728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 14 Juli 2017

    Jokowi Kembali Tegaskan Ibukota Pindah, JK Masih Meragukan??

    Perpindahan Ibukota Indonesia yang sempat ditanggapi banyak pihak sempat menjadi simpang siur karena pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang terkesan sinis dan menyindir rencana kepindahan Ibukota belum pasti. JK yang sepertinya tidak ikut dalam pembicaraan singkat Jokowi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, meragukan kepindahan tersebut.

    Keraguan JK tersebut dilandasi karena menurutnya, kajian pemindahan Ibukota akan menentukan bisa atau tidaknya kepindahan tersebut. Jadi, belum pasti pindah tergantung hasil dari kajian tersebut. Itulah yang membuat publik jadi semakin meragukan kepindahan ini.

        “Jadi bukan sesuatu yang mudah terus terang tapi idenya bagus,” kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017)

        “Ya namanya kajian kita belum tahu apa bisa apa tidak,” sebutnya.

        “Kalau macet ya selesaikan macetnya bukan selesaikan ibukotanya, perbaiki dan percepat MRT, LRT, percepat bus. Kalau banjir ya perbaiki drainase, karena kalau pindah pun pasti tetap banjir juga kalau kita tidak perbaiki drainase dengan cepat,” kata Jusuf Kalla.

    Padahal, kepindahan ini memang sudah menjadi keputusan Jokowi dan meminta Menteri Bambang menyiapkan kajiannya supaya proses perpindahan secara administrasi bisa dilakukan mulai tahun depan. Perpindahan yang dilakukan memang harus dikaji karena tidak akan mungkin membebani APBN.

    Biaya perpindahan akan memakan dana yang besar dan akan sangat mengganggu operasional pemerintahan yang sangat bergantung dengan APBN. Karena itulah, Menteri Bambang akan mengkaji sistem pendanaan yang seminimal mungkin menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dalam rencana pemindahan ibu kota ini. Dengan demikian, pemerintah akan mendorong sektor swasta dalam pendanaan rencana ini.

        “Kami sedang susun skemanya. Pokoknya skemanya kerjasama pemerintah dengan badan usaha,” kata Bambang.

    Bagaimana pelibatan swasta ini akan terus dikaji. Tetapi melalui skema seperti ini sangat mungkin dilakukan. Apalagi sudah banyak kasusnya terjadi di Jakarta melalui mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan sampai ada yang menyebut kalau memang pemindahan ini bisa cepat dan efektif serahkan saja kepada Ahok.

    Lah, kalau diserahkan kepada Ahok, maka bisa-bisa perpindahan akan menjadi heboh dan terus diserang oleh lawan politik Jokowi. Bukan apa-apa, kalau sudah Ahok yang memegang kepala proyeknya, bakalan seret uang masuk dari proyek-proyek perpindahan Ibukota tersebut.

    Sayang memang, padahal kalau memang Ahok yang pegang, semua proses bisa dipercepat dan akan dikontrol dengan baik. Buktinya saja Jakarta hanya dipegang selama tiga tahun, sudah banyak maha karya bangunan yang dibuat dan diresmikan.

    Ya sudahlah, kita lupakan sejenak Ahok. Tetapi masalah perpindahan Ibukota yang sempat diragukan ini dan disangsikan akan memang benar Jokowi berani, akhirnya diresponi oleh Jokowi.

        Joko Widodo‏Akun terverifikasi @jokowi

        Wacana pemindahan Ibu Kota masih dalam tahap kajian. Perlu kalkulasi matang agar benar-benar bermanfaat -Jkw

    Pernyataan Jokowi ini menjadi sebuah penegasan bahwa Ibukota akan dipindahkan dari Jakarta. Dari pernyataan ini bisa kita simpulkan bahwa pengkajian bukan untuk menentukan apakah Ibukota jadi pindah atau tidak seperti yang disampaikan oleh JK. Tetapi perlu dilakukan kalkulasi agar bermanfaat.

    Pernyataan Jokowi ini tentu saja menjadi jawaban keraguan banyak pihak terkait komitmen pemerintah untuk memindahkan Ibukota. Bagaimana detailnya pastinya nanti akan disampaikan oleh Jokowi. Tetapi pernyataan ini penting disampaikan supaya publik tidak lagi dibingungkan mengenai perpindahan Ibukota.

    Bagaimana tidak bingung jika JK memberikan pernyataan yang sepertinya tidak yakin bahwa Ibukota akan dipindahkan. Bahkan menilai kajian adalah yang akan menentukan kepindahan tersebut. Yang lebih parah lagi adalah saat JK malah ingin supaya Jakarta diperbaiki macet dan banjirnya.

    Pernyataan Jokowi ini menurut saya seharusnya menghentikan keraguan JK yang sebagai Wapres seharusnya mendukung rencana perpindahan Ibukota ini. Jangan lagi menyatakan hal yang berbeda sehingga menimbulkan kebingungan di tengah-tengah masyarakat.

    Semoga kajian yang dilakukan bisa berjalan dengan baik. Menemukan juga skema yang tepat dan sesuai dengan peraturan yang ada. Semoga juga bisa menemukan orang yang seperti Ahok untuk menjadi kepala proyek perpindahan Ibukota ini. Supaya Ibukota yang baru dibangun dengan sefektif dan seefisien mungkin.

    Salam Pindah


    Penulis :  Palti Hutabarat  Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Kembali Tegaskan Ibukota Pindah, JK Masih Meragukan?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top