728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 14 Juli 2017

    Jokowi Bakar Semak, Para Ular Beludak PAN Pada Blingsatan Kepanasan

    Setelah Presiden Jokowi teken Perppu Pemberantasan Ormas Radikal untuk memudahkan pemerintah menggebuk Ormas radikal yang anti Pancasila, banyak pihak yang kelabakan, terbelalak dan kebakaran kumis. Tujuan dan cita-cita mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Kilafah berbasis syariat Islam akhirnya terkapar di tangan Jokowi.

    Ibaratnya semak dibakar, para ular beludak pada blingsatan kepanasan. Gerakan-gerakan para ormas radikal anti Pancasila yang dilakukan secara halus untuk merongrong Pancasila selama ini akhirnya terkunci dan tidak berkutik lagi di era Presiden Jokowi.

    Isu-isu Komunis, PKI, Neolib, Cinaisasi dan lain sebagainya yang selama ini sengaja mereka lontarkan ke permukaan sebagai bagian dari gerakan menuju Indonesia Kilafah yang berbasis syariat Islam kini sudah tidak bergigi lagi. Ngilunya tuh disini (sambil menahan emosi).

    FPI yang dulu garang kini jadi kayak macan ompong. FPI yang dulu menuntut segera dilakukan Sidang Istimewa MPR untuk mencabut Pancasila sebagai asas tunggal, menghentikan P4 dan menuntut agar negara segera memberlakukan syariat Islam di seluruh wilayah teritorial Indonesia (Sumber: Wikipedia) kini tinggal tunggu waktunya saja jadi sejarah seperti nasib apesnya DI/TII dulu.

    FPI yang dulu menyerang dan memukuli secara brutal ibu-ibu dan anak-anak dalam aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan di Monas, kini tidak punya kekuatan lagi untuk anarkis karena akan diberangus Jokowi melalui Perppu pemberantasan ormas radikal yang sah dan bersifat mengjkat.

    Selama ini para ular beludak itu melakukan cara-cara anarkis sebagai momen untuk menolak Pancasila dan menjadikan Indonesia menjadi negara Kilafah berbasis syariat Islam. Saat itu pemerintah SBY tidak berdaya menangani FPI. Namun di era Presiden Jokiwi, mereka kini kena batunya digebuk Jokowi sampai nyonyor.

    Mereka bagaikan cacing yang kepanasan dan terbuka mata mereka bahwa Presiden Jokowi bukan Presiden lemah sekelas Lurah. Mereka kini terbangun dari mimpi panjang mereka bahwa Presiden Jokowi ternyata bukan Presiden kelas ayam sayur.

    Strategi bakar semak ala Presiden Jokowi bikin para ular beludak yang kepanasan harus keluar dari persembunyiannya selama ini. Salah satunya yaitu PAN yang menolak Perppu tersebut. Kalau Gerindra dan PKS, masih bisa dimaklumi kalau mereka menentang karena mereka adalah ular beludak yang sudah bangkotan. Jadi sudah tidak heran lagi.

    Tapi kalau PAN yang telah bergabung dengan koalisi pemerintah tapi jadi duri dalam daging dengan tidak mau mendukung program pemerintah, maka wajar jika PDIP mempersilahkan mereka angkat kaki dari Koalisi pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat.

    Borok mereka pun terungkap ke permukaan. Mereka gabung dengan koalisi pemerintah karena niatnya mau mengincar jabatan Menteri untuk dijadikan salah satu mesin ATM pembiayaan partai.

    Kalau mereka punya urat malu, harusnya keluar dari Koalisi Indonesia Hebat. Percaya PAN mendukung pemerintah sama saja dengan percaya nazar Amien Rais jalan kaki dari Jogja ke Jakarta.

    Tidak ada manfaatnya sama sekali mereka ada dalam koalisi pemerintah, sebaiknya keluar saja. Lagipula Amien Rais selama ini selalu menyerang Presiden Jokowi, lantas apa gunanya mereka gabung dalam koalisi pemerintah?

    Presiden Jokowi sudah memberi warning jangan ada agenda politik tersembunyi untuk meruntuhkan NKRI karena kodrat bangsa ini yaitu keberagaman, kemajemukan dan kebhinnekaan. Pancasila adalah ideologi negara dan pandangan hidup bangsa.

    Bangsa ini butuh tuntunan untuk mewujudkan Islam yang wasathiyah, yang moderat, yang santun, bukan Islam yang keras dan radikal. Islam radikal bukan Islamnya Majelis Ulama Indonesia. Islam yang radikal bukan Islamnya bangsa Indonesia.

    “Tidak boleh lagi ada yang punya agenda politik yang tersembunyi maupun terang-terangan untuk meruntuhkan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Tidak boleh lagi ada yang punya agenda untuk mengganti ideologi kita yang bertentangan dengan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Jokowi.

    Semoga para Ulama dan pimpinan ormas Islam lainnya yang masih waras akan persatuan dan kesatuan NKRI segera sadar bahwa Pancasila dan Islam bukan untuk dipertentangkan dan diperdebatkan. Sudahlah, om. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah takdir bangsa ini.

    Kura-kura begitu.




    Penulis :   Argo    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Bakar Semak, Para Ular Beludak PAN Pada Blingsatan Kepanasan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top