728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 23 Juli 2017

    Ketum PAN Bantah Walk Out, Tetapi Kadernya Keluar Paripurna, Sehat??

    Tidak perlu susah dan repot melihat kelicikan dan kebusukan seseorang. Cukup lihat saja ucapannya. Kalau ucapannya ngalor ngidul tidak jelas, bahkan tidak sesuai dengan faktanya, maka orang tersebut hanyalah seseorang yang tidak bisa dipercaya. Karena seseorang terlalu banyak ngalor ngidul dan bicara tidak jelas hanyalan seorang yang menyembunyikan ketidakmampuannya.

    Itulah mengapa kalau ada orang yang sering berbicara sok berwibawa dan intelek, belum tentu sebenarnya orangnya seperti itu. Tindakan dan perbuatan adalah hal yang harus dipegang sebagai kebenarannya, bukan ucapan. Apalagi jikalau kita berbicara mengenai politisi.

    Tidak ada politisi di negeri ini berbicara tanpa ada kepentingannya. Ada yang memang berbicara demi kepentingan rakyat Indonesia, ada juga yang berbicara demi kepentingan rakyatnya sendiri (partainya atau keluarga). Bahkan ada yang tidak berbicara tetapi cuma absen angguk-angguk, dan ikut-ikutan saja.

    Semua bisa berbicara baik dan bagus, tetapi sekali lagi harus dilihat kesesuaian antara ucapan dan tindakannya. Jika tidak, maka kita akan tertipu dan akhirnya kecewa karena apa yang dilakukan politisi tersebut jauh dari apa yang kita harapkan.

    Keitdaksesuaian antara ucapan dan tindakan bisa kita lihat dari apa yang dilakukan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Zulkifli mencoba menjelaskan mengenai sikap politik mereka terhadap RUU Pemilu dimana pada keputusannya, PAN tidak ikut dalam mengambil keputusan.

    Zulkifli merasa ada hal yang tidak benar terkait pemberitaan yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Berikut penjelasannya.

        Zulkifli menegaskan, partainya tidak walk out melainkan abstain. Langkah abstain ditempuh karena PAN tidak menyepakati opsi metode konversi suara yang ditetapkan melalui sainte lague murni.

        “Jadi disamain semua, WO gitu. Jadi kami itu mintanya cuma satu, bukan lain-lain. Sainte lague diganti kuota hare. Nah saya juga melalui pansus bertemu teman-teman partai koalisi pendukung pemerintah, itu kita minta. Satu aja,” kata Zulkiflidi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7/2017) malam.

        “Kami minta sainte lague diganti kuota hare. Karena kalau saya mendukung sainte lague, saya dimarahi kader. Karena kami memang kalau sainte lague itu PAN ya bunuh diri. Itu aja yang maklum. Oleh karena itu, kami abstain. Tolong diluruskan,” ujar dia.

    Apa yang harus diluruskan?? Apa sih bedanya antara Walk Out dan abstain?? Apakah Zulkifli tidak menonton siaran langsung rapat paripurna?? Apa Zulkifli tidak tahu kalau anggota DPR dari fraksi PAN pada ngeloyor keluar ruang rapat paripurna dan langsung pulang??

    Mungkin Zulkifli ini kurang paham arti dari Walk Out yang dimaksud dalam pemberitaan dan yang dimaksud dalam arti bahasa Indonesianya. Walk Out kalau diartikan dengan cara bodohnya adalah Walk itu berjalan, out itu keluar. Kalau digabungkan Walk Out jadinya berjalan keluar.

    Kalau cuman abstain, maka tidak perlu rasanya PAN harus pergi keluar dari ruang rapat. Itu namanya sangat jelas Walk Out. Kalau memang abstain atau tidak setuju, contoh tindakan Fahri Hamzah. Dia tetap ada di ruangan dan akhirnya tetap memilih opsi B.

    Ini adalah bukti bahwa PAN walk out dan tidak mengikuti rapat sampai selesai..


    Jelas kita lihat bahwa fraksi PAN ikut dalam rombongan Gerindra, Demokrat dan PKS berjalan keluar (Walk Out) dari ruangan rapat paripurna. Masihkah hal ini disebut sebagai tindakan abstain?? Kalau tidak mau disamakan dengan yang WO, ya toh tetap tinggal saja di ruangan. Atau kalau tidak minimal satu saja menemani Setya Novanto memimpin rapat.


    Jelas kita lihat bahwa fraksi PAN ikut dalam rombongan Gerindra, Demokrat dan PKS berjalan keluar (Walk Out) dari ruangan rapat paripurna. Masihkah hal ini disebut sebagai tindakan abstain?? Kalau tidak mau disamakan dengan yang WO, ya toh tetap tinggal saja di ruangan. Atau kalau tidak minimal satu saja menemani Setya Novanto memimpin rapat.

    Ini malah yang menemani Setya Novanto yang adalah perwakilan partai pendukung pemerintah, Fahri Hamzah yang adalah kader PKS, partai yang sangat oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. Logika dan nalar apa yang bisa menjelaskan ketidaksingkronan ini??

    Entahlah apalagi yang harus dikatakan untuk menilai PAN yang plin plan dan tidak jelas ini. Sudah tidak jelas siapa ketua umumnya, malah ketika bicara ketua umum aslinya kualitasnya sangat mengelukan. Yang begini mau menantang dan ancam-ancam Presiden Jokowi?? Tidak level rasanya.

    Tetapi namanya juga politisi. Urat malunya tidak ada lagi. Pembelaan asal-asalan pun disampaikan. Yang ada saat ini semakin jelas kepada kita, bagaimana sebenarnya PAN. Mungkin karena sekarang sudah berubah jadi Partai Artis Nasional, semua jadi berupa akting. Akting pura-pura intelek dan paham konstitusi, nyatanya tidak. Lah sudah jelas Walk Out saja mengakunya Abstain.

    Salam Walk Out.



    Penulis :   Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketum PAN Bantah Walk Out, Tetapi Kadernya Keluar Paripurna, Sehat?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top