728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 12 Juli 2017

    Jokowi Disambut Ribuan “Pasukan” Berkuda di Sumba, Ko Lawan Sudah!

    Disambut Ribuan Kuda di Sumba,  Masyarakat Bumi Pasola Melabuhkan Asa di Pundaknya – Untuk kesekian kali Jokowi ke NTT. Sebegitu istimewakah Nusa Tenggara Timur? Tentu saja tidak! Nusa Tenggara Timur sama seperti wilayah Indonesia lainnya. Porsi dan perhatian Jokowi sama besarnya. Tidak ada anak emas, tidak ada anak perak pula anak perunggu. Semua anak Indonesia.

    Buktinya, ia membangun infrastruktur hampir tersebar di seluruh negeri ini. Tak peduli masyarakat daerah itu mendukung atau tidak dirinya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu. Tapi, kedatangannya di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan. Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, ia ke NTT sebanyak 5 kali.

    Terakhir Jokowi memijakan kaki di tanah Sumba. Negeri seribu kuda. Memiliki padang sabana yang luas dan indah. Garis pantai yang eksotik. Rahim yang masih menjaga buah peradaban adi luhung. Merapu yang masih terjaga dan terpelihara sebagai ‘agama’ leluluhur.

    Jokowi tiba di bandara Tambolaka, SBD (Foto : Facebook.Com/Bento.Niron)

    Jokowi datang pada saat Sumba dijamuri ribuan kuda dari seluruh pelosok negeri Pasola. Ya, Festival 1001 Kuda Sumba dan Festival Tenun Ikat 2017. Jokowi sepertinya tak pernah lelah. Baru balik dari Konferensi G20, ia datang lagi ke Sumba, selanjutnya ke Makassar menghadiri Hari Koperasi ke-70

    Banyak  orang mungkin belum tahu tentang Sumba. Mungkin juga sekilas orang mengira Sumba itu adalah Sumbawa. Karena dari katanya beda-beda tipis. Padahal Sumba dan Sumbawa, dua tempat yang berbeda baik secara geografis maupun administrasi pemerintahannya. Tapi, kenyataan masih ada juga orang yang salah kaprah. Memposisikan Sumba di Nusa Tenggara Barat daripada di Nusa Tenggara Timur.

    Adanya event budaya ini plus kunjungan Jokowi, makin banyak orang melek tentang Sumba.  Sumba bukan anak tiri negeri ini. Ia adalah anak yang berada di salah satu beranda terdepan NKRI yang harus mendapat perhatian pemerintah.

    Secara geografis dan klimatoligis, Sumba daerah yang gersang dan memiliki curah hujan yang rendah bila dibandingkan dengan beberapa pulau di Nusa Tenggara Timur. Padang hampir mendominasi seluruh luas daratan pulau ini. Apabila anda berada di dalam pesawat dalam penerbangan tujuan Kupang atau sebaliknya, pemandangan ini akan tampak jelas dari udara.

    Para penari tarian Sumba Menyambut Jokowi (Foto: Facebook.Com/Bento.Niron)

    Namun Sumba menyimpa pesona alam yang eksotik. Padang sabana bak permadani emas. Bibir pantai dengan butiran pasir putih nan lembut. Sumba juga adalah rahim budaya. Kehidupan masyarakat sangat kental dengan budayanya. Tenun ikat merupakan kerajinan tangan yang mendunia. Harga yang sangat mahal. Agama aslinya Merapu yang masih memiliki pengikut. Kehadiran agama modern, agama warisan ini tetap terjaga dan selaras dengan agama wahyu.

    Selain alam dan budaya, Sumba memiliki fauna yang sangat terkenal, yakni Kuda Sumba. Kuda Sumba lebih dikenal dengan sebutan Sandalwood, berasal dari nama pohon cendana yang tersohor pada jaman lampau. Kuda jenis ini merupakan keturunan kuda Arab.

    Kuda sandelwood memiliki postur rendah bila dibandingkan kuda-kuda ras dari Australia atau Amerika. Tinggi punggung kuda antara 130 – 142 Cm. Banyak dipakai orang untuk kuda tarik, kuda tunggang dan bahkan kuda pacu. Keistimewaannya terletak pada kaki dan kukunya yang kuat dan leher besar. Ia juga memiliki daya tahan (endurance) yang istimewa. Warna rambutnya bervariasi: hitam, putih, merah, dragem, hitam maid (brownish black), bopong (krem), abu-abu (dawuk), atau juga belang (plongko).

    Sampai saat ini, kuda ini merupakan kuda yang diternakkan di sana. Pula dikirim keluar pulau seperti Jawa, Madura, dan Bali baik untuk lomba, kuda tarik maupun kuda tunggang (Baca: Wikipedia).
    Jokowi dalam balutan busana adat Sumba (Foto: Facebook.Com/Bento.Niron)

    Kedatangan Jokowi adalah momentum bersejarah bagi masyarakat Sumba, juga bagi masyarakat NTT. Paling tidak Jokowi dapat melihat Sumba dari dekat. Dan, harapannya adalah Jokowi memperoleh gambaran yang utuh tentang Sumba. Kita mengharapkan perhatiannya untuk menggembrak pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan masyarakat Sumba.

    Jokowi menunggang kuda Sumba didamping Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Facebook.Com/Ancan.Guadis.Sumba)

    Menyimak kepemimpinan Jokowi yang tak banyak berbicara juga mengobral janji, saya percaya Sumba akan berubah pasca kunjungannya. Visi kepemimpinannya “Membangun Indonesia dari Pinggir” akan dimulai juga dari Sumba, salah satu beranda atau tapal batas terluar negeri ini.

    Di pundak Jokowi, masyarakat Sumba melabuhkan asa. Membangun Indonesia dari Sumba. Indonesia adalah Sumba dan Sumba adalah Indonesia. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, di tangan Jokowi langkah dan pikiran Jokowi selalu bernas. Jelas kedatangannya di Sumba tidak sekedar menonton atau menyaksikan parade kuda Sumba, di balik itu ia akan membawa sesuatu dari Sumba dan membawa pulangnya ke Sumba. Lihat saja nanti. Love you Pak Dhe.

    Puisi “Sayang Tentang Sumba” diambil dari Antologi Puisi Jejak Kata Karya GBM (Foto: Screenshoot)

    Salam Seword, sewot gitu loh..

     Penulis :  Giorgio Babo Moggi     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Disambut Ribuan “Pasukan” Berkuda di Sumba, Ko Lawan Sudah! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top