728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 14 Juli 2017

    Kode Keras Pak Jokowi Untuk Islam Radikal

    Pak Jokowi biasanya memang kerap menggunakan kode-kode dan simbol-simbol dalam berkomunikasinya. Namun ternyata jika kode tersebut keras, ia tak segan-segan menggunakan komunikasi yang langsung dan tegas. Hari ini akun resmi Pak Jokowi mengupdate status barunya, kode keras bagi mereka yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

    Dalam statusnya ia menuliskan,

        Tidak boleh lagi di antara kita ada yang mempunyai agenda lain, ada yang memiliki agenda politik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan untuk meruntuhkan NKRI yang berbhinneka tunggal ika.

        Tidak boleh lagi di antara kita, ada yang memiliki agenda mengganti Negara kita dengan sistem pemerintahan dan kenegaraan yang bertentangan dengan Pancasila

    Nampaknya Pak Jokowi ingin sekali menekankan maksud dari ucapannya. Status diatas sudah pernah ia ucapkan pada saat acara Halaqah Nasional beberapa hari yang lalu. Sepertinya ia ingin memastikan bahwa pesannya sampai pada seluruh pendukungnya dan lawan-lawannya.

    Disini kita bisa memahami bahwa kali ini Jokowi tidak lagi main-main, ia tahu bahwa selama ini ada agenda-agenda politik tersembunyi yang ingin menghancurkan Pancasila dan Bhinneka tunggal ika. Apalagi yang terang-terangan, jelas ia tahu dan itu gak boleh.

    Kode keras dengan kalimat “agenda politik yang tersembunyi”, tentu kita sudah paham maksudnya kepada siapa pesan tersebut disampaikan? Kemungkinan besar kepada para elit-elit politik yang diam-diam mendukung upaya mengganti Pancasila dengan sistem lain. Kalau yang terang-terangan tentu kita semua tahu siapa saja yang dimaksud.

    Ini hasil Jokowi membakar semak, ularnya pun keluar. Selama ini Jokowi tahu didalam semak itu ada ularnya. Masalahnya rakyat belum tahu, atau masih samar-samar. Maka dibakarlah semak tersebut dan kita semua bisa melihat ular-ular itu mulai keluar. Agenda terselubung mereka pun akhirnya terungkap. Kita bisa tahu persis siapa-siapa yang merasa terganggu dengan asap semak yang dibakar tadi.

    Kemudian pernyataan tersebut disertai foto Presiden Jokowi bersama para ulama. Foto tersebut disertai tulisan “Pancasila dengan Islam, bukan untuk dipertentangkan, bukan pula untuk dipisahkan.” Lagi-lagi sebuah kalimat yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

    Foto diatas dengan kuat menunjukkan sinyal pada masyarakat bahwa Jokowi tidak anti Islam. Bahwa Perppu yang ia tandatangani bukanlah Perppu anti Islam. Kita diajak untuk jeli dalam menilai, mana ulama-ulama yang memang perlu kita hormati, mana ulama-ulama yang perlu kita dengarkan dan kita ikuti ucapannya.

    Disana Jokowi berfoto bersama dengan diapit Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama dan Ketua Umum MUI Pusat, Maruf Amin. Said Aqil Siroj adalah pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia. Sementara MUI dulu kerap dijadikan acuan oleh GNPF MUI ketika kasus Ahok mencuat. Ini sinyal kuat bahwa kedua ormas tersebut mendukung keputusan Pak Jokowi untuk memberantas Islam radikal.

    Sementara di akun Twitternya, @jokowi, Presiden Joko Widodo menulis, “Islam radikal bukan Islam bangsa Indonesia. Islam Indonesia menjadi contoh bagi negara-negara lain-Jkw.” Akhir-akhir ini Presiden gencar bertemu ulama dan tokoh agama lain untuk menyuarakan pentingnya menjaga dan mengamalkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jokowi dengan cepat melakukan konsolidasi dengan para ulama yang cinta Pancasila dan NKRI.

    Langkah cantik Jokowi ini akhirnya tidak bisa membuat lawan-lawannya menggunakan isu anti Islam akibat Jokowi mengeluarkan Perppu Ormas. Jokowi paham betul bahwa belakangan ini ada pihak-pihak tertentu yang ingin membenturkan pemerintah dengan umat tertentu, mencoba mengangkat isu-isu sensitif melalui fitnah dan hoax.

    Jokowi memperlihatkan pada rakyat bahwa ia dekat dengan ulama, ia pun muslim yang menghormati ulama. Tapi tentu ulama-ulama yang juga menjaga Pancasila dan NKRI. Jokowi juga memisahkan antara Islam yang moderat dengan Islam radikal, ia dengan tegas berkata bahwa Islam radikal bukan Islam bangsa Indonesia.

    Jokowi mengingatkan para ulama mempererat tali silaturahmi kerukunan.

    “Sudah jadi kodrat Indonesia selalu ditantang mengelola keberagaman ini, kemajemukan dan kebinekaan kita. Dalam kehidupan bernegara tadi, beruntung disampaikan Kiai Ma’ruf Amin. Kita beruntung memiliki Pancasila yang menjadi pedoman kita,” ucap Jokowi.

    Jokowi juga mengingatkan Pancasila dan Islam bukan untuk dipertentangkan dan dipisahkan.

    “Sila agama itu ketuhanan yang Pancasila. Itu syarat-syarat nilai-nilai keagamaan. Pancasila berdampingan dengan Islam dan negara-negara lain. Dalam majelis yang mulia ini, saya ingatkan kembali pada semangat tawazun, tolong-menolong untuk mewujudkan Indonesia berdaulat, bermartabat, adil, dan makmur,” kata Jokowi.

    Begitulah kelelawar


    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kode Keras Pak Jokowi Untuk Islam Radikal Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top