728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 20 Juli 2017

    Paspor Zakir Naik Dicabut : Soal Rizieq Saatnya Indonesia Bersikap Tegas Seperti India

    Pemerintah India telah mencabut paspor  Zakir Naik,tindakan tegas ini terjadi setelah adanya  rekomendasi dari National Investigation Agency (NIA). Hal ini bermula dari pidato Zakir Naik yang mengahsut pemuda untuk melakukan aksi teror.

    Seperti yang dilansir dari laman timesofindia, Rabu 19 Juli 2017, pencabutan dilakukan oleh kantor paspor regional di Mumbai dan mengakibatkan Zakir Naik menjadi orang tanpa kewarganegaraan.

    National Investigation Agency (NIA) sudah melakukan penyelidikan secara mendalam terkait telah pidato Naik yang diduga menghasut pemuda untuk melakukan tindakan teror. Naik dilaporkan telah melakukan perjalanan antara Arab Saudi, Malaysia  dan negara-negara lain salah satunya di Indonesia dengan berkunjung ke Universitas Hasanuddin dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta beberapa waktu lalu.

    Setelah meninggalkan India Zakir Naik lebih banyak melakukan aktivitasnya dibeberapa negara tertentu namun dengan dicabutnya paspor, maka pergerakan Zakir Naik secara otomatis akan terbatas. Sebagaimana kita kethui bersama bahwa Naik meninggalkan India pada 13 Mei tahun lalu.

    Zakir Naik membuat Badan Investigasi Nasional bekerja keras untuk mengumpulkan bukti dari LSM, Islamic Research Foundation, dan Peace TV yang digunakan untuk menyebarkan kebencian di antara kelompok agama yang berbeda. Selama penyelidikan Zakir Naik tak berada di India, National Investigation Agency yang merupakan sebuah lembaga investigasi pemerintahan India mengklaim telah menemukan 37 properti milik Zakir Naik dan perusahaan yang dijalankan olehnya sebagai barang bukti.

    Satu hal yang paling terpenting adalah pencabutan paspor sesorang tentunya melalui mekanisme sebagaimana regulasi di negaranya, langkah ini diambil oleh Otoritas Paspor Mumbai yang mencabut paspor Zakir Naik setelah diberikan waktu untuk menjelaskan duduk perkara yang sedang membelitnta.

    Tak hadir sampai batas waktu yang ditentukan pada 13 Juli.Otoritas setempat sebelumnya telah mengeluarkan surat peringatan ke Naik agar ia hadir secara personal menjelaskan alasan supaya paspornya tak dicabut terkait beragam tudingan NIA kepadanya.

    Kementerian Urusan Luar Negeri telah memproses untuk mencabut paspor Zakir Naik pekan lalu mendapat permintaan dari lembaga keamanan dan ivestigasi NIA. Permintaan dari lembaga investigasi dan keamanan untuk mencabut paspor Zakir Naik langsung diproses oleh otoritas setemoat.

    Dari paparan diatas menggambarkan bahwa Zakir Naik diperlakukan secara aturan hukum yang berlaku di India dan ketika ia tak bisa mengikuti aturan tersebut maka konsekuensinya adalah hukuman pencabutan paspor miliknya.

    Namun apa yang menimpa Zakir Naik akan pula dialami oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, pasca penetapan Rizieq sebagai tersangka sampai saat ini Rizieq belum terlihat batang hidungnya. Jika membahas tentang Rizieq maka yang kita temui hanya nyanyian kuasa hukumnya yang terus menjadi kuasa hukum sekaligus embor bocor untuk mengetahui keberadaan imam besar itu.

    Nyanyian kuasa hukum Rizieq berkali-kali memberikan informasi tentang kepulangan Rizieq ke tanah air tetapi sampai saat ini Rizieq tak kunjung pulang-pulang juga, nyanyia terakhir kuasa hukum menjelaskan bahwa  masih menunggu hal yang lain (entah hal apa).

    Sebelumnya Rizieq dikabarkan akan pulang dalam waktu dekat   dalam rangka menjalani kasus hukum yang menjeratnya sejak beberapa saat lalu. Pasalnya, deretan masalah hukum sedang mengantri guna menunggu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam. Terlebih, kasus yang menjeratnya kini, yakni kasus chat WhatsApp berkonten pornografi dinilai terlalu dipaksakan dan bersifat politis.

    Rizieq juga membantah dirinya terlibat dalam kasus itu, di mana dalam penyelidikan polisi menduga ada peran Rizieq dan Firza Husein. Namun apalah arti sebuah batahan jika ia juga tak punya nyali untuk membantah secara hukum di hadapan pengadilan.

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) telah dimasukan kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO) namun Rizieq juga sampai detik ini seakan-akan ketakutan untuk pulang. Sebelumnya diberitakan bahwa Rizieq bertemu dengan Dai kondang asal India, Dr Zakir Naik, di Makkah. Rizieq juga bertemu dengan beberapa tokoh politik seperti Amien Rais bahkan Anies Baswedan.

    Sugito yang juga kuasa hukum Rizieq pernah  juga menjelaskan bahwa  Habib Rizieq rencananya akan melakukan pertemuan di lain waktu dengan Zakir Naik, sehingga saya terkadang mencermati nyanyian dari kuasa hukum Rizieq ini menandakan keduanya tampak akan bernasib sama, pertemuan mereka bisa saja menjadi ajang saling curhat  tentang bagaimana bisa  melarikan dari negaranya sendiri.

    Sudah saatnya pihak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas terhadap Rizieq, sebagaimana pemerintahan India mempertegas status kenegaraan Zakir Naik. Soal Rizieq tampaknya Indonesia harus belajar dari India.



    Penulis :  Adira Andriani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Paspor Zakir Naik Dicabut : Soal Rizieq Saatnya Indonesia Bersikap Tegas Seperti India Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top