahkan dengan dimenangkannya usulan pemerintah dalam isu presidential threshold, yakni 20 persen perolehan kursi parlemen atau 25 persen perolehan suara nasional.

    Sebelum UU Pemilu disahkan dengan dimenangkannya usulan pemerintah dalam isu presidential threshold di angka 20%, PPP memang masih ragu-ragu untuk menentukan sikap. Sikap PPP tergantung dari hasil rapat peripurna UU pemilu.

    Setelah presidential threshold di angka 20%, PPP tidak ragu lagi mendukung Jokowi. PPP melihat lebih peluang Jokowi memenangkan Pilpres 2019 semakin besar setaelah presidential threshold resmi di angka 20%. Terlebih, sebelumnya Golkar dan Hanura telah menyatakan mendukung Jokowi sejak jauh-jauh hari.

    Selain itu, kedekatan Jokowi dengan NU dan pesantren bisa jadi menjadi pertimbangan PPP mendukung Jokowi. Akan sangat riskan ketika PPP mendukung Prabwowo yang dibelakangnya ada PKS. Saya yakin sampai sekarang orang-orang NU dan orang-orang PKS masih sulit untuk disatukan.

    Saya semakin optimis Jokowi akan mampu memenangkan Pilpres 2019 setelah PPP bergabung. Pasalnya, warga PPP sebagian besar adalah warga NU meskipun ada juga yang di PKB. Jika PKB nantinya juga menyusul mendukung Jokowi, saya semakin yakin Jokowi akan menang mudah.

    NU adalah ormas terbesar di Indonesia. Jumlah anggotanya sangat banyak dari Sabang sampai Meraoke. Warga NU mayoritas akan memilih partai diantara PPP dan PKB. Kecil kemungkinannya warga NU akan memilih PKS. Jika Jokowi mampu merangkul PPP dan PKB, saya yakin mayoritas suara NU akan masuk kantong Jokowi. Warga NU kecil kemungkinannya akan mendukung calon yang didukung oleh PKS.

    Meninjau ke belakang di Pilpres 2014, suara NU memang terbagi dua, sebagian ke Jokowi, sebagian ke Prabowo. Pasalnya, Partai NU (PPP dan PKB) tidak berada pada satu blok. Saat itu, PPP mendukung Prabowo, sebaliknya, PKB mendukung Jokowi. Maka sangat wajar ketika selisih suara Jokowi dan Prabowo tidak terlalu sifnifikan.

    Saya berharap Jokowi mampu merangkul PKB. Saya yakin PKB bisa menjadi kunci Jokowi untuk menarik suara warga NU. PPP sudah resmi mendukung Jokowi. Tugas Jokowi saat ini adalah merangkul PKB.

    Jika PKB dan PPP kompak mendukung Jokowi, maka kubu Jokowi akan semakin terlihat hijau sebagaimana warna kebesaran warga NU. Jokowi dan NU adalah perpaduan ideal untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa.


    Penulis :  Saefudin Achmad  Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: PPP Menyusul Golkar dan Hanura Merapat Ke Jokowi Bertarung Melawan Gerindra, PKS, Demokrat, PAN Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top