728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 23 Juli 2017

    PAN Secara Terang Benderang Menunjukkan Belang

    Yandri Susanto melalui program Kompas Petang (23/07/2017) secara terang-benderang menunjukkan belang. Memori dua dekade yang lalu menjadi senjata andalan. Jurus yang dipakai adalah pembentukan poros baru. Sebagaimana kita tahu, pada 1999 yang lalu, PAN dengan dapur pacu Amien Rais membentuk poros tengah untuk menggagalkan laju Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Keempat Republik Indonesia. Padahal, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai pemenang Pemilu.

    Isu yang dipakai waktu itu adalah kepemimpinan dalam Islam yang meragukan kepemimpinan perempuan. Alhasil untuk presiden keempat pun dipercayakan kepada Gus Dur. Hanya saja, dengan licin, Amien Rais sebagai Ketua MPR waktu itu menggusur Gus Dur dari kursi presiden. Megawati sebagai Wakil Presiden akhirnya dilantik sebagai Presiden Kelima Republik Indonesia. Baru dua orang yang memiliki pengalaman sebagai wakil presiden lalu menjadi presiden. Professor Habibie dan Megawati Soekarnoputri.

    Kini, kelicikan dan kelicinan berpolitik PAN kini pun kambuh dan siap berulang. Tandanya jelas melalui gaya plin-plan yang tengah jadi tontonan. Sempat bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintahan, kini telah bergoyang plin-plan, seperti nampak ketika Sidang Paripurna DPR memilih walk out karena tidak cocok dengan usulan Pemerintah.

    Sikap plin-plan Partai Amanat Nasional makin jelas ketika sang penasihat, politisi renta Amien Rais memberi amanat supaya kader PAN di pemerintahan mengundurkan diri dari jabatan menteri. Tentu yang dimaksudkan adalah menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB), Asman Abnur.

    Setelah berhasil bergaya plin-plan, drama PAN berlanjut melalui pernyataan Yandri. Bisa jadi PAN memang akan membentuk poros baru. Tokoh nasional yang digadang adalah Jendral Gatot Nurmantyo, panglima TNI. Seperti biasa optimisme PAN membubung dengan hembusan isu segar.

    Menurut Yandri, belum tentu semua partai koalisi Pemerintah solid. Dengan penuh percaya diri PAN mulai sekarang telah berani menunjukkan belang. Daripada masih menunggu nanti. Yandri menuduh bahwa Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih rentan untuk balik badan.

    Paling-paling hanya Partai Nasional Demokrat (Nasdem dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang berpotensi setia dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Oleh karena itu untuk Golkar, PPP dan PKB masih sangat dinamis untuk dibujuk oleh PAN.

    Dengan sosok Jendral Gatot Nurmantyo, PAN optimis untuk menggalang poros baru dan mengulang sukses pada dua dekade lalu. Bahwa PAN adalah kunci dalam jagad perpolitikan nasional. Kenangan yang sungguh terlalu manis untuk dilupakan dalam pikiran Yandri. Dengan sindiran khas layaknya politisi PAN yang sudah mendapat ilmu dari Prof. Amien Rais, Yandri memperkirakan ketika calon presiden sudah bermunculan, PPP, PKB dan Golkar akan menunjukkan belang sesungguhnya. Keluar dari koalisi Pemerintah.

    Keyakinan Yandri bertumpu pada dalil betapa politik itu dinamis. Bahkan bila isu penyebutan dan pengajuan Jendral Gatot gagal memikat partai lain, PAN tetap siap kembali merapat. Entah ke kubu Jokowi atau kubu Prabowo Subianto bila berpeluang maju menjadi calon presiden.

    Kenangan PAN yang mengusung Hatta Rajasa berpasangan dengan Prabowo tentu punyai nilai tawar tersendiri. Bila berhasil menjadi calon presiden lagi, nama Prabowo Subianto pantas dicatat dalam buku sejarah nasional. Sekali calon wakil presiden dan akan dua kali menjadi calon presiden. Belum lagi bila dalam Pilpres nanti gagal lagi, tentu catatan sejarah itu pun makin mantap. Sekali gagal menjadi calon presiden dan dua kali gagal menjadi calon presiden.

    Kegagalan yang tetap pantas dicatat, karena tidak semua orang berpeluang menjadi calon presiden. Aburizal Bakrie sudah menjadi contoh. Kekuatan ngiklan menjadi bakal calon presiden dari Partai Golkar yang masif dilakukan hasilnya ternyata nol. Tidak kalah pilu tentu si Hary Tanoe. Kemungkinan besar akan tetap gagal sekalipun hanya sekedar menjadi calon wakil presiden apalagi calon presiden.

    Artinya, dalam diri Pak Prabowo tetap ada yang bisa dibanggakan sekalipun terancam gagal lagi menjadi presiden RI. Mengingat untuk menjadi calon presiden saja sulitnya minta ampun. Kalau masih tidak percaya silahkan bertanya kepada Aburizal Bakrie.

    Dengan prestasi Pak Prabowo di atas, tentu PAN layak mempertimbangkan secara matang. Tidak perlu buru-buru membuat poros baru. Bila stok lama seperti Pak Prabowo Subianto masih siap dicalonkan, ngapain juga mengusulkan nama baru. Kan bisa bikin orang terharu.



    Penulis :  Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: PAN Secara Terang Benderang Menunjukkan Belang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top