728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 20 Juli 2017

    Nyinyiran Ala DPR: KPK Kerjanya Nguping, DPR Kerjanya Apa?

    DPR, sebuah institusi yang sangat membanggakan negara kita tercinta, bangga karena terlalu sering bikin malu. Sepertinya pembaca sudah kenal luar dalam mengenai DPR ini, berikut prestasinya yang tokcer sehingga pernah dianugerahi lembaga paling korup di Indonesia. Ya bukan hal yang mengejutkan, mungkin warga sudah paham sehingga tidak sampai syok terkena sakit jantung. Ini sudah lumrah.

    Yang paling membuat saya geli adalah pernyataan dari seorang Fadli Zon yang notabene wakil ketua DPR RI. Dia pernah mengatakan bahwa korupsi merupakan risiko dari pembangunan. Menurutnya, dengan adanya korupsi menunjukkan bahwa pembangunan di suatu negara berjalan. Meski dia juga tak membenarkan langkah korupsi itu.

    “Mana yang kita pilih? Tidak ada korupsi, tidak ada pembangunan atau sedikit korupsi ada pembangunan. Di beberapa negara berkembang, korupsi itu justru jadi ‘oli’ pembangunan,” kata Fadli seperti dilansir detik.com 2 tahun lalu.

    #tepokjidat, beginikah kualitas pemikiran seorang anggota dewan, wakil ketua DPR pula? Bisa-bisanya menyandingkan korupsi dengan oli. Sungguh konyol metafora seperti itu. Kenapa tidak bilang korupsi itu saos tomat pembangunan? Atau sambal pembangunan? Mungkin karena pola pikir anggotanya, menyebabkan lembaga DPR menyabet penghargaan sebagai lembaga terkorup. Pasti ada alasannya, tidak mungkin secara membabi buta memberikan penghargaan pada lembaga ini.

    Dan seolah tidak pernah habis kekesalan terhadap lembaga ini, muncul pula tindakan yang saya yakini diprotes banyak orang. Pembentukan Pansus hak angket KPK. Lembaga ini juga yang kabarnya sering dituding berusaha memperlemah kekuatan KPK. Alasannya pun tidak usah ditanya lagi, pasti DPR gerah. Logika sederhana, kalo merasa tidak ada apa-apa, ngapain sibuk mengurusi KPK, betul?

    Yang yang terbaru, ketika tak sengaja melihat akun Instagram DPR RI ada satu postingan yang menurut saya menggelikan. Lihat gambar di atas tadi. Berikut adalah captionnya.

    KPK kerjanya nguping. Kerja KPK hampir semua bergantung pada alat sadap. Kemudian ditindaklanjuti OTT. Maka sudah pasti yang didapat nilainya kecil. Coba KPK bekerja dengan nalar hukum yang canggih dengan mendasarkan pada hasil audit BPK, pasti (korupsi) yang dibongkar nilainya ratusan miliar bahkan triliunan.

    Justru dengan menggunakan alat sadap, memudahkan KPK menangkap maling-maling yang sok suci dengan memasang wajah polos bak malaikat tapi hatinya, tahu sendiri deh. Alat sadap kan hanya alat, bodoh sekali kalau tidak dimanfaatkan.

    Yang kedua, dipermasalahkan soal OTT KPK yang nilainya kecil. Lah, itu kasus e-KTP bukankah nilainya mencapai triliunan? Dan herannya, saat kasus e-KTP bergulir, entah kenapa DPR membentuk pansus hal angket KPK. Pakar hukum tata negara Prof Mahfud MD juga menilai Pansus Hak Angket KPK baru terbentuk ketika kasus e-KTP sedang marak dan disebutkan soal keterlibatan sejumlah anggota DPR.

    Sejumlah alasan pun dikemukakan, yang terpopuler sekaligus terbasi adalah pansus bukan untuk menghambat KPK. Ini alasan yang sudah klasik, dari kacamata saya. Kalau mau simpel, kenapa tidak biarkan saja KPK bekerja mengusut kasus. Untuk apa pula pansus hak angket KPK? Rasanya tidak penting-penting amat. Mungkin ini sangat penting dan sangat genting bagi sebagian yang merasa terpojokkan. Pansus hak angket sebenarnya sedikit banyak bikin repot KPK, bikin pecah konsentrasi. Harusnya kalau tidak mau menghambat, biarkan KPK bekerja tanpa dihalang-halangi. Setuju? Yang sumbu pendek dilarang jawab!

    Dan ini pertanyaan terpamungkas yang mungkin ada di benak banyak orang. Kalau DPR nyinyir mempertanyakan KPK yang kerjanya nguping, kita mau tanya apa saja kerja DPR selama ini? Seharusnya dari komentar di akun tersebut, DPR introspeksi. Tapi bukan DPR namanya kalau tidak tebal muka. Banyak komentar nyinyir dari netizen, DPR kerjanya tidur saat rapat, ribut saat sidang dan sindiran lainnya. Saya tambahkan lagi, DPR pernah koleksi penghargaan lembaga terkorup.

    Bahkan tidak sedikit netizen yang bertanya kapan lembaga ini bubar. Bukan kata saya lho ya. DPR kan perpanjangan tangan dari rakyat, seharusnya peka dengan suara rakyat. Ini malah sering bertindak tidak mewakili aspirasi rakyat. Lebih tepatnya mewakili aspirasi diri sendiri.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis :   Xhardy  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Nyinyiran Ala DPR: KPK Kerjanya Nguping, DPR Kerjanya Apa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top