728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 21 Juli 2017

    Jokowi : Langsung Ditembak Saja, Jangan Diberi Ampun

    Jokowi mungkin saja terlihat tidak galak, tetapi ternyata dirinya sangat tegas dan berani. Jokowi memerintahkan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menindak tegas pengedar narkoba di Indonesia.

    Lebih tegas lagi, Jokowi menginstruksikan aparat hukum untuk menembak di tempat para bandar narkoba yang beroperasi di Indonesia. Bandar Narkoba tidak boleh diberi ampun.

    “Sudah saya katakan, sudahlah tegasin saja. Terutama pengedar-pengedar narkoba asing yang masuk dan sedikit melawan. Sudah, langsung ditembak saja. Jangan diberi ampun,” ujar Jokowi

    Jokowi mengatakan, sikap tegas itu diambil karena dia menilai kondisi peredaran narkoba yang terjadi saat ini betul-betul mengkhawatirkan

    “Betul-betul berada di posisi darurat narkoba ini,” katanya.

    Wah, kalau seluruh rakyat pasti mendukung ucapan Pak Jokowi. Narkoba merupakan perusak bangsa yang sangat mengerikan. Sekali terjerat maka sangat sulit untuk bisa sembuh dari ketagihan narkoba.

    Jokowi menyebut ada 18 orang yang bandar narkoba yang dieksekusi mati di era pemerintahannya. Namun dia tetap memerintahkan Polri dan BNN untuk bertindak lebih tegas, terutama bagi pengedar narkoba dari negara asing.

    Para pengedar narkoba mengalami masa panceklik sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden. Coba perhatikan dulu, berita tentang kasus narkoba dalam beberapa tahun belakangan tidak terlalu terdengar. Toh, sudah banyak bandar yang dieksekusi mati tanpa ampun. Siapa lagi yang berani menantang ketegasan Indonesia?

    Sudah ada tiga gelombang eksekusi mati. Pelaksanaan eksekusi mati ini tentu saja mengalami banyak pertentangan, bahkan dari luar negeri. Mereka tidak rela warga negara mereka dieksekusi mati padahal Indonesialah yang rusak gara-gara narkoba ini.

    “Jokowi tidak seharusnya menjadi algojo terproduktif dalam sejarah Indonesian belakangan ini,” kata Rafendi Djamin, Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik.

    Bahkan hubungan antara Indonesia dan Australia sempat rusak gara-gara eksekusi mati warga negara Australia. Australia menarik duta besarnya dari Jakarta sebagai tanggapan terhadap eksekusi mati.

    “Kami menghormati kedaulatan Indonesia namun kami menyesalkan apa yang terjadi dan tidak dapat menganggap situasi masih seperti biasa,” ujar Perdana Menteri Australia, Tony Abbott

    Tentu saja Jokowi tidak peduli. Para bandar narkoba ini kaya raya diatas penderitaan dan kematian para korban narkoba. Sudah berapa ratus hingga ribu orang yang meninggal akibat mereka. Mana pantas hukuman mereka dibatalkan?

    Selain itu, eksekusi mati gelombang 4 sedang dipersiapkan. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan, Kejaksaan Agung tengah mempersiapkan eksekusi mati jilid IV.

    “Kita akan teliti lagi. Dipilah-pilah mana yang memenuhi syarat untuk dilakukan eksekusinya,” ujar Prasetyo

    “Mereka berusaha untuk mengulur waktu dengan menggunakan regulasi yang ada, bahwa grasi tak ada batas waktunya,” kata Prasetyo.

    Ya, inilah lubang regulasi yang dimanfaatkan oleh bandar narkoba. Daripada ditembak, mereka mengulur waktu selama mungkin berharap Presiden Indonesia berubah menjadi Presiden yang lembek dan tidak berani melaksanakan eksekusi mati.

    Tapi, pihak pemerintah juga tidak mau dihadang oleh regulasi ini. Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa tak ada batasan waktu untuk pengajuan grasi. Namun, Prasetyo memastikan bahwa hal itu tidak berlaku bagi terpidana mati yang divonis sebelum putusan MK keluar.

    Jadi para bandar boleh gigit jari menghitung sisa hari yang ada. Eksekusi mati mereka pasti akan dilaksanakan. Hanya saja waktunya belum ditentukan. Proses eksekusi mati harus dilakukan dengan matang agar tidak menjadi polemik dilain hari.

    Dengan ketegasan yang ditunjukkan Jokowi, dijamin bandar narkoba akan takut beroperasi di Indonesia. Ingat, Jokowi itu sangat tegas lho. Jangan coba main-main!


    Penulis :  Evan Kurniawan   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi : Langsung Ditembak Saja, Jangan Diberi Ampun Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top